Sido Muncul Lanjutkan Program Operasi Katarak Gratis

Sido Muncul Lanjutkan Program Operasi Katarak Gratis
Irwan Hidayat (ke-3 dari kiri) dan Haryanto Arbi (2 dari kiri) berbincang dengan pasien operasi katarak, Sabtu (13/10) di Kudus. ( Foto: Suara Pembaruan/Stefy Thenu )
Stefi Thenu / FER Minggu, 14 Oktober 2018 | 16:31 WIB

Kudus - Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara. Jumlah penderita katarak di Indonesia sebesar 1,5 persen per 2 juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami katarak.

Ketidaktahuan masyarakat bahwa katarak bisa disembuhkan dengan operasi, juga ketidak cukupan biaya untuk pengobatan menjadi alasan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk untuk melakukan program operasi katarak gratis.

"Dulu, sulit sekali mencari pasien katarak. Kami sampai meminta bantuan anggota Babinsa TNI untuk mencari dan menemukan warga penderita katarak, khususnya warga tak mampu," ujar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, saat operasi katarak gratis di Rumah Sakit Kumala Siwi Kudus, Sabtu (13/10).

Hingga kini, kata Irwan, tercatat sudah ada 51.513 mata yang telah dioperasi berkat program tersebut. Tahun ini, sedikitnya sudah ada 1.500-an mata penderita katarak yang telah dioperasi. Pihaknya menginginkan program serupa terus berjalan demi membantu pengidap katarak dari kalangan kurang mampu.

"Operasi mata katarak ini, merupakan kesempatan berbuat baik kepada sesama. Kalau tidak ada orang susah, sebagai orang beragama kita tidak bisa berbuat baik," tuturnya.

Irwan menuturkan, orang yang kehilangan penglihatan itu sudah kehilangan separuh dari hidupnya. "Dengan bisa melihat secara jelas, kita bisa menikmati indahnya alam, melihat anak cucu dan keluarga," tuturnya.

Di Kudus, operasi dilakukan terhadap 37 warga penderita katarak. Mereka tidak hanya datang dari Kudus, tapi juga dari daerah di sekitarnya.

Direktur Rumah Sakit Kumala Siwi, Suswanto mengatakan, dari hasil seleksi terhadap 76 warga, terpilih 37 orang yang siap dioperasi. Program sosial ini, sangat membantu warga yang tak memiliki cukup biaya untuk mengatasi katarak.

Menurut Suswanto, sebagian besar penderita katarak akibat kurangnya asupan gizi. Faktor lain yang turut menjadi penyebab yaitu karena mata yang terlampau sering terkena polusi dan debu.

Mantan atlet bulutangkis nasional dan bintang iklan Sido Muncul, Hariyanto Arbi mengatakan, banyak masyarakat yang berminat mengikuti operasi katarak gratis. Hanya saja, sebagian dari mereka yang telah mendaftar tidak lolos saat diseleksi.

"Bagi yang tidak lolos karena mungkin punya diabetes, mereka boleh kembali mendaftar pada operasi berikutnya, sembari mempersiapkan diri," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan