Pemilihan Bupati Sukabumi, Pasangan Aman Tawarkan Program Bebas PBB untuk Lahan Pertanian
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pemilihan Bupati Sukabumi, Pasangan Aman Tawarkan Program Bebas PBB untuk Lahan Pertanian

Kamis, 1 Oktober 2020 | 13:23 WIB
Oleh : Adi Marsiela / JEM

Bandung, Beritasatu.com - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukabumi, Adjo Sardjono-Iman Adinugraha (Aman) memprioritaskan pembangunan berbasis agraria, agro industri, serta pariwisata seandainya terpilih dalam pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2020 mendatang. Salah satu program unggulan yang ditawarkannya guna mendukung sektor pertanian adalah pembebasan pajak bumi dan bangunan (PBB) lahan pertanian.

“PBB itu pajak daerah yang paling banyak tapi nominal (dari lahan pertanian) tidak seberapa dalam PAD (pendapatan asli daerah),” kata Adjo dalam diskusi daring bersama Berita Satu Media Holdings (BSMH), Rabu, 30 September 2020.

Saat ini PAD Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, nominalnya mencapai Rp 600 miliar. Pemasukan dari PBB kurang dari 10 persennya atau setara Rp 40 miliar. “Dari tanah sawah kurang dari Rp 10 miliar,” ujar Adjo yang merupakan petahana wakil bupati ini.

Guna mengatasi ketiadaan pemasukan dari PBB lahan sawah itu, Adjo bakal mengoptimalkan pendataan ulang objek pajak di wilayahnya. Menurut dia, potensi kerugian akibat pembebasan PBB lahan sawah itu bisa tertutupi dari kegiatan pendataan ulang objek pajak.

“Bisa menutupi PBB sawah karena yang tercatat sekarang (objek pajak) baru bumi (tanah) belum bangunannya,” urai Adjo.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Kabupaten Sukabumi pada 2019 mencapai 449.395 ton gabah kering giling (GKG). Produksi ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 525.859 ton gkg. Jika dikonversi pada produksi beras, maka pada 2018 tercatat ada 302.109,86 ton beras sementara pada 2019 hanya ada 269.308,51 ton beras.

Data yang sama memperlihatkan ada penurunan luas panen padi. Pada 2018, BPS mencatat luasan panen mencakup 102.964 hektare sedangkan pada 2019, luasannya berkurang 9.586 hektare jadi 93.378 hektare saja.

Adjo menyikapi kondisi itu sebagai tantangan dalam mengembangkan reforma agraria di wilayahnya. Menurut dia, produksi padi yang menurun itu masih melebihi kebutuhan masyarakat Sukabumi sebesar 250 ribu ton per tahun.

Guna mengatasi persoalan berkurangnya lahan produktif, Adjo menyatakan, bakal mendorong adanya konsep lahan pertanian berkelanjutan. Intervensi kebijakan jadi pilihannya, lewat pembuatan peraturan daerah serta peraturan bupati.

“Ini jadi perhatian kita dan juga untuk membantu sarana produksi pertanian. Para penyuluh juga kiga berikan kemudahan. Termasuk akses buat mendapatkan benih dan pupuk,” kata Adjo sembari menambahkan potensi penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian masih cukup tinggi apabila pasca panen juga digarap dengan melibatkan usaha kecil dan mikro.

Perubahan Sistem

Adjo memikirkan perubahan sistem terkait penjualan hasil pertanian. Sistem yang semula hanya memetik dan menjual itu harus ditambah dengan pengolahan dan pengemasan. “Harapannya bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan (nilai) ekonomi komoditasnya,” kata Adjo seraya menambahkan perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran irigasi juga perlu dijadikan priotas dalam mendukung pengembangan usaha pertanian.

Merujuk pada laporan Sukabumi Dalam Angka 2020, produksi tanaman sayuran terbesar di Kabupaten Sukabumi adalah cabai dengan produksi 21.223,1 ton dari luasan panen sebesar 1.635 hektare. Sementara produksi tanaman sayuan terkecil selama tahun 2019 adalah kentang yang mencapai 69 ton dari luasan panen 7 hektare. Potensi lainnya adalah tanaman biofarmaka, khususnya jahe yang produksinya pada 2019 mencapai 6.883 ton dari luasan panen 3 juta meter persegi.

Menyoal industri perikanan yang ada di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi, calon wakil bupati Iman Adinugraha menjanjikan adanya pelayanan perizinan yang lebih praktis ke depannya. Pembenahan sektor perizinan ini penting agar calon investor tidak ragu menanamkan modalnya di Sukabumi pada berbagai sektor.

Yang belum digarap baik adalah pembangunan pelabuhan samudera dan zona industri perikanan. Iman menuturkan, pembangunan pelabuhan samudera bisa menambah jalur distribusi produksi perikanan serta pertanian. Selama ini distribusi hanya mengandalkan jalur darat yang terbatas tonase-nya. Pelabuhan perikanan samudera ini memungkinkan fasilitas berlabuh kapal dengan ukuran lebih dari 60 gross ton. Saat ini di Pelabuhan Ratu, ibukota Kabupaten Sukabumi kapasitas yang diperbolehkan antara 30-60 gross ton karena statusnya masih pelabuhan perikanan nusantara.

“Kami ke depan akan jemput bola agar bisa memberikan (informasi) potensi yang kami miliki kepada investor sehingga mereka tertarik dan mau berinvestasi di Sukabumi,” ungkap Iman.

Program priotas lain yang Aman tawarkan adalah pembenahan sektor pariwisata yang cukup beragam, mulai dari pantai, wisata gunung, olahraga arus deras, hingga Geopark Ciletuh. “Jembatan gantung di Situ Gunung saja setiap akhir pekan bisa didatangi antara lima sampai tujuh ribu pengunjung,” kata Adjo.

Masalahnya, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dana untuk mengembangkan sektor pariwisata tersebut. Keterbatasan itu terkait pengembangan infrastruktur pendukung menuju ke lokasi wisata. “Belum tergali baik hingga kami perlu melibatkan swasta untuk membangun tempat permainan, wisata, serta hotel-hotel agar bisa menumbuhkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan,” tambah Iman.

Proyek infrastruktur yang sudah ada sekarang memang jadi kewenangan pemerintah pusat seperti pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi. Harapannya, jalan tol itu nantinya bisa terkoneksi hingga ke Pelabuhan Ratu yang menawarkan objek wisata pantai.

“Kalau tidak sampai di selatan, jalan yang sudah bagus dari Pelabuhan Ratu sampai Pangandaran kurang dapat tingkatkan ekonomi masyarakat. Termasuk pembangunan bandara di Sukabumi, sudah ada rencananya,” imbuh Adjo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

1.150 Anggota KSP Indosurya Sudah Cairkan Dana Pengembalian

Sebanyak 1.150 orang anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta sudah mencairkan dana mereka selama bulan September.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Polisi Periksa Rekening Gendut Milik Petugas Kebersihan di Kejaksaan

Bareskrim memeriksa seorang "cleaning service" atau petugas kebersihan yang profil keuangannya mencurigakan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Program Satu Lima untuk Disiplinkan Warga Pakai Masker di Kebumen

Program Satu Lima yakni satu orang mengajak minimal lima orang untuk memakai masker.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Ratusan Warga Mandi di Kolam Renang Abaikan Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Ancam Tutup Hairos Waterpark

Haris Ginting mengatakan, pengelola Hairos Waterpark sudah melanggar protokol kesehatan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Di Labuan Bajo, Jokowi Tinjau Kampung Ujung dan Batu Cermin

Presiden Joko Widodo juga direncanakan untuk memberikan bantuan modal kerja kepada para pelaku usaha mikro dan kecil.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Moeldoko: RS Jangan Permainkan Data Kematian Pasien

Moeldoko mengingatkan akan ada tindakan serius, agar isu yang menimbulkan keresahan pada masyarakat ini segera tertangani.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Chandra Asri Dukung Pengemasan Makanan Ramah Lingkungan

TrileneĀ® HI50TN telah memperoleh izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta memenuhi standar halal sehingga menjamin keamanan dan kualitasnya.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Kesadaran Masyarakat Bengkulu Gunakan Masker Masih Rendah

Warga yang terjaring tidak memakai masker masih diberikan teguran lisan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Tak Ada Kompromi untuk Pengganggu Pancasila

Pancasila selalu digoda setiap saat.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Fasilitas Pengolahan Limbah Akan Dibangun di Kawasan Industri Medan

PT Adhi Karya juga terbuka untuk bekerja sama dengan mitra-mitra industri dari provinsi-provinsi lain di Sumatera Bagian Utara dalam mengelola limbah dan sampah

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS