Ekonom USU Ungkap Penyebab Investor Enggan Masuk Medan Sejak 2016
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Ekonom USU Ungkap Penyebab Investor Enggan Masuk Medan Sejak 2016

Minggu, 22 November 2020 | 11:32 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Ekonom Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Pratomo mengungkapkan, iklim investasi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), sangat buruk sejak tahun 2016. Saat itu, Medan dipimpin pasangan HT Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution sebagai wali kota dan wakil wali Kota Medan.

"Pola kepemimpinan pasangan ini tergolong tidak ramah terhadap iklim investasi. Kondisi ini membuat para pemodal semakin enggan masuk ke Medan untuk mengembangkan usaha," ujar Wahyu Pratomo di Medan, Minggu (22/11/2020).

Wahyu mengatakan, tolak ukur iklim investasi terlihat dari incremental capital-output ratio (ICOR) di ibu kota Sumut tersebut. ICOR, kata Wahyu, adalah indikator yang menunjukkan besaran modal untuk menghasilkan satu output.

Misalnya, ICOR=5 maka perlu Rp 5 juta untuk 1 output atau produksi barang. Kalau ICOR=7, itu artinya perlu investasi Rp 7 juta untuk satu output. Makin besar ICOR, maka semakin tidak efisien.

"Makin tinggi ICOR satu kota, maka pengusaha akan keluar lebih banyak modal untuk jajaki sebuah usaha. Investasi itu kan adalah jumlah uang yang dibelanjakan oleh pengusaha," ungkapnya.

Wahyu menyebutkan, ICOR Kota Medan, dari data 2019 lalu, sudah mencapai 7,2. Bandingkan dengan kota lainnya, misalnya Bandung (5,0), Surabaya (5,1) dan Makasar (6,0).

"Kota - kota lain itu cenderung turun ICOR-nya. Artinya, pemerintah masing-masing daerah iti sudah semakin baik mengelola kotanya," tambah Wahyu.

Ironisnya, tukas dia pula, di Medan indeks ICOR malah semakin tinggi. "Medan tahun 2016 itu sekitar 6,50 dan terus naik sampai 2019. Harusnya yang ideal itu di angka 4.0 hingga 5.0," lanjut Wahyu.

Bagaimana cara menurunkan indeks ICOR agar investor mau beramai-ramai datang berinvestasi di Kota Medan? Wahyu menjelaskan, masuknya investasi maka tentu akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) hingga menyerap tenaga kerja.

"Cara menurunkan ICOR itu sudah banyak dilakukan oleh pemerintah daerah lainnya. Misal, mempermudah perizinan, tidak ada lagi biaya-biaya pungli, sarana-prasarana yang diperlukan pelaku usaha terpenuhi," kata Wahyu.

Dari yang dia simak pada debat pertama, 7 November 2020 lalu, dan debat kedua pada Sabtu (21/11/2020) malam, salah satu cara menekan ICOR sudah masuk dalam program visi misi Bobby Nasution, Calon Wali Kota Medan Nomor Urut 2.

"Mal pelayanan publik yang bakal dibangun Bobby Nasution salah satunya untuk mengurangi biaya perizinan kan?" kata Wahyu.

Menurutnya, perlu ada koordinasi yang kuat dalam bentuk kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

"Jadi, bukan menonjolkan egosentris masing-masing OPD, seperti yang terjadi di Medan," ujarnya. Egosentris masing-masing OPD, membuat perizinan di Medan masih terpencar-pencar.

"Seolah di Medan ini tidak ada kepemimpinan," pungkas Wahyu.

Sebagaimana telah diungkap Bobby Nasution dalam berbagai kesempatan, solusi untuk menurunkan indeks ICOR adalah dengan mereformasi birokrasi. Di antaranya, membangun mall pelayanan publik.

Wahyu meyakini, suatu waktu Kota Medan akan memiliki bangunan terpadu yang di dalamnya bisa dilakukan segala macam bentuk pengurusan. Mulai dari perizinan, urusan kependudukan hingga perpajakan.

"Bangunannya nyaman, bagus, dingin. Masyarakat datang tak punya KTP, pulang langsung bawa KTP. Siap dengan cepat tanpa birokrasi yang ribet. Sekarang sudah zaman digital, kita akan manfaatkan itu di Medan," kata Bobby.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada Medan, Bobby Tegaskan Legitimasi Pemimpin Diukur dari Partisipasi Pemilih

Bobby - Aulia menyatakan memiliki tekad kuat membangun dan memajukan Kota Medan.

NASIONAL | 22 November 2020

Pasangan Bobby-Aulia Dinilai Unggul di Debat Kedua Pilkada Medan

Nainggolan juga menilai banyak jawaban pasangan nomor urut 1 yang tidak relevan.

NASIONAL | 22 November 2020

Mengapa Pandemi Covid-19 Bisa Ganggu Kesehatan Mental?

Para remaja dan berusia lebih muda cenderung merasa cemas

NASIONAL | 22 November 2020

Jalan-jalan di Alam Membantu Tetap Waras Selama Pandemi

Pepohonan dan tanaman hijau membantu mengalihkan pikiran

NASIONAL | 22 November 2020

PWI Sumsel Ingatkan Wartawan Netral dalam Pemberitaan Pilkada

Wartawan harus menjaga independensinya, karena peran media sebetulnya menjadi pengawas dalam proses pilkada akhir tahun ini.

NASIONAL | 22 November 2020

Ini Upah Minimum di Jawa Barat, Kabupaten Karawang Tertinggi

Kabupaten Karawang memiliki upah tertinggi, yakni Rp 4.798.312 dan Kota Banjar terendah Rp 1.831.884,83.

NASIONAL | 22 November 2020

Realisasi Bantuan Sosial Tunai Capai 82%

bantuan sosial tunai tidak berdampak sosial semata-mata bagi keluarga penerima manfaat, tapi juga berdampak ekonomi yang lebih besar lagi

NASIONAL | 22 November 2020

Seorang Dokter di Jambi Meninggal Akibat Covid-19

Hasil uji swab terakhir menunjukkan, pasien sudah dinyatakan negatif. Namun, pasien akhirnya meninggal dan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

NASIONAL | 22 November 2020

Vaksin Terbukti Manjur untuk Mencegah Penyakit Tertentu

Vaksin sendiri adalah antigen atau zat aktif pada virus dan bakteri yang apabila disuntikkan, dapat menimbulkan reaksi sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus atau penyakit tersebut

NASIONAL | 22 November 2020

Ati-Sodikhin Soroti Isu Pengangguran di Cilegon

Di tahun 2019 tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Cilegon sebsear 9,64% dan di tahun 2020 meningkat menjadi 12,69%.

NASIONAL | 22 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS