KPAI: Jamin Kesehatan Bayi Baru Lahir

KPAI: Jamin Kesehatan Bayi Baru Lahir
Ketua KPAI Susanto ( Foto: KPAI.Go.Id )
/ AB Senin, 15 Oktober 2018 | 16:42 WIB

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan bayi baru lahir melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  

"Pada masa 28 hari sejak dilahirkan, bayi harus dicakup oleh JKN untuk mengantisipasi bila harus mendapatkan perawatan lanjutan, meskipun belum didaftarkan oleh orangtuanya," kata Ketua KPAI, Susanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (15/10).

Dikatakan, Pasal 16 ayat (1) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang JKN menyatakan bayi baru lahir dari peserta jaminan kesehatan wajib didaftarkan paling lambat 28 hari sejak dilahirkan. Bunyi pasal tersebut sejalan dengan perjuangan KPAI selama ini, mengingat angka kematian balita tertinggi di Indonesia terjadi pada masa baru lahir sampai berusia 28 hari. Namun, pasal tersebut terkesan dinafikan oleh Pasal 104 yang menyebutkan Pasal 16 baru diberlakukan setelah tiga bulan sejak peraturan tersebut ditandatangani. 

Hal tersebut bertolak belakang dengan bunyi Pasal 108 yang menyatakan peraturan tersebut mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

"Akibatnya terjadi ketidakpastian dalam pelaksanaan di lapangan yang berpeluang menuai korban dan konsekuensi lain yang seharusnya bisa dihindari," ujarnya.

Karena itu, KPAI meminta pemerintah menghapus Pasal 104 agar pelaksanaan Pasal 16 dapat dilakukan segera setelah peraturan tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo.

KPAI juga mendorong BPJS Kesehatan segera melakukan sosialisasi terkait peraturan tersebut agar terjadi kesamaan pemahaman antara pemberi layanan kesehatan dan peserta JKN.

"Pelaksanaan JKN terkait kesehatan anak seharusnya mendahulukan kepentingan terbaik anak karena mereka adalah generasi penerus bangsa," katanya. 



Sumber: ANTARA