Pendeta Yeremias Tewas Ditembak, Kapolda Papua: Hentikan Tudingan Pelakunya Aparat Keamanan
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Pendeta Yeremias Tewas Ditembak, Kapolda Papua: Hentikan Tudingan Pelakunya Aparat Keamanan

Rabu, 23 September 2020 | 12:15 WIB
Oleh : Robert Isidorus / JEM

Jayapura, Beritasatu.com - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw geram dengan beberapa komentar yang menyebutkan pelaku penembakan yang menewaskan Pdt. Yeremias Zanambanidi di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (19/9), adalah aparat keamanan.

“Tudingan dari berbagai pihak menyebutkan pelaku penembakan itu dari TNI dan Polri, padahal di situ tidak ada anggota kita, bahkan wilayah itu basis yang ditempati lima kelompok kriminal bersenjata (KKB),” kata Waterpauw kepada wartawan di Mapolda Papua, Selasa (22/9).

Ia pun dengan tegas meminta kepada semua pihak untuk tidak berkomentar yang menuding aparat sebagai pelaku penembakan.
“Para tokoh yang mengaku sebagai pemimpin diam saja, kalau tidak tahu masalah, jangan mengaburkan permasalahan yang ada. Ini untuk mengimbau kepada semua pihak untuk prihatin saja, tapi jangan berkomentar atau menuding. Kita masih akan lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) guna mengumpulkan alat bukti,” tegas Waterpauw.

Waterpauw mengatakan, sangatlah konyol apabila anggotanya yang melakukan tugas pengamanan terotorial melakukan hal itu (menembak pendeta).

”Dan itu sangat konyol, pasti itu dari KKB. Karena ada lima kelompok KKB di situ. Namun semua kepastian itu akan dilakukan dengan olah TKP dengan mengumpulkan alat dan bukti-bukti," tegasnya.

Waterpauw menyebutkan kasus penembakan Pdt. Yeremias yang diduga pelakunya KKB, sengaja dipolitisasi oleh beberapa oknum untuk mengarah pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PPB) yang dijadwalkan akhir bulan ini.

"Ini propaganda yang dilakukan mengingat sudah mau sidang PBB, dan kita paham itu. Jadi beberapa para pihak yang mencoba mendramatisasi kejadian itu," katanya.

Sementara Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem mengatakan, sebagai pembela hak asasi manusia (HAM) di Papua, dirinya sama sekali tidak percaya bahwa seorang pendeta ditembak oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

“Saya harap TNI harus jujur atas penembakan Pdt. Yeremia Sanambani,” kata Theo.

Ia juga mengaku memiliki sejumlah pengalaman terkait kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM oleh aparat TNI di Papua, “Bagi saya propoganda dibangun oleh aparat TNI sudah biasa. Karena saya punya pengalaman dengan kasus-kasus seperti ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat Frits Ramandey mengaku telah menerima laporan dari Dewan Adat Papua (DAP) tentang kejadian ini.

“Kami sudah terima laporan, dan kami telah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda. Bahkan Kapolda dan Pangdam akan ke Intan Jaya untuk mengecek situasi di sana,”tandasnya.

Ia mengatakan ada dua hal yang harus dilakukan yakni mencari siapa aktor yang ada di balik kasus penembakan di Intan Jaya, dan kedua apabila ada KKB di situ maka negara harus hadir untuk penindakan.

“Koordinasi ini penting di sana, apalagi di sana ada beberapa satuan,” ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mensos Ingatkan Bantuan Sosial Beras Harus Sampai pada Penerima

Mensos memastikan program-program Kementerian Sosial yang diberikan bagi warga di Kabupaten Natuna betul-betul sampai kepada penerimanya.

NASIONAL | 23 September 2020

Jaksa Pinangki Hadiri Sidang Dakwaan Suap dan Pencucian Uang

Pinangki tak berkomentar apa pun kepada awak media terkait sidang yang beragendakan pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum ini.

NASIONAL | 23 September 2020

Wapres Dorong NU Realisasikan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Wapres mengajak warga nahdliyin untuk merealisasikan berbagai keputusan organisasi menjadi suatu program nyata.

NASIONAL | 23 September 2020

Wapres: Lembaga Pendidikan NU Harus Siapkan SDM Inovatif

Inovasi jauh lebih bernilai dibandingkan dengan sumber daya alam karena sumber daya alam dapat habis, tetapi inovasi tidak terbatas.

NASIONAL | 23 September 2020

Pukat UGM: KPK Belum Ungkap Perkara Korupsi yang Strategis

Antara lain perkara di institusi penegak hukum, perkara dengan kerugian negara besar, atau pelakunya memiliki level jabatan sangat tinggi.

NASIONAL | 23 September 2020

Buka Konbes NU, Wapres: Temukan Strategi Hadapi Tantangan Dakwah Era Digital

Dakwah melalui teknologi digital lebih efektif. Karena memungkinkan masyarakat menyimak dakwah kapan saja, di mana saja, dan waktunya pun lebih fleksibel.

NASIONAL | 23 September 2020

Webinar Menuju Medan Berkah, Bobby Nasution Tawarkan Solusi Kebangkitan UMKM

"Kota Medan juga membutuhkan pemimpin yang anti suap, takut akan Tuhan," kata RE Nainggolan.

NASIONAL | 23 September 2020

Bobby Nasution Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Pelajar di Medan

Menyahuti keinginan masyarakat, Bobby Nasution ingin menggratiskan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat.

NASIONAL | 23 September 2020

Ekonomi Membaik, 254 Keluarga di Mukomuko Tolak Terima Bantuan PKH

Jatah bantuan untuk warga tidak bersedia lagi menerima PKH tersebut, akan dialihkan ke masyarakat miskin lain yang belum mendapatkan bansos dari pemerintah.

NASIONAL | 23 September 2020

NU Care Salurkan Ratusan APD untuk 65 Puskesmas di DKI Jakarta

Bersama Tokopedia Salam dan Tim Gerakan 1.000 Senyuman, NU Care menyalurkan bantuan APD kepada puskesmas zona merah di DKI Jakarta.

NASIONAL | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS