Pendeta Yeremias Zanambani Tewas Ditembak di Intan Jaya, Polda Papua Masih Selidiki Pelakunya
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pendeta Yeremias Zanambani Tewas Ditembak di Intan Jaya, Polda Papua Masih Selidiki Pelakunya

Senin, 21 September 2020 | 13:22 WIB
Oleh : Robert Isidorus / JEM

Jayapura, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah (Polda) Papua masih menyelidiki kasus penembakan yang menewaskan seorang pemimpin agama, Pendeta Yeremias Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, yang terjadi pada Sabtu (19/9/2020) lalu.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Senin (21/9/2020), informasi kasus penembakan beredar di media sosial pada hari Minggu tanggal 20 September 2020 pukul 14.40 WIT.

"Informasi yang beredar di media sosial bahwa ada salah satu tokoh agama bernama Pendeta Yeremias Zanambani, yang dikabarkan meninggal dunia akibat terkena tembak oleh orang tak di kenal di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya," kata Ahmad Musthofa Kamal.

Mendapatkan informasi tersebut, kata Ahmad Musthofa Kamal, pihak Polsek Sugapa, Intan Jaya melakukan pertemuan dengan Ketua Klasis GKII Sugapa Pendeta Timotius Miagoni.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Sugapa Ipda Engel Mayor menyatakan pihak kepolisian ingin memastikan informasi yang beredar di media sosial tentang penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias Zanambani.

Selanjutnya dalam pertemuan tersebut, Pendeta Timotius Miagoni menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan kabar lewat telepon dari keluarga di Distrik Hitadipa bahwa Pendeta Yeremia Zanambani tertembak dan meninggal dunia.

“Dari keterangan yang saya dengar saat itu almarhum bersama istri hendak menuju ke kandang ternak (babi) untuk memberikan makan (ternaknya). Kemudian istrinya kembali ke rumah di kampung. Sekitar pukul 19. 00 WIT, korban (Pendeta Yeremia Zanambani) tidak kembali ke rumah, sehingga istri korban mencari ke kandang ternak yang berada di Kampung Bomba dan melihat korban sudah meninggal dunia,” kata Pendeta Timotius Miagoni dalam pertemuan itu.

Pendeta Timotius Miagoni pun mengatakan bahwa dirinya tak bisa berkomentar banyak, karena belum melihat langsung ke lokasi kejadian. "Saya belum ke kampung tersebut sehingga saya tidak dapat berbicara lebih jauh lagi. Semoga kita semua dapat melakukan langkah-langkah dalam meredam situasi yang terjadi beberapa hari ini di Kabupaten Intan Jaya,” ujarnya.

Informasi yang beredar bahwa penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias Zanambani diduga dilakukan kelompok sipil bersenjatan (KKB) pimpinan Jelek Waker di Intan Jaya.

Sementara Ahmad Musthofa Kamal juga membenarkan dalam beberapa hari ini, dua anggota TNI dan dua warga sipil tewas ditembak KKB di wilayah itu.

"Dua anggota TNI gugur dan dua warga sipil mengalami luka tembak dan satu luka sabetan parang yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Ahmad Musthofa Kamal.

Ahmad Musthofa Kamal menegaskan bahwa informasi yang beredar penembakan Pendeta Yeremias Zanambani dilakukan oleh aparat TNI sebagai tidak benar.

"KKB melalui juru bicaranya saat ini kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI-lah pelaku penembakan. Saat ini KKB sedang mencari momen untuk menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini,” katanya.

Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, aparat keamanan saat ini tengah melakukan komunikasi dengan para tokoh agama untuk lebih berhati-hati dengan situasi yang saat ini terjadi. Mengingat intensitas aksi kekerasan yang dilakukan KKB semakin intens belakangan ini, maka seluruh masyarakat termasuk para tokoh agama untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

"Kami berharap tidak ada lagi korban karena apa yang dilakukan oleh kelompok tersebut sudah tidak manusiawi di mana dalam ajaran agama tidak dibenarkan hambanya melakukan tindakan kekerasan sesamanya,” kata Ahmad Musthofa Kamal.

Dikatakan, pihak TNI-Polri saat ini sedang meningkatkan kegiatan kepolisian seperti melakukan patroli gabungan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan bersama.

“Kami meminta dukungan seluruh masyarakat agar kita dapat hidup dengan nyaman tanpa adanya gangguan-gangguan dari kelompok-kelompok yang tidak menginginkan daerah kita ini aman. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama terutama para tokoh agama,” kata Ahmad Musthofa Kamal.

Aksi Biadab

Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya merupakan kasus yang kekerasan yang tidak beradab yang dilakukan oleh KKB.

Di Distrik Hitadipta, Intan Jaya sendiri sampai saat ini tidak ada personel TNI/Polri yang bertugas, kecuali di sana yang ada baru pos persiapan Koramil Hitadipta.

Kabid Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan fitnah yang disebarkan KKB melalui media sosial.

"Fitnah mereka (KKB) di media sosial, jelas sudah rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI-Polri dan pemerintah menjelang Sidang U,um PBB. TNI bersinergi dengan Polri bertugas untuk melindungi masyarakat dari kebiadaban KKB. TNI-Polri justru melindungi masyarakat dari aksi yang dilakukan oleh KKB baik di Kabupaten Intan Jaya maupun di beberapa daerah yang menjadi tempat mereka melakukan tindak kekerasan," tegas Ahmad Musthofa Kamal.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwihan) III Kol Czi IGN Suriastawa, melalui kterangan tertulisnhya, Minggu (20/9/2020), mengatakan telah terjadi penembakan di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, dan salah satunya menewaskan Pendeta Yeremia Zanambani.

"Sebelumnya telah makan korban warga sipil beberapa hari yang lalu, satu di antaranya tewas di tempat dan menembak 2 TNI. Kini giliran pendeta Yeremia Zanambani, yang jadi korban keganasan gerombolan ini," kata Suriastawa.

Disebutkan, kejadian penembakan terjadi di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, pada Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIT.

Suriastawa juga mengatakan bahwa gerombolan itu kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI-lah pelaku penembakan.

“Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini. Dan inilah yang saya khawatirkan, bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah setting-an mereka yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI menembak pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB. Saya tegaskan, bahwa ini semua fitnah keji dari KKSB,” ujarnya.

Menurutnya, TNI membantu Polri bertugas untuk melindungi masyarakat dari kebiadaban KKB seperti yang telah mereka tunjukkan dalam 1 minggu terakhir ini. “TNI-Polri justru melindungi masyarakat dari aksi mereka,” kata Suriastawa.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tak Usut King Maker di Skandal Djoko Tjandra, KPK Bakal Digugat

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia, Boyamin Saiman bakal mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK jika tak ambil alih perkara Djoko Tjandra

NASIONAL | 21 September 2020

Jubir Presiden Sebut Penyelenggaraan Pilkada sesuai Jadwal

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tetap sesuai jadwal, 9 Desember 2020.

NASIONAL | 21 September 2020

Civitas Academica UI Polisikan Politikus PKS Al Muzzammil Yusuf

Al Muzzammil Yusuf dianggap telah melakukan fitnah, pembunuhan karakter, dan kebohongan publik.

NASIONAL | 21 September 2020

Inilah Jadwal Penyaluran Kuota Internet untuk Belajar Mengajar dari Kemdikbud

Inilah tahapan pemberian kuota internet untuk siswa, mahasiswa, dan pendidik mulai September hingga Desember.

NASIONAL | 21 September 2020

Kasetpres Tegaskan Jokowi Lakukan Protokol Kesehatan Ketat

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menegaskan, Presiden Joko Widodo menerapkan protokol kesehatan ketat dalam menjalankan tugasnya

NASIONAL | 21 September 2020

Wanita Diduga Sengaja Tularkan Covid-19 di Mal Sedang Jalani Karantina di Semarang

Hakam menjelaskan kejadian itu bermula dari percakapan WA antara Lisa dan tetangganya, Fina.

NASIONAL | 21 September 2020

Resmi, Hari Ini Kemdikbud Terbitkan Juknis untuk Bantuan Kuota

Kemdikbud akhirnya meresmikan peraturan petunjuk teknis untuk bantuan kuota data internet 2020.

NASIONAL | 21 September 2020

Kasus Korupsi Djoko Tjandra Cs Kembali Dilimpahkan ke Kejagung

Berkas perkara Tipikor yang dilimpahkan hari ini itu adalah milik Djoko, Irjen Napoleon Bonaparte, dan Prasetijo Utomo.

NASIONAL | 21 September 2020

Rektor Unhan Serukan Budaya Damai dalam Pilkada Serentak 2020

Rektor Unhan mengusulkan agar pemerintah menerapkan e-voting dalam pilkada serentak 2020 yang telah dilaksanakan di banyak negara.

NASIONAL | 21 September 2020

Belajar Tatap Muka di Bengkulu Tengah, Siswa Wajib Kontongi Izin Wali Murid Bermeterai Rp 6.000

"Namun, kita berharap pelaksanaan KMB tatap muka berjalan baik di Bengkulu Tengah," kata Saidirman.

NASIONAL | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS