Anggota DPR: Kerusuhan di Manokwari Akibat Aparat Tidak Berlaku Adil
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-1.38)   |   COMPOSITE 5059.22 (-5.72)   |   DBX 933.73 (-1.69)   |   I-GRADE 135.366 (-0.39)   |   IDX30 427.201 (-1.97)   |   IDX80 111.513 (-0.46)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.29)   |   IDXG30 118.405 (-0.35)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-1.63)   |   IDXQ30 125.347 (-0.68)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.28)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.22)   |   IDXV30 105.043 (-0.29)   |   INFOBANK15 803.622 (0.32)   |   Investor33 371.182 (-0.62)   |   ISSI 148.056 (-0.35)   |   JII 539.107 (-3.56)   |   JII70 182.679 (-0.98)   |   KOMPAS100 996.599 (-2.49)   |   LQ45 780.316 (-3)   |   MBX 1404.61 (-1.45)   |   MNC36 278.843 (-0.42)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.44)   |   SMInfra18 242.356 (-1.53)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.3)   |  

Anggota DPR: Kerusuhan di Manokwari Akibat Aparat Tidak Berlaku Adil

Selasa, 20 Agustus 2019 | 10:03 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Peristiwa yang berujung pada penangkapan terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur dan mencapai klimaksnya berupa kerusuhan massa di Manokwari serta Sorong, Papua Barat, terjadi sebagai akibat dari sikap aparat penegak hukum yang tidak adil dalam penegakan hukum.

“Perlakuan tidak adil itu terutama dialami para mahasiswa Papua. Mereka diperlakukan seperti teroris,” ujar anggota DPR dan juga anggota Kaukus Parlemen Papua di DPR RI, Jimmy Demianus Idjie kepada Suara Pembaruan, Selasa (20/8/2019) di Jakarta.

Jimmy Demianus Idjie mengatakan, setiap tahun selalu ada peristiwa di asrama mahasiswa Papua di Kalasan, Tambaksari, Surabaya. Dalam kejadian-kejadian itu, kata Jimmy Demianus Idjie, para mahasiswa Papua selalu menyaksikan bagaimana aparat memperlakukan mereka dengan sangat kasar dan penuh caci maki.

“Anak-anak Papua dicaci maki dengan kata-kata yang sangat kasar merendahkan harkat dan martabat orang Papua. Kata-kata yang berbau rasis dialamatkan kepada anak-anak Papua. Aparat yang harusnya menjadi pelindung tetapi tidak lagi mencerminkan hal itu,” ujar Jimmy Demianus Idjie, yang juga anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Namun sebegitu jauh perlakuan-perlakuan kasar dan tidak terpuji dilakukan para aparat tersebut, kata Jimmy Demianus Idjie, tidak pernah ada seorang pun dari aparata itu yang ditindak atau diproses hukum karena tindakan mereka yang menghina rakyat.

Dalam peristiwa di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Sabtu (17/8/2019), kata Jimmy Demianus Idjie, perlakuan tidak adil itu kembali terjadi. Sejumlah 23 mahasiswa Papua, kata dia, kembali diperlakukan seperti teroris.

“Kalau kita lihat videonya di mana aparat menyerbu asrama mahasiswa Papua seperti hendak menangkap teroris,” kata Jimmy Demianus Idjie.

Padahal, kata dia, tidak satu pun dari mahasiwa Papua di asrama itu yang besenjatakan parang, pisau, tombak atau senjata tajam lainnya, sehingga seharusnya aparat tidak memperlakukan mereka seperti itu.

“Hal itu sebenarnya pemicu amarah sehingga terjadi akumulasi emosi rakyat di beberapa kota di Papua, karena lagi-lagi melihat aparat berlaku tidak adil,” kata Jimmy Demianus Idjie yang terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Papua Barat.

Karena itu, sebagai wakil rakyat Papua yang duduk di DPR dan juga anggota kaukus Papua di parlemen RI, Jimmy Demianus Idjie mendesak agar Kapolri untuk berlaku adil menyelesaikan masalah ini.

Menurut Jimmy Demianus Idjie, Kapolda Jatim dan Kapolres Surabaya harus bertanggung jawab atas peristiwa yang telah sangat merugikan kehidupan rakyat ini.

“Kapolda Jatim dan Kapolres Surabaya agar dicopot dari jabatannya sebagai wujud tanggung jawab mereka,” tegas Jimmy Demianus Idjie.

Jimmy Demianus Idjie mengaku bahwa pihaknya juga sudah pernah menyaksikan sendiri perlakuan-perlakuan tidak adil aparat kepada warga Papua. Dan peristiwa itu selalu saja berulang dan hal itu disaksikan terjadi lagi untuk kesekian kalinya di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

“Apakah aparat sepertinya punya kebencian terhadap orang Papua. Itu sudah menjadi sesuatu yang tidak usah kita sembunyikan,” kata Jimmy Demianus Idjie.

Ia pun meminta agar Panglima TNI maupun Kapolri, harus mendidik anak buahnya agar harus berlaku adil dalam melakukan penegakan hukum. “Kalau menegakkan hukum, tegakan selurus-lurusnya tidak membedakan siapa dia,” kata Jimmy Demianus Idjie.

Jimmy Demianus Idjie juga meminta Kapolri untuk mencari tahu serta menangkap siapa oknum yang diduga telah menurunkan Bendera Merah Putih di asrama mahasiswa Papua.

“Sebab bisa saja ada orang yang memanfaatkan situasi emosional mahasiswa Papua untuk menimbulkan kegaduhan dan tujuannya untuk menciptakan ketidakamanan dalam masyarakat,” tegas Jimmy Demianus Idjie.

Di bagian lain, Jimmy Demianus Idjie mengkritis pula para pemimpin Papua mulai dari gubernur, wali kota, dan bupati agar tidak hanya nanti ada kejadian baru turun memerhatikan para mahasiswa Papua.

“Gubernur, wali kota, dan para bupati di Papua, agar menyediakan waktu yang cukup berkunjung melihat kondisi mahasiswa Papua di berbagai tempat studi di Indonesia. Apakah mereka apakah mereka kuliah, sakit, dan lainnya. Sehingga kalau ada masalah yang menghambat bisa dengan cepat diselesaikan dan anak-anak Papua bisa sukses dalam setiap studi mereka,” ujar Jimmy Demianus Idjie .



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Zaken Kabinet Bukan soal Parpol dan Nonparpol

Untuk membentuk zaken kabinet, asal-usul calon menteri dapat berasal dari mana saja, baik itu parpol, ormas maupun profesional atau perorangan.

POLITIK | 20 Agustus 2019

Presiden Dinilai Langgar UU Jika Umumkan Kabinet Sebelum Dilantik

"Pengumuman kabinet sebelum 20 Oktober 2019 jelas tidak bisa dilakukan mengingat sebelum tanggal itu Joko Widodo belum sah sebagai presiden periode 2019-2024."

POLITIK | 20 Agustus 2019

3.000 Peserta Hadiri Muktamar PKB di Bali

Muktamar dijadwalkan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

POLITIK | 20 Agustus 2019

Fadli Zon Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Ada Masalah

Tidak ada masalah dengan pemindahan Ibu Kota Negara ke daerah lain.

POLITIK | 19 Agustus 2019

Pilih Jaksa Agung dari Nonparpol, Gerindra Apresiasi Jokowi

rencana Presiden Jokowi memilih Jaksa Agung dari non partai politik sudah tepat

POLITIK | 19 Agustus 2019

Jokowi Keberatan Gagasan Memilih Presiden Melalui MPR

Presiden Joko Widodo masih mempertanyakan alasan dikembalikannya sistem pilpres ke sistem yang lama.

POLITIK | 19 Agustus 2019

Jokowi Bertemu Darmin Nasution dan Siti Nurbaya di Istana

Belum diketahui pertemuan kepala negara dengan Darmin dan Siti Nurbaya membahas soal apa. Sebab agenda tersebut bersifat internal.

POLITIK | 19 Agustus 2019

Jokowi Panggil Menristek Dikti ke Istana

Menristek Dikti M. Nasir mengatakan pihaknya mengajukan dana khusus kepada Presiden Jokowi hingga mencapai Rp 6 triliun untuk riset dan inovasi.

POLITIK | 19 Agustus 2019

Presiden: Emosi Boleh, Memaafkan Lebih Baik

Presiden menyatakan bahwa sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, yang paling baik adalah saling memaafkan.

POLITIK | 19 Agustus 2019

Megawati Ungkap Alasan Pilih Risma Jadi Ketua DPP PDIP

Megawati Soekarnoputri melihat Tri Rismaharini sebagai sosok yang berprestasi.

POLITIK | 19 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS