ASEAN Autism Games 2018 Siap Digelar

ASEAN Autism Games 2018 Siap Digelar
Acara peluncuran ASEAN Autism Games (AAG), di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat 19 Oktober 2018. ( Foto: Beritasatu Photo )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 19 Oktober 2018 | 21:12 WIB

Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Autism Games (AAG) 2018 yang akan berlangsung dari tanggal 20-21 Oktober 2018 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Soemantri, Jakarta Selatan.

Sebagai penyelenggara AAG 2018 adalah Yayasan Autisma Indonesia (YAI), London School of Public Relations (LSPR), London School Centre for Autism Awareness (LSCAA), Asia Pacific Development Centre on Disability (APCD), Pemerintah Jepang dan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia dari Thailand.

AAG 2018 juga didukung para mitra, yaitu Sekretariat ASEAN, ASEAN Autism Mapping, ASEAN Autism Network (AAN), Japan-ASEAN Integration Fund dan sector bisnis lainnya.

Chairman ASEAN Autism Network, Dang Uy Koe, mengatakan, peserta AAN 2018 akan memperlihatkan kepada semua orang bahwa penyandang autisme mampu berkompetisi dalam bidang olahraga.

"Dengan dukungan penuh dari keluarga dan komunitas, mereka juga bisa menjadi orang yang berprestasi. Semoga melalui ajang ini, lebih banyak orang yang bisa menghargai mereka," kata Dang Uy Koe, saat acara press conference AAG 2018, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (19/10).

Founder LSPR dan LSCAA, Prita Kemal Ghani, mengatakan, AAG 2018 diharapkan dapat menarik lebih dari 500 peserta yang terdiri dari para atlet dan keluarga, serta para pendukung yang berasal dari Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya.

"AAG 2018 digelar untuk mewadahi anak-anak dan remaja penyandang autisme agar bisa menyalurkan bakat mereka, khususnya di bidang olahraga," kata Prita.

Pendiri Yayasan Autisma Indonesia (YAI), Dr Melly Budhiman, mengatakan, tujuan utama dari AAG yang mempertandingkan dua cabang olahraga, lari dan renang, bukanlah unsur kompetisinya, namun lebih kepada rasa kebersamaan.

"Cabang olahraga lari dan renang dipilih karena sebagian besar penyandang autisme belum paham mengenai rules atau aturan lomba," kata Melly.

Melly menambahkan, Indonesia sendiri bakal menurunkan sebanyak 179 peserta, Filipina 6 peserta, Myanmar 13 peserta, Vietnam 3 peserta, Singapura 5 peserta, Malaysia 9 peserta, Laos 1 peserta, dan Thailand 1 peserta.

"Selain kedua cabang olah raga yang dilombakan, peserta dapat mengikuti permainan tradisional, seperti balap karung dan akan ada eksibisi permainan baru Dodgebee. Untuk ke depan, tidak menutup kemungkinan akan diperlombakan cabang olah raga lain," ujar Melly.



Sumber: BeritaSatu.com