Hadapi Tantangan Global, Dibutuhkan ASN yang Smart Power
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Hadapi Tantangan Global, Dibutuhkan ASN yang Smart Power

Minggu, 24 Mei 2020 | 13:34 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu aset birokrasi yang diharapkan bisa mewujudkan cita-cita pemerintahan berkelas dunia pada 2024. ASN harus menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, seperti digitalisasi, globalisasi, information overload, maupun tantangan saat ini yaitu pandemi Covid-19.

Tidak bisa dipungkiri bahwa globalisasi dan digitalisasi menuntut ASN, khususnya ASN milenial untuk menjadi generasi pembelajar atau lifelong learner. Tidak hanya menerima, tetapi juga beradaptasi dan mengikuti perubahan ke arah yang positif. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masif saat ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ASN untuk memenangi persaingan global.

Untuk menghadapi tantangan dalam persaingan global, ASN tidak boleh hanya sekadar bekerja menjalankan tugas-tugas rutin saja atau business as usual. Diplomat muda Kementerian Luar Negeri Dinie Suryadini Mukti Arief mencontohkan kondisi pandemi Covid-19 sebagai sebuah kondisi dimana ASN harus adaptif, responsif, inovatif, dan kreatif terhadap sebuah perubahan. Bahkan ASN harus bisa menyesuaikan diri dengan the new normal yang diramalkan akan terjadi setelah pandemi Covid-19 berakhir.

"Jadi ketika kita masuk ke kantor kita harus benar-benar menyadari ada new normal dan kita harus beradaptasi sehingga hal tersebut tidak mempengaruhi produktivitas kita," ujar Dinie saat menjadi pembicara dalam "Bincang Inspirasi ASN", beberapa waktu lalu.

Dinie menambahkan, penggunakan cara-cara cerdas atau smart power juga dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global. Generasi milenial yang sering disebut sebagai digital natives bisa memanfaatkan teknologi untuk membuka cakrawala berpikir dan memandang teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap/perilaku.

Bersamaan dengan perkembangan teknologi yang masif serta digitalisasi informasi, milenial juga dihadapkan pada information overload. Kondisi ini tidak jarang menyebabkan paradox of plenty, di mana informasi yang ada sangat melimpah namun tidak dimanfaatkan dengan baik atau bahkan disalahgunakan.

"Kita sebagai ASN harus mampu memilah informasi yang begitu melimpah menjadi ilmu yang berharga. Jadi jangan sampai teknologi yang mengatur kita," imbuh Dinie.

Selain dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual dan ketrampilan yang mumpuni, ASN milenial harus memiliki kemampuan kolaboratif. Artinya, generasi milenial yang lebih menyukai cara kerja yang cepat, fleksibel, dan dinamis harus bisa berkolaborasi dengan generasi terdahulu yang memiliki pola kerja berbeda. ASN milenial kerap melontarkan ide atau gagasan segar yang dapat mendukung peningkatan kinerja di organisasi. Namun kemudian oleh generasi terdahulu sulit untuk memahami isu yang disampaikan oleh milenial, karena kurangnya dialog atau komunikasi.

"Disinilah nilai dimana ASN milenial bisa menjadi bridge builder di antara generasi-generasi yang ada. Jadi kita berkolaborasi dengan dialog dan menyampaikan gagasan dengan alasan-alasan logis," tutur Dinie.

Sebagai seorang diplomat yang sudah berpengalaman bekerja di dalam dan luar negeri, menurutnya, untuk menjawab tantangan dan tuntutan sebagai ASN milenial tentu tidak mudah. Dinie menyampaikan ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh ASN untuk menumbuhkan optimisme dalam menghadapi tantangan sebagai ASN berkelas dunia.

Pertama, keluar dari zona nyaman (comfort zone). Kita harus selalu menangkap kesempatan yang ada dan meraih sesuatu bukan untuk mendapat imbalan atau penghargaan, melainkan untuk memperkaya ilmu dan pengalaman. "Karena itu lebih rewarding. Jangan takut untuk mencoba hal baru," kata Dinie.

Kedua, constant learning. Profesi ASN tentu menuntut kita untuk terus menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Mengabdi di Kementerian Luar Negeri, Dinie yang berlatar belakang hukum awalnya menggeluti bidang hak asasi manusia (HAM) yang tidak jauh dari latar belakang pendidikannya. Namun kemudian ia harus ditempatkan di fungsi ekonomi dan harus mempelajari ilmu baru agar bisa melaksanakan tugasnya secara optimal sebagai diplomat di negara perwakilan maupun saat sudah kembali ke dalam negeri.

Ketiga, sebagai ASN kita harus siap melakukan pekerjaan di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kita atau bekerja di luar panggilan tugas. Kesempatan ini bisa dijadikan peluang untuk mendapatkan pengalaman dan skill baru.

"Ini disebut dengan beyond the call of duty. Kita harus sigap ketika melakukan pekerjaan dengan totalitas," pungkas Dinie.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polri Ungkap Sabu 821 Kilogram

"Ini prestasi yang cukup luar biasa," kata Herman Herry.

POLITIK | 24 Mei 2020

Ini Pesan Idulfitri Presiden Jokowi Bagi Umat Muslim

Seorang umat Muslim dianggap lulus bila ia berubah menjadi lebih baik dan lebih bertakwa setelah menjalani puasa.

POLITIK | 23 Mei 2020

Idulfitri di Istana Bogor, Presiden Tidak Mudik ke Solo

Presiden Jokowi memastikan tidak akan mudik ke Solo pada Lebaran tahun ini.

POLITIK | 23 Mei 2020

Presiden Rayakan Hari Raya Idulfitri di Istana Bogor

Presiden Joko Widodo akan memperingati hari raya Idulfitri 1441 Hijriah di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020).

POLITIK | 23 Mei 2020

KPU Bantah Ada Kebocoran Data

KPU pastikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilih pada Pemilu 2014 lalu dalam keadaan aman

POLITIK | 22 Mei 2020

Bamsoet Bantah Konser Amal Virtual Telan Biaya Miliaran

Ketua MPR Bambang Soesatyo bantah penyelenggaraan konser virtual untuk kebutuhan amal menelan biaya miliaran rupiah dan mengabaikan physical distancing.

POLITIK | 22 Mei 2020

Berdamai dengan Covid-19 Tidak Berarti Negara Kalah

Politisi PDI Perjuangan Ansy Lema membela rencana Presiden Jokowi untuk hidup berdamai dengan Covid-19 dalam new normal.

POLITIK | 22 Mei 2020

Data KPU yang "Bocor" Ternyata Memang Bisa Diakses Siapa Saja

Soft file data bocor KPU tersebut sesungguhnya bisa diakses publik untuk mencermati pendataan pemilih.

POLITIK | 22 Mei 2020

Mahfud MD: Arab Saja Anjurkan Salat Ied di Rumah

Menko Polhukam, Mahfud MD mengungkapkan, jangankan Indonesia, Arab Saudi saja menginstruksikan salat ied di rumah.

POLITIK | 22 Mei 2020

Azis Syamsuddin: Tidak Ada Ketentuan Batas Waktu Pengesahan RUU

Tidak ada tenggang waktu yang ditetapkan secara pasti untuk dijadikan sebagai alat ukur menetapkan UU.

POLITIK | 22 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS