WHO Sebut Penurunan Polusi Udara Perpanjang Umur Manusia

WHO Sebut Penurunan Polusi Udara Perpanjang Umur Manusia
Anak-anak sekolah India menutupi hidung saat berjalan ke sekolah di tengah kabut asap tebal di New Delhi pada 8 November 2017. ( Foto: AFP/Getty Images / Sajjad Hussain )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 6 Juni 2019 | 15:47 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Kalangan aktivis yang memperingati Hari Lingkungan Sedunia, menyerukan tindakan nyata untuk mengatasi masalah polusi udara. Terlebih, kalangan peneliti telah menyatakan, polusi udara membunuh jutaan orang setiap tahun dan memiskinkan masyarakat di seluruh dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menganggap polusi udara sebagai risiko kesehatan lingkungan terbesar di dunia, dan menewaskan sekitar tujuh juta orang setiap tahun. Sementara, jutaan lainnya menderita masalah kesehatan jangka panjang, seperti asma, stroke, kanker paru-paru, dan penyakit jantung.

Bank Dunia (World Bank) memperkirakan, biaya ekonomi global akibat menghirup udara kotor, menghabiskan lebih dari US$ 5 trilun setiap tahun.

Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE), Olga Algayerova, menyebutkan, biaya yang harus ditanggung manusia dan ekonomi akibat polusi udara sangat mengejutkan. Meski demikian, terdapat sejumlah tindakan efektif yang bisa diambil untuk memerangi ancaman ini. Salah satunya, melalui penerapan konvensi udara.

"Misalnya, emisi dari zat-zat berbahaya termasuk partikel dan sulfur telah dipangkas 30 hingga 80 persen sejak tahun 1990 di Eropa dan 30 hingga 40 persen di Amerika Utara. Hasilnya, masyarakat di kawasan Eropa hidup 12 bulan lebih lama," ujar Algayerova, di Jenewa, Kamis (6/6/2019).

Penambahan usia harapan hidup itu, tambah Algayerova, bisa diperoleh dengan mengurangi polusi udara. Selain itu, penurunan tingkat polusi udara juga mampu mencegah 600.000 kematian prematur setiap tahun di wilayah Eropa.

“Penerapan konvensi udara menjadi satu-satunya solusi kebijakan regional untuk hal semacam ini. Berkat keberhasilannya, wilayah-wilayah lain meminta saran UNECE mengenai cara-cara untuk bertindak guna mengurangi polusi udara,” kata Algayerova.



Sumber: Reuters, VOA