Dokter di Amerika Nilai Trampolin Berbahaya Bagi Anak-Anak

Dokter di Amerika Nilai Trampolin Berbahaya Bagi Anak-Anak
Bermain trampolin tanpa pengawasan orang dewasa yang terlatih, bisa berbahaya bagi anak-anak. ( Foto: americanprofile )
Jumat, 28 September 2012 | 14:17 WIB
Sebagian besar cedera terjadi ketika trampolin digunakan lebih dari satu orang.

Dokter-dokter di Amerika Serikat menyatakan bahwa anak-anak seharusnya dicegah menggunakan trampolin karena alat ini dinilai berbahaya bagi kesehatan.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengestimasi bahwa hampir 98.000 orang mengalami cedera setiap tahun di AS karena trampolin dan kebanyakan dari mereka yang cedera ini adalah anak-anak.

Pakar keamanan di Inggris mengatakan permainan ini bisa menjadi olahraga yang menyehatkan dan menyenangkan. Anjuran dari AAP yang diperbarui mengatakan para dokter anak-anak perlu untuk “secara aktif dicegah” menggunakan trampolin.

Dr Michele LaBotz yang ikut menulis AAP mengatakan keluarga-keluarga perlu tahu bahwa banyak cedera terjadi dan data terbaru tidak memperlihatkan bahwa tambahan lapisan tidak secara signifikan mengurangi risiko cedera.

Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan cedera terjadi ketika lebih dari satu orang memakai trampolin itu secara bersamaan.

Anak-anak di bawah usia lima tahun cenderung mengalami kecelakaan serius dengan 48% cedera di grup ini memperlihatkan cedera berupa retak tulang atau pergeseran tulang.

Sejumlah cedera bahkan bisa fatal – misalnya kegagalan usaha melakukan gerakan jungkir balik berulang kali menyebabkan cedera leher dan tulang belakang.

Namun Royal Society for the Prevention of Accidents (Rospa) dari Inggris mengatakan bahwa bermain trampolin bisa dinikmati dengan aman jika beberapa aturan sederhana diikuti.

Misalnya, menempatkan trampolin di permukaan lebih lunak seperti di halaman tanah ketimbang di atas lantai keras seperti semen dan tentu saja disertai jaring pengaman.

“Namun jaring pengaman bukanlah pengganti bagi keberadaan orang dewasa yang harus menjagai,” kata juru bicara Rospa.

Lebih dari setengah kecelakaan trampolin terjadi ketika anak-anak dijagai oleh orang dewasa, namun menggunakan supervisi orang yang sudah berpengalaman.

Catatan di Inggris memperlihatkan pada 2002, 11.500 orang di Inggris berakhir dirawat di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan trampolin – jumlah pertambahan lebih dari 50% dalam lima tahun.