Tren Kasus DBD Berkurang

Tren Kasus DBD Berkurang
Pasien DBD dirawat di RSUD Brebes. ( Foto: Beritasatu TV )
Dina Manafe / IDS Selasa, 12 Februari 2019 | 13:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) melaporkan tren kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah mulai berkurang. Jumlah kasus baru per 10 Februari tidak setinggi awal Januari 2019 lalu.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, beberapa kabupaten/kota berhasil menekan kasus baru, sehingga secara angka nasional menunjukkan tren berkurang. Namun, ia mengingatkan bahwa DBD masih dalam status waspada. Dengan kondisi hujan yang tidak menentu di bulan ini justru lebih berisiko.

“Karena sebentar hujan sebentar kering, sehingga menimbulkan banyak genangan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk. Karena itulah kita minta seluruh daerah untuk tetapi lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” kata Nadia saat dihubungi SP, Selasa (12/2) pagi.

Data Kemkes menunjukkan, pada tanggal 23 Januari, jumlah kasus masih mencapai 2.894 kasus, kemudian menurun drastis di tanggal-tanggal berikutnya sampai pada 9 Februari tercatat 269 kasus. Penambahan kasus baru naik turun, tetapi relatif lebih sedikit dari bulan lalu.

Secara nasional, total penderita DBD sejak sejak 1 Januari hingga 10 Februari mencapai 18.508 orang dengan kematian 185 orang. Kebanyakan kasus terjadi pada anak-anak. Jawa Timur masih merupakan provinsi dengan jumlah kasus dan angka kematian tertinggi. Sebanyak 3.074 penderita dengan 52 orang di antaranya meninggal di daerah ini. Di urutan kedua Jawa Barat dengan jumlah penderita 2461 orang, dan 18 meninggal. Disusul NTT, Jawa Tengah, dan Sulawesi Utara. Kabupaten/kota yang melaporkan DBD sebanyak 410 dari 33 provinsi, dan 259 di antaranya mengalami peningkatan kasus.

Daerah yang melaporkan kejadian luar biasa (KLB) sampai saat ini, yaitu Kabupaten Kupang dan Kabupaten Manggarai Barat (NTT), Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur), Kota Manado (Sulawesi Utara), serta Kabupaten Paser (Kalimantan Timur). Kabupaten Kapuas sudah menarik status KLB-nya, artinya kasusnya berkurang.



CLOSE