Pasangan Bobby-Aulia Dinilai Unggul di Debat Kedua Pilkada Medan
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Pasangan Bobby-Aulia Dinilai Unggul di Debat Kedua Pilkada Medan

Minggu, 22 November 2020 | 11:08 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan, nomor urut 2, Bobby Nasution dan Aulia Rahman dinilai unggul secara telak dalam debat kandidat Pilkada Medan, Sabtu (21/11/2020) malam. Debat kedua bertema peningkatan pelayanan publik dan menjawab persoalan daerah, digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, di Hotel Grand Mercure Medan, Sumatera Utara (Sumut).

“Terlihat sekali, pasangan nomor urut 1 tegang, dan kaku. Hal itu juga disebabkan pakaian budaya yang terlihat seperti dipaksakan. Berbeda dengan pasangan nomor dua yang tampil kasual. Terlihat sangat fresh, rileks, dan sporty. Bobby dan Aulia terlihat sangat nyaman,” ujar tokoh masyarakat Sumut, RE Nainggolan kepada wartawan, Minggu (22/11/2020).

Pasangan nomor urut satu yang turut tampil dalam debat yang disiarkan TVRI secara langsung itu adalah pasangan Akhyar Nasution - Salman Alfarisi. Hanya dua pasangan itu yang ikut serta dalam kompetisi Pilkada Medan.

Pemimpin Umum Jurnal Pemerintahan yang juga sekretaris daerah provinsi (sekdaprov) Sumut periode 2008-2010 itu juga menyoroti secara khusus gestur dan “attitude” yang sangat kontras di antara kedua pasangan.

“Mungkin hal ini seolah bukan masalah besar, tetapi adab dan etika itu cerminan kepribadian seseorang. Pasangan nomor urut 1 ketika diundang, kita melihat langsung menuju tempatnya tanpa member hormat, baik ke audiens, KPU, tim juri, dan yang lain,” katanya.

RE Nainggolan yang masih aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan itu mengungkapkan, Bobby dan Aulia memperlihatkan sikap sebaliknya, yang penuh rasa hormat dan penghargaan ke semua pihak.

“Pasangan nomor urut 2 memberi gestur hormat kepada publik. Kemudian kalau bicara senantiasa menyampaikan hormat kepada moderator. Saya kira ini menggambarkan kepribadian dan kematangan seorang calon pemimpin, meskipun secara usia dia lebih muda,” katanya.

Tidak Relevan

Sementara itu, saat ditanya tentang materi debat, Nainggolan juga menilai banyak jawaban pasangan nomor urut 1 yang tidak relevan.

“Kita lihat sendiri, topik yang seharusnya menjadi fokus pembahasan adalah pelayanan publik, namun mereka justru bicara lebih banyak tentang jalan, perumahan , drainase, dan sebagainya," ujarnya.

Ini berbeda dengan Bobby dan Aulia yang memang langsung fokus pada penataan sistem pelayanan publik, aparatur, penyederhanaan birokrasi, yang kesemuanya merupakan inti dari pelayanan publik.

“Saya tidak ragu mengatakan, dari segi bobot nomor urut 2 jauh lebih holistik sekaligus tajam dalam memberi jawaban dan penjelasan atas semua topik,” katanya.

Pada bagian lain, RE menyebutkan salah satu fakta yang merugikan bahkan bisa disebut pukulan telak bagi pasangan nomor urut 1, yang juga selaku pelaksana tugas wali kota Medan, adalah klaim berulang bahwa Medan sudah jauh lebih baik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sangat tinggi dan pelayanan publik sangat baik.

“Akan tetapi, foto-foto yang ditayangkan justru sangat terbalik. Malah ada tayangan gubuk rewot, gang-gang yang keadaannya sangat memperihatinkan, pasar yang jorok dan penuh sampah, sungai yang kotor dan dan persoalan lainnya. Artinya, klaim dengan fakta seperti bertolak belakang,” ujarnya.

Menurutnya, soal pengelolaan waktu juga pasangan nomor urut 2 lebih unggul. “Mereka tampil taktis, efisien, dengan kalimat yang jelas, runtut, dan tertata. Pasangan nomor urut 1, mohon maaf, malah seperti tidak tidak terkontrol," katanya.

Akibatnya, banyak penjelasan yang menggantung karena waktunya telah habis,” ujarnya. Pada bagian akhir keterangannya, RE Nainggolan tidak saja menyatakan pasangan nomor urut 2 jauh lebih unggul, tetapi penampilan pasangan nomor urut 1 kali ini menurutnya malah menurun daripada debat pertama.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mengapa Pandemi Covid-19 Bisa Ganggu Kesehatan Mental?

Para remaja dan berusia lebih muda cenderung merasa cemas

NASIONAL | 22 November 2020

Jalan-jalan di Alam Membantu Tetap Waras Selama Pandemi

Pepohonan dan tanaman hijau membantu mengalihkan pikiran

NASIONAL | 22 November 2020

PWI Sumsel Ingatkan Wartawan Netral dalam Pemberitaan Pilkada

Wartawan harus menjaga independensinya, karena peran media sebetulnya menjadi pengawas dalam proses pilkada akhir tahun ini.

NASIONAL | 22 November 2020

Ini Upah Minimum di Jawa Barat, Kabupaten Karawang Tertinggi

Kabupaten Karawang memiliki upah tertinggi, yakni Rp 4.798.312 dan Kota Banjar terendah Rp 1.831.884,83.

NASIONAL | 22 November 2020

Realisasi Bantuan Sosial Tunai Capai 82%

bantuan sosial tunai tidak berdampak sosial semata-mata bagi keluarga penerima manfaat, tapi juga berdampak ekonomi yang lebih besar lagi

NASIONAL | 22 November 2020

Seorang Dokter di Jambi Meninggal Akibat Covid-19

Hasil uji swab terakhir menunjukkan, pasien sudah dinyatakan negatif. Namun, pasien akhirnya meninggal dan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

NASIONAL | 22 November 2020

Vaksin Terbukti Manjur untuk Mencegah Penyakit Tertentu

Vaksin sendiri adalah antigen atau zat aktif pada virus dan bakteri yang apabila disuntikkan, dapat menimbulkan reaksi sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus atau penyakit tersebut

NASIONAL | 22 November 2020

Ati-Sodikhin Soroti Isu Pengangguran di Cilegon

Di tahun 2019 tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Cilegon sebsear 9,64% dan di tahun 2020 meningkat menjadi 12,69%.

NASIONAL | 22 November 2020

Gempa Magnitudo 5 Getarkan Bengkulu

Gempa tersebut dirasakan dalam skala MMI III-IV di Kota Bengkulu dan skala II di Kepahiang

NASIONAL | 22 November 2020

Jatim Ajukan Diri jadi Tuan Rumah MTQ 2024

Jawa Timur mengajukan diri sebagai tuan rumah gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional pada tahun 2024.

NASIONAL | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS