Vaksinasi di Jateng Diprioritaskan untuk Nakes dan Petugas Lapangan
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Vaksinasi di Jateng Diprioritaskan untuk Nakes dan Petugas Lapangan

Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:23 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah berencana mulai melakukan vaksinasi pada November bulan depan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, prioritas pertama penerima vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) dan petugas lapangan.

"Alokasinya kita belum banyak, tahap pertama itu belum sampai ribuan, masih sekitar ratusan. Beberapa sampel yang didapat itu, akan kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan," kata Ganjar, Selasa (20/10/2020).

Meski bulan depan Jawa Tengah baru mendapat kuota vaksin sedikit, namun pada tahap kedua Jawa Tengah akan mendapat dalam jumlah cukup besar.

"Tahap berikutnya baru agak banyak, mungkin bisa jutaan. Kalau tidak salah sekitar 2,5 juta vaksin. Kalau bulan depan sudah dimulai, ya mungkin November sampai Desember tahun ini," jelasnya.

Selain tenaga kesehatan, Ganjar juga akan memprioritaskan vaksinasi kepada petugas lapangan seperti TNI/Polri dan Satpol PP. Sebab, mereka dianggap memiliki resiko tinggi karena setiap hari bertugas ke lapangan, atau pada masyarakat yang tiap hari menjalankan kegiatan di tempat terbuka.

"Misalnya pasar, angkutan dan lainnya. Saya kira, mereka perlu mendapat prioritas," jelasnya.

Ganjar menegaskan, pemerintah sedang berusaha sekuat tenaga dalam rangka program vaksinasi ini. Pemerintah telah mencari beberapa sumber vaksin dari berbagai negara dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan.

"Syukur akan muncul dari dalam negeri, sehingga bisa memenuhi. Mungkin vaksinnya itu tiak hanya satu, tapi beragam tergantung kapasitas dan kemampuan. Saya kira pemerintah sudah memikirkan jumlahnya itu," ujarnya.

Meski program vaksinasi segera dilakukan pemerintah, Ganjar tetap meminta masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat. Menghindari kerumunan, tertib memakai masker dan rajin cuci tangan pakai sabun adalah kewajiban yang harus dilakukan.

"Tidak bisa tidak, itu wajib. Kalau itu dilakukan, maka kita bisa beradaptasi. Masyarakat tetap boleh bekerja, keluar rumah tapi harus menerapkan protokol kesehatan itu. Kalau itu dilakukan, maka cara itu yang bisa mengamkan diri," tegasnya.

Dia juga berpesan pada masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif pada orang yang dinyatakan positif Covid-19. Sebab sampai saat ini, stigmatisasi itu masih muncul.

"Saya baru saja mendapat laporan di Solo, ada satu keluarga yang positif merasa disingkirkan. Tolong jangan ada stigmatisasi pada mereka, mereka butuh pertolongan, bukan diasingkan," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bareskrim Kebut Berkas Tersangka KAMI

Polisi memiliki masa penahanan terbatas maksimal 120 hari untuk melengkapi berkas.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Fenomena La Nina, BMKG Palu Terus Pantau Kondisi Cuaca

"Kami terus memantau dan menginformasikan kepada semua pihak kondisi cuaca di wilayah Sulteng," kata Afandi.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Gugatan Danah Hibah dan Bansos di Pengadilan Negeri Serang Dinilai Tak Miliki Dasar

Agus Rahmat menilai, apa yang dilakukan Kholid selaku penggugat, menunjukkan ketidakpahaman tentang bagaimana mekanisme untuk mengajukan gugatan.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

53 SD dan SMP di Bengkulu Tengah Diizinkan Belajar Tatap Muka

Jika selama ini satu kelas diisi 30 orang, maka saat ini hanya diisi 15 orang saja.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Abaikan Protokol Kesehatan, Perusahaan Telekomunikasi di Sleman Terancam Kena Sanksi

Berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY, hingga saat ini sudah 92 orang terpapar virus corona dari klaster tersebut.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Muncul Klaster Demo di Semarang, Ganjar: Tahan Diri, Jangan Bikin Kerumunan

"Demonya diganti dengan cara yang lebih baik saja. Tidak di jalan dan berkerumun, tapi datang ke kami untuk menyampaikan aspirasi," ucap Ganjar.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Pengamat: Tak Mudah bagi Jokowi Memimpin pada Masa Pandemi

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP UI Aditya Perdana menilai tidak mudah bagi Jokowi dalam satu tahun pemerintahannya di periode kedua

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Komisi Kejaksaan Diminta Periksa Kajari Jaksel

ICW menyebut, jamuan kepada ketiga tersangka diduga melanggar Pasal 5 huruf a Peraturan Jaksa Agung Tahun 2012 tentang Kode Perilaku Jaksa.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Relawan Jokowi dan YSKI Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Medan

Nainggolan menyalurkan bantuan dari kalangan donatur seperti, Pendeta Bambang Jonan, Kombes Pol (Purn) Maruli Siahaan dan Tommy.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko: Presiden Tak Pernah Abai dengan Janjinya

Hari ini, tepat satu tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin.

NASIONAL | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS