Keguguran Berulang Dapat Dideteksi dengan Laparoskopi

Keguguran Berulang Dapat Dideteksi dengan Laparoskopi
Ikustrasi perempuan hamil ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Minggu, 14 Oktober 2018 | 22:37 WIB

Jakarta- Beberapa kali keguguran saat hamil memang menyedihkan. Apalagi buah hati yang ditunggu-tunggu belum juga datang. Seorang wanita dikatakan menderita keguguran berulang, atau abortus habitualis, jika ia mengalami keguguran tiga kali atau lebih berturut-turut.

Definisi medis menyebutkan keguguran adalah keluarnya hasil konsepsi (pembuahan) sebelum 20 minggu. Beberapa kategori keguguran menurut dunia kedokteran adalah: gangguan pre-embrionik jika keguguran terjadi kurang dari 8 minggu usia kehamilan, kegagalan embrionik jika keguguran terjadi di antara 8 minggu sampai 3 bulan. Sementara, jika terjadi saat masuk trimester kedua, antara 3 bulan sampai 20 minggu, hal itu disebut kematian janin. Kategori ini akan mengindikasikan sumber masalahnya.

Berapa banyak kasus keguguran berulang? Menurut POGI (Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia) terdapat 15-20% pasien yang mengalami keguguran berulang dari jumlah total wanita hamil. Sementara Dr. Ichnandy A Rachman, SpOG, FMAS, CCD,spesialis kebidanan dan kandungan dari RSIA (Rumah Sakit Ibu & Anak) Budhi Jaya mencatat setiap minggunya tim dokter di rumah sakit tersebut menghadapi rata-rata 5 pasien baru dengan kasus keguguran berulang.

RSIA Budhi Jaya sendiri yang memiliki spesialisasi pada bidang infertilitas, mempunyai program Holistic Infertility Center (HIC). Program ini melakukan diagnosismenyeluruh pada pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan. Program HIC Budhi Jaya dikepalai oleh Prof. Dr. dr. Ichramsjah A Rachman, SpOG (K-FER).

Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa terjadi keguguran berulang?Dr. Ichnandy menjelaskan terdapat beberapa kondisi kesehatan yang merupakan penyebab keguguran,seperti:
Masalah genetik, misalnya kelainan kromosom dari pasangan suami isteri yang diturunkan ke bayinya
Gangguan hormonal, seperti polycystic ovaries (PCOS)yang menyebabkan haid yang tidak teratur atau berkepanjangan
Gangguan auto immune seperti sindrom antiphospholipid (APS) yang menyebabkan darah kental, pembekuan darah yang tidak semestinya.
Kelainan thrombophilia, kelainan pembekuan darah – darah lebih mudah membeku – terjadi sejak lahir
Kelainan anatomi seperti kelainan bentuk rahim dan panggul yang lemah

Untuk mengetahui penyebab keguguran salah satu dari di atas, pasien perlu menjalani tes darah.Tes darah ini misalnya untuk mengetahui apakah sistem imunnya overactive- yang bisa menyebabkan penolakan janin, atau ada kelainan darah seperti sindrom Hughes yaitu pengentalan darah berlebihan yang menghambat suplai gizi ke janin.

Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan antara lain biopsi dari lapisan rahim untuk memeriksa kadar hormon progesteron (hormon yang memastikan embrio tertanam dengan semestinya di rahim)setelah ovulasi. Selain itu, perlu dilakukan USG dan pemeriksaan dalam, untuk mengetahui adanya kekurangan anatomis. Pasangan suami isteri juga bisa memeriksakan apakah ada ketidaknormalan kromosom. Semakin cepat kelainan-kelainan iniditemukan, semakin mudah mengatasinya.

Laparaskopi

Namun,Dr. Ichnandy menjelaskan, “Terdapat juga kondisi keguguran berulang yang tidak diketahui penyebabnya, sehingga - sesuai konsensus infertilitas -perlu melihat ke bagian dalam tubuh, yang dilakukan dengan laparaskopi.”

Laparaskopi, merupakan istilah yang tidak asing bagi sebagian besar wanita usia produktif, bahkan banyak juga yang pernah mengalaminya. Laparaskopi diagnostik adalah pembedahan minim invasif untuk memeriksa organ dalam, terutama perut dan panggul. Tidak seperti teknik bedah konvensional yang menyayat bagian perut sepanjang belasan sentimeter, laparaskopi hanya membutuhkan sayatan kecil, antara 5 - 10 milimeter.

Ini berarti dengan laparaskopi risiko pendarahan dan bekas luka operasi dapat diminimalisir. Sehingga laparaskopi sering juga disebut operasi tanpa luka. Selain itu, pemulihan peristaltik menjadi lebih cepat karena sentuhan terhadap usus juga minimal, sehingga begitu selesai operasi gerakan usus bisa cepat pulih. Artinya waktu pemulihan yang lebih cepat.

Dokter yang juga merupakan ahli laparoskopi ini menjelaskan bahwa laparaskopi dapat mendeteksi beberapa penyebab keguguran seperti distorsi rongga rahim, salah satu penyebab keguguran berulang yang terjadi pada 10-15% kasus. Beberapa kasus kelainan bawaanyang menyebabkan keguguran berulang-seperti uterus didelpys, bicornis, unicornis, septum uterus. Selain itu, kelainan seperti sindrom asherman, fibroid dan polip rahim juga dapat didiagnostik dengan laparaskopi.(Lihat keterangan istilah di bawah).

Teknik laparaskopi sudah dikenal sejak akhir abad 20. Dr. Ichnandy- yang mengambil keahlian laparaskopiuntuk tatalaksana infertilitas dengan teknik terbaru (single port dan vaginal notes) di Belanda - ini menjelaskan bahwa kini teknik laparaskopi sudah semakin canggih.Besar alat yang digunakan 60% lebih kecil daripada awalnya. Sekitar 5 tahun terakhir, laparaskopi menggunakan teknik satu lubang dari yang sebelumnya tiga lubang.


Laparaskopi dapat dilakukan dengan anestesi lokal (pasien dalam keadaan sadar) atau anestesi umum (pasien tidak sadar). Kemudian dokter akan membuat sayatan kecil, biasanya di bawah pusar. Lalu tabung khusus dimasukkan melalui sayatan tersebut untuk mengalirkan gas karbondioksida, yang bertujuan untuk memompa organ. Pada beberapa kasus, dokter juga menyuntikkan zat pewarna melalui tabung – biasanya pada laparaskopi leher rahim untuk memeriksa tuba fallopi. Kemudian video kamera kecil dimasukkan melalui tabung. Kamera ini digerakkan di dalam tubuh untuk mengambil gambar dari organ dalam. Hasilnya akan digunakan oleh dokter untuk mencari penyakit atau kelainan pada tubuh.

Tergantung pada kondisi setiap pasien, dokter dapat menggunakan alat bedah lain dan membuat sayatan tambahan. Jika ditemukan masalah tertentu, seperti terjadinya pertumbuhan abnormal, maka dokter akan mengambil sampel jaringan dari lapisan perut untuk dianalisa dengan biopsy. Untuk mengakhiri pemeriksaan, dokter akan mengeluarkan laparaskop dan alat lainnya, kemudian sayatan dijahit. Area pemeriksaan akan diberi perban untuk perlindungan dan kenyamanan pasien selama pemulihan.



Sumber: Investor Daily