Puan Maharani: Indonesia Butuh Gotong Royong Berskala Besar
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Puan Maharani: Indonesia Butuh Gotong Royong Berskala Besar

Senin, 1 Juni 2020 | 15:13 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR RI Puan Maharani, mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020 secara virtual dari rumah dinas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan itu, Puan Maharani bertugas membacakan naskah Pembukaan UUD 1945 sebagai bagian dari rangkaian upacara yang diikuti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan seluruh pimpinan lembaga negara.

Puan Maharani mengatakan, pada 75 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno berpidato di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Di dalam pidatonya tersebut, Bung Karno memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara kita Indonesia.

"Itulah sebabnya mengapa tanggal 1 Juni dinyatakan sebagai Hari Lahir Pancasila," kata Puan Maharani.

Puan Maharani menjelaskan, Bung Karno di dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945 menyatakan bahwa intisari dari Pancasila adalah gotong royong.

Gotong royong dijelaskan Soekarno sebagai suatu paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. Gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama.

Bung Karno menyatakan bahwa amal semua buat kepentingan bersama, keringat bersama buat kebahagiaan bersama.
"Ho lopis kuntul baris buat kepentingan bersama. Itulah gotong royong. Gotong royong adalah jiwa bangsa Indonesia, jiwa persaudaraan, jiwa kekeluargaan, jiwa kerja bersama," kata Puan Maharani.

Saat ini, lanjut Puan Maharani, kita bersama sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada aspek kesehatan dan juga telah melumpuhkan seluruh aktivitas masyarakat di bidang sosial, ekonomi, budaya, hingga kegiatan bersama keagamaan.

Penanggulangan pandemi Covid-19 membutuhkan kerja bersama, gotong royong dari semua komponen bangsa, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

"Alhamdulillah, dalam menghadapi pandemi Covid-19, saya melihat jiwa gotong royong yang terpancar di tengah rakyat Indonesia," kata Puan Maharani.

Seperti yang terjadi di Cimahi, Jawa Barat, kata Puan, ada satu daerah yang antartetangganya rukun membantu menyediakan makanan untuk salah satu warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan positif terjangkit corona.

"Lalu ada di Desa Jambanan, Sragen saya melihat beritanya ketika salah satu warga desa pulang ke rumah setelah dinyatakan sembuh dari virus corona, para warga desa menyambutnya dengan meriah sudah seperti acara syukuran," ujar Puan Maharani.

Puan Maharani mengatakan, di daerah pemilihannya saat pemilu legislatif meliputi Solo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, juga banyak terjadi antarwarga saling membantu bersama-sama menghadapi dampak sosial ekonomi dari pandemi Covid-19.

Memang untuk melawan Covid-19, kita jangan hanya terpaku pada istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tetapi yang Indonesia juga butuhkan saat ini adalah Gotong Royong Berskala Besar.

"Saya tekankan kembali, Indonesia saat ini butuh Gotong Royong Berskala Besar," kata fungsionaris PDI Perjuangan ini.

Sebagai bagian dari Gotong Royong Berskala Besar, kata Puan Maharani, DPR RI selama beberapa bulan terakhir memfokuskan tugas konstitusional dalam melawan Covid-19 melalui fungsi pengawasan, fungsi anggaran, dan fungsi legislasi DPR.

Dikatakan, lebih dari 150 rapat DPR pada masa persidangan periode 30 Maret 2020 hingga 12 Mei 2020 berkaitan dengan penanggulangan Covid-19 dan dampaknya, sebagai bagian dari menjalankan fungsi pengawasan.

DPR, kata Puan Maharani, mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru dalam melaksanakan The New Normal, agar tidak memunculkan kebingungan baru di masyarakat.

"Diperlukan pra kondisi dan protokol yang dipahami bersama dengan masyarakat, sebab rincian new normal untuk setiap jenis kegiatan dan wilayah tentu berbeda-beda," kata Puan Maharani.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada di Tengah Covid-19, KPU Tidak Ingin Tragedi Korban Pemilu Terulang

Peristiwa kelam wafatnya ratusan petugas pada Pemilu 2019 menjadi pengalaman kemanusiaan yang tidak boleh terulang.

POLITIK | 1 Juni 2020

Cegah Golput Lewat Sosialisasi Pilkada

Komisi II DPR mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara masif melakukan sosialiasi pilkada Serentak 2020 kepada masyarakat terkait Pilkada 2020

POLITIK | 1 Juni 2020

Baru Dikeluarkan, Peraturan New Normal Kemdagri Direvisi

Dengan adanya Kepmendagri new normal yang baru, maka aturan dalam Kepmendagri yang dikeluarkan tiga hari sebelumnya tidak berlaku.

POLITIK | 1 Juni 2020

Inilah Kilas Sejarah Hari Lahir Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila mengacu pada sejarah dicetuskannya Pancasila pada 1 Juni 1945 oleh Presiden pertama, Sukarno.

POLITIK | 1 Juni 2020

Anggota DPR: Libatkan Lebih Banyak Elemen Masyarakat Sosialisasikan Pilkada

Anggota Komisi II DPR Endro Suswantoro Yahman mengatakan KPU perlu membuat terobosan secara cerdas agar kualitas demokrasi tidak menurun,

POLITIK | 1 Juni 2020

Pancasila Representasi Kebersamaan di Segala Zaman

Pancasila disebut dalam sebuah forum yang cukup merepresentasikan kebersamaan seluruh elemen bangsa di Tanah Air.

POLITIK | 1 Juni 2020

Azis Syamsuddin Berharap Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Lawan Covid-19

Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin berharap, hari lahir Pancasila dapat menjadi momentum bangkitnya kembali gotong royong di tengah pandemi Covid-19.

POLITIK | 1 Juni 2020

Gerindra Usul Bansos Tunai Covid-19 Diperpanjang Hingga Desember

Bila Covid-19 ini terlalu berkepanjangan, maka sektor bisnis dan produksi bisa terpuruk semakin dalam.

POLITIK | 1 Juni 2020

Petinggi PAN Minta Rakyat Aktualisasikan Pancasila dengan Sabar Hadapi Pandemi

Menurut Saleh, dalam situasi seperti ini, nilai-nilai Pancasila perlu diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

POLITIK | 1 Juni 2020

Ini Refleksi Megawati dan PDIP di Hari Lahir Pancasila

Megawati merasa bangga di tengah kesulitan hidup akibat pandemi Covid-19, Indonesia diakui dunia sebagai nomor satu dalam kerja gotong royong.

POLITIK | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS