Covid-19 Meningkat, Sekolah Gelar Tatap Muka di Rejang Lebong Dihentikan

Covid-19 Meningkat, Sekolah Gelar Tatap Muka di Rejang Lebong Dihentikan

Selasa, 15 September 2020 | 13:03 WIB
Oleh : Usmin / JEM

Bengkulu, Beritasatu.com - Sekolah-sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK yang melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, dihentikan aktivitasnya sejak minggu kedua September ini, menyusul meningkatnya kembali kasus virus corona atau covid-19 di daerah tersebut.

"Mulai 7 September lalu, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tingkat SD, SMP dan SMA/SKM di Kabupaten Rejang Lebong, kembali ditutup pemkab karena kasus virus corona di daerah ini meningkat," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong, Khirdes Lapendo, Selasa (15/9/2020).

Ia mengatakan, dengan meningkatnya kasus Covid-19 tersebut, maka status Kabupaten Rejang Lebong yang tadinya sudah menurun statusnya ke zona kuning, saat ini naik lagi menjadi zona oranye Covid-19, sehingga dikhawatirkan para pelajar akan terpapar virus corona jika pembelaran tatap muka tetap dilanjutkan.

Pencabutan KBM tatap muka di sekolah tersebut, sesuai dengan surat edaran Bupati Rejang Lebong Nomor 421.2/1062.Bid2/Dikbud/2020 tentang pencabutan izin pelaksanaan pembalajaran tatap muka di sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK sederajat pada masa pandemi Covid-19.

Dengan ditariknya izin pembelajaran tatap muka tersebut, maka siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK di Kabupaten Rejang Lebong, kembali belajar dalam jaringan (daring) atau intenet. Hal ini dilakukan untuk mencegah jangan sampai muncul klaster sekolah di daerah ini.

"Kita minta seluruh sekolah di Kabupaten Rejang Lebong, untuk dapat mematuhi surat edaran bupati tersebut, sehingga tidak ada sekolah yang menggelar KBM tatap muka di daerah ini disaat kasus Covid-19 meningkat," ujarnya.

Khirdes menambahkan, pembelajaran jarak jauh di Kabupaten Rejang Lebong, belum dapat dipastikan kapan akan berakhir, karena kasus Covid-19 di daerah ini masih bertambah. "Yang sepanjang surat edaran bupati tentang pencabutan izin KMB tatap muka dibatalkan, maka kegiatan pelajar jarak jauh masih terus dilaksanakan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diknas Bengkulu, Eri Yulian Hidayat mengatakan, pelaksanaan KBM tatap muka bagi sekolah di zona hijau virus corona di beberapa kabupaten di daerah ini terus dipantau dan dievaluasi.

"Sejauh ini pelaksanaan KBM tatap muka di sekolah zona hijau tetap berjalan seperti biasa kecuali di Kabupeten Seluma akan dievaluasi karena kasus covid-19 terus meningkat. Sedangkan kabupaten lainya, seperti Lebong dan Mukomuko masih aman karena tetap berada di zona hijau Covid-19," ujarnya.

Meski demikian, sekolah yang melaksanakan KBM tatap muka tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, di antaranya siswa wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabut sebelum masuk kelas, duduk tetap jaga jarak, dan tidak berkerumun.

"Sepanjang sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, insya allah para pelajar tidak terpapar Covid-19. Diknas terus melakukan pemantuan sekolah yang melaksanakan KBM tatap muka agar tidak ada siswa yang terpapar virus mematikan ini," ujarnya.

Eri menambahkan, ada beberapa kabupaten di Bengkulu, sekolah masih menggelar KBM tatap muka, di antaranya Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur dan Lebong, karena daerah ini masih aman dari penyebaran virus corona kecuali Seluma.

Data kasus Covid-19 di Rejang Lebong tercatat sebanyak 32 orang, sebanyak 13 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya masih menjalani isolasi mandiri di rumah dan perawatan di RSU sakit setempat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rumah Makan di Bengkulu Tak Patuhi Protokol Kesehatan Didenda Rp 1 Juta

:Bagi tamu yang masuk tanpa masker dan tidak mencuci tangan sebaiknya diusir keluar sebelum menggunakan masker dan cuci tangan," kata Herwan.

NASIONAL | 15 September 2020

YLKI Hanya Satu, Tidak Punya Cabang di Mana pun

Jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh lembaga konsumen yang mencatut nama YLKI, sebaiknya dilaporkan pada pihak berwajib.

NASIONAL | 15 September 2020

Mahasiswa Masuk DIY Wajib Didata

"Kalau ada mahasiswa yang ternyata membawa Covid-19 dan kita tidak punya datanya, bagaimana akan tracing," kata Sultan.

NASIONAL | 15 September 2020

Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Bengkulu

"Saya terpaksa membeli gas di warung Rp 25.000/tabung karena saya membutuhkan bahan bakar ini untuk masak di rumah," kata Anita, warga Bengkulu.

NASIONAL | 15 September 2020

134.708 UMKM di DIY Lolos Menerima Bantuan Hibah Produktif dari Pemerintah

Namun pelaku usaha mikro dan ultra mikro tetap masih bisa mendaftarkan usahanya baik melalui tingkat kelurahan, kabupaten, maupun provinsi.

NASIONAL | 15 September 2020

Gubernur Sumut Akan Tutup Kembali Tempat Hiburan Malam

Meski penutupan ini merupakan kewenangan bupati dan wali kota, Edy Rahmayadi akan mengambil sikap tegas.

NASIONAL | 15 September 2020

Covid-19, Akses ke 4 Kabupaten dan 1 Kota di Kep Nias Akan Ditutup

Di pulau yang berada di tengah lautan tersebut, ada empat kabupaten dan satu kota dengan total jumlah penduduk 800.000 jiwa.

NASIONAL | 15 September 2020

Baznas Raih Dua Penghargaan di GIFA 2020

Baznas meraih penghargaan untuk kategori "Organisasi Zakat Dunia dengan Pendistribusian Zakat Terbaik" dan "Leadership Role".

NASIONAL | 15 September 2020

Kasus Jiwasraya, Direktur Maxima Bantah Kendalikan 13 MI

Tidak mungkin bisa mengatur MI. Apalagi dari ke 13 MI itu, ada sejumlah nama besar.

NASIONAL | 15 September 2020

Cegah Klaster Pilkada, Ini Saran dari M. Qodari

UU Pilkada masih mengatur pelaksanaan pilkada dengan kondisi tanpa adanya pandemi, tanpa adanya bencana alam seperti saat ini.

NASIONAL | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS