Forum WITT Terus Kampanyekan Bahaya Rokok

Forum WITT Terus Kampanyekan Bahaya Rokok
Ketua Umum WITT, Tuti Kresna saat menyelenggarakan Acara bertajuk "Generasi Emas, Sehat Gaya Hidupnya, Sehat Parunya" sekaligus berbuka puasa bersama 50 orang anak yatim yang merupakan binaan WITT yang diselenggarakan di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 31 Mei 2019 | 20:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meningkatnya angka pengguna rokok di semua kalangan cukup memprihatinkan. Saat ini perokok aktif yang ada di Indonesia tak hanya didominasi oleh perokok dewasa saja namun perokok wanita dan anak-anak yang angkanya kian meningkat dari hari ke hari.

Hal itu juga disuarakan oleh Forum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh tepat hari ini tanggal 31 Mei 2019.

"Seperti kita ketahui, bahwa rokok adalah penyebab penyakit paru yang punya akibat jangka panjang yang kurang diperhatikan oleh mereka yang perokok aktif maupun perokok pasif. Bertepatan dengan hari tanpa tembakau sedunia yang juga bertepatan dengan bulan Ramadan, maka kami menilai bisa jadi waktu yang tepat untuk menyampaikan misi kami dalam mengedukasi bahaya asap rokok kepada anak anak yang menjadi bagian dalam acara berbagi kasih dengan ini," ungkap Ketua Umum WITT, Tuti Kresna saat menyelenggarakan Acara bertajuk "Generasi Emas, Sehat Gaya Hidupnya, Sehat Parunya" sekaligus berbuka puasa bersama 50 orang anak yatim yang merupakan binaan WITT yang diselenggarakan di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2019).

Ditambahkan Tuti, berdasarkan peneilitian yang dilakukan berbagai kalangan, angka dan jumlah penderita penyakit paru ini setiap tahunnya terus meningkat. Penyakit paru disebutnya saat ini menempati urutan ke 5 sebagai penyakit yang mematikan. Oleh sebab itu, WITT sebagai Lembaga non pemerintah dan non profit yang berdiri sejak tahun 1995 terus berupaya terus aktif mengkampanyekan bahaya asap rokok bagi para perokok khususnya yang ada dari kalangan wanita dan anak-anak agar mereka bisa hidup dengan sehat.

"Melalui acara ini kami ingin mengedukasi kepada anak anak yang merupakan usia produktif untuk mengetahui bahaya asap rokok ini. Harapannya bila mereka telah mencapai usia dewasa mereka bisa ikut menyebarkan kebaikan ini kepada masyarakat. Kalau melihat hasil penelitian, bahaya yang ditimbulkan akibat asap rokok itu memang dahsyat, meski tidak langsung mematikan pengguna atau penghirup asap rokoknya. Namun dalam jangka panjang 10-15 tahun maka kemungkinan besar anggota keluarga yang menjadi perokok atau perokok pasif akan mungkin terpapar penyakit paru dan penyakit lainnya akibat rokok," jelas Tuti Kresna.

"Kami terus berupaya mengkampanyekan bahaya ini kepada semua kalangan termasuk wanita dan anak-anak secara berkelanjutan agar mereka paham dan mengerti bahaya rokok bagi kesehatannya," tandasnya.

Melalui WITT, mereka juga terus berupaya untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan generasi yang sehat, tangguh, berakhlak dan bebas dari asap rokok.



Sumber: BeritaSatu.com