Tradisi Mencuci Tangan, Kearifan Lokal yang Kembali Membudaya...
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Tradisi Mencuci Tangan, Kearifan Lokal yang Kembali Membudaya...

Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:12 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com – Jeriken air berwarna biru itu teronggok di sudut pagar rumah. Bukan itu saja, satu botol sabun cair tersedia di atasnya. Salah satu perlengkapan protokol kesehatan itu, sejak 29 Juni 2020 lalu, disediakan bagi siapa pun yang memerlukannya. Bukan hanya terbatas bagi warga Kampung Gergaji Sumurbong, Semarang, melainkan bagi siapa saja warga yang kebetulan melintas di kampung tersebut.

Menurut Ahmad Sahroni (42), Ketua RT 08 RW V, Keluarahan Mugasari, Kecamatan Semarang Selatan, sarana cuci tangan gratis itu disediakan secara swadaya oleh warga rukun tetangga di kampung itu. “Bermula dari imbauan pihak kelurahan agar setiap RT menyediakan sarana cuci tangan gratis di setiap sudut atau pintu masuk jalan kampung, maka kami segera meresponnya,’’ ujar Oni, sapaan akrabnya, Rabu (22/10/2020).

Bersama warga, Oni bergotong-royong membuat sarana cuci tangan itu. Dengan bekal tiga jeriken bekas yang masih bagus miliknya, mereka membuat sarana cuci tangan gratis secara mandiri. Peralatan yang dibutuhkan, diantaranya lem, keran air, dan cat. Total biayanya mencapai Rp 500 ribu.

‘’Semuanya murni swadaya warga, tak ada bantuan dari pemerintah,’’ ujarnya. Tiga jeriken air beserta sabun cair itu pun kini menghiasi tiga sudut jalan masuk di kampungnya.

Semua kerja sosial itu, menurut ayah tiga anak itu, tuntas dalam tempo dua hari. Semua warga menyambut sarana cuci tangan gratis itu dengan sukacita. ‘’Sejak adanya jeriken air dan sabun cair, mencuci tangan menjadi kebiasaan baru warga kami,’’ ujarnya.

Setiap dua hari sekali, dia dan warga lainnya secara bergiliran mengisi jeriken air yang kosong karena habis terpakai. Sedangkan sabun cair, diisi ulang setiap seminggu atau dua minggu sekali. Sebelum pandemi Covid-19, menurut Oni, semula warga tak terlalu peduli dengan kebersihan mencuci tangan atau kaki. Namun, setelah pandemi, warga mulai sadar dan kini peduli dengan kesehatan dan kebersihan.

‘’Awalnya, kami mewajibkan setiap warga untuk mencuci tangan atau kaki sebelum masuk ke dalam rumah. Tapi, makin lama, warga akhirnya menjadikan seruan wajib itu sebagai kebiasaan baru. Tanpa dioprak-oprak (diwajibkan) pun, mereka sudah sadar dan peduli mencuci tangan,’’ ungkapnya bangga.

Tri Hastuti, warga RT 08 mengaku senang dengan kehadiran sarana cuci tangan gratis di kampungnya. Apalagi, salah satu jerigen air berada tepat di depan rumahnya. ‘’Jadinya, cuci tangan lebih dekat dan praktis,’’ ungkapnya.

Kebiasaan baru itu pun menular pada cucu-cucunya, seperti Tesha (19) dan Angela (12), yang tak lupa mencuci tangan dan kakinya, saat berkunjung. ‘’Kalau setiap main ke sini, pasti cuci tangan dan kaki dulu, Biar tak mudah sakit, pastinya agar terhindar dari virus corona,’’ ujar keduanya kompak.

Kebiasaan mencuci tangan dan kaki sebelum masuk rumah, sediri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat tempo doeloe. Bagi masyarakat Jawa, tradisi baik ini dikenal sebagai padasan.

Tradisi padasan adalah kebiasaan mencuci tangan, kaki dan muka dalam masyarakat Jawa sebelum masuk ke dalam rumah. Di depan rumah masyarakat Jawa tempo doeloe, selalu tersedia sebuah gentong besar berisi air untuk sarana mencuci tersebut.

Bukan hanya untuk mencuci tangan, kaki dan wajah, padasan juga digunakan umat Islam untuk bersuci atau wudu, sebelum menunaikan ibadah salat. Tradisi padasan sendiri tak bisa dilepaskan dari aktivitas masyarakat Jawa saat itu yang banyak berkutat dengan alam, yakni bertani, beternak dan berkebun, sehingga badan mudah kotor.

Kini, saat pandemi Covid-19, masih belum berakhir, kearifan lokal itu kembali mencuat, dan menjadi kebiasaan baru yang membudaya di tengah masyarakat. Bahkan, tradisi mencuci tangan (dengan sabun) direkomendasikan oleh WHO untuk mencegah sedini mungkin penularan virus corona. Sebab, mencuci tangan dengan sabun dengan air yang mengalir, dapat mencegah penularan virus maupun bakteri penyebab berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19.

Wabah virus corona yang menghentakkan dunia, telah membuka mata kita, untuk menengok kembali ke belakang, menghidupkan lagi kearifan lokal yang lama dilupakan orang, menjadi kebiasaan dan budaya baru, demi kesehatan diri dan masyarakat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Panglima TNI Mutasi 47 Pati, Termasuk Kepala Bais

Letjen TNI Joni Supriyanto dari Kasum TNI menjadi Kabais.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Peringati Hari Santri, Menag: Santri Jadi Modal Masa Depan Bangsa

Hari Santri menjadi momentum, untuk meningkatkan pemberdayaan santri, agar pada masa depan, semangat santri sebagai pejuang bangsa terus menggema.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

PSBB Provinsi Banten Kembali Diperpanjang hingga 19 November

Gubernur Banten Wahidin Halim juga memberikan opsi perpanjangan PSBB dapat dilakukan kembali jika masih terdapat bukti penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Menag: Pesantren Rentan Penyebaran Covid-19, Tingkatkan Kewaspadaan

Pola interaksi dan komunikasi yang intens di dalam pesantren menjadi kebiasaan yang tidak menguntungkan.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk ODOL Habiskan Rp 43 T per Tahun

Pemerintah harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 43 triliun setiap tahunnya untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat banyaknya truk ODOL.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Antisipasi Klaster Perkantoran, Ribuan ASN di Kota Ternate Ikut Rapid Test

Selain perkantoran, rapid test juga digelar di ke kelurahan hingga sekolah.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Wali Kota Malang Perkuat UMKM Lewat Pasar Digital

Pertumbuhan ekonomi positif disumbang UMKM melalui ecommerce.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Ditjen Hubdat Anggarkan Rp 46 Miliar untuk Program Padat Karya

Ditjen Hubdat Kemhub mengalokasikan anggaran sebesar Rp 46 miliar untuk pelaksanaan program padat karya di 33 provinsi, 250 kabupaten/kota, dan 400-an desa.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Komisi V DPR Berkomitmen untuk Selesaikan Revisi UU tentang Jalan

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae berharap revisi UU Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan bisa mengatasi permasalahan pembangunan jalan di daerah.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Sesmenpora: Penguasaan Teknologi Penting untuk Dukung Wirausaha Muda

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menekankan penguasaan digital berperan penting untuk mendukung kewirausahaan pemuda.

NASIONAL | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS