Ibu Hamil Tetap Bisa Berpuasa Selama Ramadan

Ibu Hamil Tetap Bisa Berpuasa Selama Ramadan
Pemeriksaan ibu hamil. ( Foto: Antara )
Bhakti Hariani / FER Rabu, 15 Mei 2019 | 18:45 WIB

Depok, Beritasatu.com - Meski sedang hamil, seorang wanita tetap bisa berpuasa. Dalam berbagai riset di seluruh dunia, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa puasa buruk bagi kesehatan ibu hamil. Namun, untuk mengetahui keamanan ibu hamil yang akan berpuasa, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu dan kontrol kehamilan secara teratur selama menjalankan puasa.

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) membahas hal ini dalam sebuah diskusi publik bertajuk "Tips dan Trik Puasa Aman Bagi Ibu Hamil" yang digelar di Auditorium Lantai 4 RSUI, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019). Diskusi publik dihadiri para ibu hamil dan juga mahasiswa kedokteran UI.

Dalam pemaparannya Dr dr Rima Irwinda, Sp.OG (K) dari Rumah Sakit Universitas Indonesia menuturkan, ibu hamil tidak perlu merasa takut bahwa jika berpuasa maka berat badan janin akan kecil atau rendah saat lahir nanti. Puasa tidak menyebabkan berat badan janin menjadi berkurang.

"Puasa baik untuk kesehatan ibu hamil. Asalkan juga diperhatikan asupan nutrisinya. Selama tidak ada keluhan dari si ibu seperti mual, muntah dan sebagainya maka ibu hamil bisa tetap berpuasa," ujar Rima.

Sedangkan bila ditinjau dari sisi syariah, maka Islam tidaklah memberatkan. Islam justru memberikan keringanan bagi ibu hamil. "Jika sejak awal si ibu sudah merasa khawatir akan terjadi apa-apa pada dirinya atau si bayi, maka Islam membolehkan untuk tidak berpuasa. Meskipun belum terbukti akan terjadi sesuatu namun Islam membolehkan ibu hamil tak berpuasa jika dari dalam diri si ibu sudah muncul rasa khawatir," tutur dr Siti Aisyah Ismail, MARS, dokter sekaligus ustazah yang mewakili Perhimpunan Profesional Dokter Muslim Indonesia.

Hal terpenting yang harus diperhatikan ibu hamil adalah perihal asupan gizi dan pola tidur yang berubah selama puasa. Ibu hamil harus menghindari makanan yang berlemak tinggi, minuman berkafein lebih dari 200 mg per hari dan makanan cepat saji atau junkfood.

Ketua Departemen Keperawatan Maternitas Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia, Dr Imami Nur Rachmawati, SKp MSc mengatakan, saat sahur, ibu hamil bisa mengonsumsi roti gandum, beras merah, sayuran berkuah, buah segar dan kacang-kacangan.

"Nah, saat berbuka bisa diawali dengan tiga buah kurma dan air putih lebih dulu. Jangan terlalu berat di minuman manis-manis karena tubuh masih dalam keadaan kosong. Selanjutnya usai salat Maghrib bisa menyantap nasi merah atau kentang yang dilengkapi dengan protein hewani dan protein nabati serta sayur mayur bisa salad atau gado-gado atau sayur sup bening," papar Imami.

Pola tidur ibu hamil pun harus diperhatikan dimana ibu hamil harus dapat tidur selama delapan jam di malam hari dan satu jam pada siang hari.

"Jika ibu hamil kurang tidur maka kandungan gula darah bisa meningkat dan berisiko terkena diabetes tipe 2. Kurang tidur juga membuat kondisi emosi ibu hamil menjadi tidak stabil. Oleh karena itu ibu hamil harus cukup tidur," ujar Imami.



Sumber: Suara Pembaruan