Warga Yogyakarta Lebih Tertib BAB daripada Jakarta

Warga Yogyakarta Lebih Tertib BAB daripada Jakarta
Deretan jamban di pinggir Sungai Martapura, Kalimantan Selatan ( Foto: Istimewa )
Dina Manafe / IDS Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:00 WIB

Jakarta - Direktur Kesehatan Lingkungan Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemkes, Imran Agus Nurali, mengatakan, hingga Oktober 2018 tercatat baru 23 dari total sekitar 520 kabupaten/kota yang mencapai 100% Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar pertama atau seluruh penduduknya tidak buang air besar (BAB) sembarangan. Dari 34 provinsi, baru Provinsi Yogyakarta yang 100% penduduknya tidak BAB sembarangan, sedangkan tujuh provinsi lain baru di atas 80%. Di antaranya adalah DKI Jakarta yang mencapai angka 95,26%, Bali dengan angka 91,94%, Kepulauan Bangka Belitung dengan angka 89,44% dan Jawa Tengah dengan angka 88,29%.

Sementara dua provinsi berada di posisi terendah, yaitu Papua Barat dengan angka 24% dan Papua dengan angka 17%. Sedangkan di tingkat desa, baru 57% dari total jumlah desa sekitar 74.000 yang punya akses sanitasi baik.

“Provinsi yang masih rendah ini dipengaruhi banyak faktor, seperti geografis yang sulit, termasuk budaya masyarakatnya. Misalnya, penduduk yang tinggal di pinggir sungai atau pantai. Mereka lebih mudah ke sana,” kata Imran di sela-sela acara penyerahan penghargaan kepada provinsi, kabupaten dan kota yang menerapkan STBM di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemkes), Jakarta, Kamis (18/10).

Menurut Imran, akses sanitasi kurang terutama di daerah kepulauan dan terpencil karena sulitnya kondisi geografis. Sedangkan di daerah sangat miskin dan kumuh, kemampuan menyediakan jamban dan air bersih sangat terbatas. Untuk daerah seperti ini, pemerintah membuat program picu perilaku, dan bekerja sama pihak lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk penyediaan sanitasi dan jamban.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat per tanggal 18 Oktober 2018, baru sebanyak 76% dari kepala keluarga di Indonesia yang punya akses sanitasi yang baik. Artinya, ada sekitar 29-30 juta penduduk yang masih buang air besar sembarangan, atau setara dengan jumlah penduduk Australia saat ini.

Hal ini disampaikan Direktorat Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas, Laisa Wahanudin. Menurut Laisa, belum semua provinsi, kabupaten dan kota yang memiliki akses sanitasi baik, sehingga mempengaruhi angka nasional yang juga belum mencapai di atas 80%. Masih kurangnya akses sanitasi ini menyebabkan Indonesia pernah tidak masuk dalam 181 negara yang punya akses sanitasi di atas 75% pada 2015 lalu.



Sumber: Suara Pembaruan