Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan Meninggal Akibat Covid-19
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.61)   |   COMPOSITE 5822.94 (-13.51)   |   DBX 1088.19 (8.85)   |   I-GRADE 169.852 (-1.36)   |   IDX30 498.88 (-2.67)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.2)   |   IDXG30 135.508 (-0.92)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.7)   |   IDXQ30 145.713 (-1.12)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.62)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-0.12)   |   IDXV30 130.911 (1.39)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.08)   |   Investor33 428.541 (-2.35)   |   ISSI 170.173 (-0.31)   |   JII 616.286 (-0.44)   |   JII70 212.951 (-0.35)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.98)   |   LQ45 921.176 (-4.87)   |   MBX 1613.76 (-6.24)   |   MNC36 320.851 (-1.79)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.61)   |   SMInfra18 296.861 (-1.11)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.53)   |  

Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan Meninggal Akibat Covid-19

Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:27 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan menggencarkan penyemprotan cairan disinfektan dan pembagian Vitamin C untuk dikonsumsi warga binaan di lapas tersebut. Hal itu dilakukan pascameninggalnya Tamin Sukardi, seorang narapidana (napi) yang terlibat kasus penjualan aset negara dan suap hakim, karena terpapar Covid-19, pada Sabtu (24/10/2020).

Kepala Lapas Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico mengatakan, napi Tamin Sukardi yang dikenal sebagai konglomerat asal Medan, tidak meninggal dunia di Lapas Tanjung Gusta Medan. Pengusaha terkenal ini disebutkan meninggal dunia di rumah sakit khusus penanganan Covid-19 di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Pak Tamin Sukardi itu mulai menjalani perawatan di rumah sakit sekitar 3 Oktober kemarin. Sudah sekitar 22 hari tidak berada di lapas. Artinya, masa isolasi sesuai prosedur kan 14 hari, dan belum mempengaruhi situasi lapas, khususnya bagi warga binaan lain di dalam lapas ini," ujar Frans Elias, Minggu (25/19/2020).

Frans Elias belum mengetahui lokasi Tamin Sukardi terpapar virus corona. Pasalnya, saat dibawa keluar dari lapas, Tamin Sukardi dalam kondisi sakit. Meski demikian, Lapas Tanjung Gusta tetap mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 tersebut. Keselamatan warga binaan di lapas itu tetap diprioritaskan petugas lapas. Jumlah napi di lapas itu mencapai ribuan orang.

"Setiap harinya, petugas kita melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Penyemprotan di seluruh blok tahanan. Selain itu, petugas kita juga membagi - bagikan vitamin C, termasuk memberikan makanan bergizi terhadap warga binaan. Kita juga gencar sosialisasi protokol kesehatan di dalam lapas," jelasnya.

Ditambahkan, penerapan protokol kesehatan terhadap para napi ini dibarengi dengan pembagian masker. Petugas mengarahkan napi supaya terus menggunakan masker, mencuci tangan di wadah yang disediakan, menjaga jarak (3M) dan menghindari kerumunan. Petugas lapas pun terus mengawasi warga binaan untuk penerapan protokol kesehatan itu.

"Sampai sejauh ini, belum ada kendala yang sedang dihadapi petugas dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di dalam lapas. Bahkan, pemeriksaan suhu tubuh terhadap warga binaan juga setiap hari dilakukan. Pemeriksaan suhu tubuh juga diberlakukan terhadap pengantar makanan untuk para napi," sebutnya.

Seperti diketahui, pengusaha Tamin Sukardi bersama 4 hakim dan 2 petugas panitera terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada akhir bulan Agustus 2018 lalu. Mereka langsung dibawa ke Jakarta dengan penerbangan melalui Bandara Kualanamu. Seluruh barang bukti berikut berkas dalam kasus yang ditangani, juga turut dibawa.

Mereka yang diboyong itu meliputi, empat hakim yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) adalah Ketua PN Medan, Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Prasetyo Wibowo, dan dua hakim yakni, Sontan Marauke dan Merry Purba.Selain itu, dua panitera yang turut diamankan adalah Oloan Sirait dan Elfanti.

Sehari sebelum diamankan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), konglomerat Tamin Sukardi divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan selama enam tahun penjara. Pengusaha berusia 74 tahun itu dinilai hakim terbukti melakukan tindak pidana korupsi karena menjual tanah 106 hektar yang belum dihapus dari daftar aset negara.

Hakim yang menyidangkan perkara itu adalah Marsudin Nainggolan (Ketua PN) dan Wakil Ketua Prasetyo Wibowo dan Merry Purba. Putusan pengadilan itu lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Salman meminta agar Tamin dihukum 10 tahun penjara dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 132.468.197.742 miliar, sedangkan lahan 74 hektare di Pasar IV Desa Helvetia, dituntut untuk dirampas oleh negara. Setelah mendengar putusan pengadilan, pihak Tamin Sukardi menyatakan akan menempuh upaya banding.

Tamin Sukardi menjual lahan eks PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II yang berada di kawasan Helvetia, perbatasan antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Lahan itu dijual kepada PT Agung Cemara Reality sebesar Rp 132 miliar. Tamin juga didenda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan dan diwajibkan mengembalikan uang penjualan tanah, yang dianggap masih masuk dalam aset negara tersebut.

Saat itu, Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo menyatakan terdakwa Tamin Sukardi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sesuai dakwaan primer. Tamin Sukardi divonis hukuman penjara selama 6 tahun. Bahkan, jika uang pengganti tidak dibayar dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita dan dilelang.

Pengadilan juga memutuskan, bila hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar kerugian negara, maka dia harus menjalani pidana penjara selama 2 tahun. Kendati dinyatakan bersalah, hak penguasaan lahan yang dijual Tamin tidak disita negara. Tanah seluas 20 hektare dan 32 hektare di Pasar IV Helvetia, Labuhan Deli, Deli Serdang (bagian dari 126 hektare yang awalnya dikuasai PT Erni Putra Terari, yang digunakan Tamin untuk menjual 106 hektare lahan ke PT Agung Cemara Reality.

Sementara itu, hak penguasaan 74 hektare di Pasar IV Desa Helvetia, yang juga bagian dari 126 hektare yang awalnya dikuasai PT Erni Putra Terari kemudian dialihkan ke PT Agung Cemara Reality tetap dalam penguasaan PT Agung Cemara Realty sebesar Rp 236.250.000.000.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Irjen Napoleon Cs Jalani Sidang Kasus Red Notice Djoko Tjandra 2 November

Keempat terdakwa, yakni Irjen Napoleon, Brigjen Prasetijo Utomo, pengusaha Tommy Sumardi, dan Djoko Tjandra akan disidang perdana minggu depan.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Puluhan Ribu Ekor Ikan Mati di Danau Toba

Kondisi kekurangan oksigen ini juga mengakibatkan ikan dalam kerambah menjadi sulit bernafas dan akhirnya mati.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

PT DKI Kuatkan Putusan Pengadilan Tipikor terhadap Eks Kepala KPP PMA

Yul Dirga terbukti bersama-sama menerima suap dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) dan Chief Financial Officer Wearnes Automotive.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

28 Nakes di Padang Lawas Terpapar Covid-19

Sebanyak 28 nakes yang terpapar itu dengan perincian 19 orang wanita dan 9 orang laki - laki.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Penangkapan Gus Nur Berdasarkan Bukti yang Dimiliki Kepolisian

Penangkapan Gus Nur tertung dalam Surat Perintah Penangkapan Nomor SP.Kap/171/X/2020/Dittipidsiber.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Tegakan Protokol Kesehatan, Polres Cilegon Telah Siap Hadapi Long Weekend

Momen libur panjang ini berbarengan dangan dilaksanakannya operasi Zebra Kalimaya 2020 mulai 26 Oktober hingga 8 November 2020.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Pandemi Covid-19, Relawan N4J dan YSKI Gencarkan Bantu Warga Tidak Mampu

Jadi Pane menyebutkan, penyaluran bantuan ini semakin digencarkan kepada masyarakat di berbagai kawasan di Medan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Pemkab Bengkulu Utara Pilih Air Padang Jadi Lokasi Pemakaman Jenazah Covid-19

Di Bengkulu Utara tercatat sebanyak 30 orang positif Covid-19.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Sembuh dari Covid-19, dr Arief Fadhillah: "Kini Kami Bisa Melayani Pasien Lagi..."

Dr Arief, mengaku memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi dan obesitas.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Gempa di Pangandaran Terasa hingga Yogyakarta

Selain Yogyakarta, getaran juga dirasakan di Kabupaten Bandung, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul dan Gunung Kidul.

NASIONAL | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS