Pabrik dan Obat Kanker Halal di Cikarang Diresmikan

Pabrik dan Obat Kanker Halal di Cikarang Diresmikan
Menteri Kesehatan Nila Moeloek (tengah) meresmikan pabrik dan obat onkologi berlabel halal, CKD OTTO Pharma, di Kawasan Industri Delta Silicon 3, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 9 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman )
Mikael Niman / CAH Selasa, 9 Juli 2019 | 16:00 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Pemerintah meresmikan pabrik dan obat onkologi berlabel halal pertama di Indonesia, Chong Kun Dang Pharmaceutical Corporation (CKD Pharma), di Kawasan Industri Delta Silicon 3, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Anfasa Moeloek hadir meresmikan pabrik, Selasa (9/7/2019) siang.

"Produksi obat onkologi ini untuk pemenuhan kebutuhan pasar di dalam negeri dan juga untuk ekspor,"‎ ujar Nila Moeloek, saat peresmian pabrik.

Kehadiran CKD Pharma ini, kata dia, mengingatkan kembali mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono serta Kapusdatim dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, yang meninggal di luar negeri karena kanker.

‎"Kita masih berduka dengan Sutopo beliau meninggal karena kanker paru, Ibu Ani Yudhoyono menderita kanker. Penanganan kanker bukan hal yang mudah," tuturnya. ‎

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kanker apakah bakteri, virus tetapi bisa juga dari lingkungan, yang dikonsumsi.

"Permasalahan di kanker adalah pengobatannya karena tidak tahu penyebabnya serta berlipat ganda hingga 10 pangkat delapan dengan kecepatan yang luar biasa. Setiap organ tubuh kita bisa terkena kanker, dan memerlukan obat dasar untuk mematikan sel-sel kanker," ungkapnya.

Kehadiran CKD Pharma dapat meningkatkan ketersediaan obat kanker sekaligus dapat meningkatkan nilai ekspor, terutama di bidang farmasi. "Kita mengharapkan meningkatnya (ketersediaan) obat onkologi dan dengan harga yang terjangkau," imbuhnya.

‎CKD Pharma merupakan salah satu perusahaan farmasi di Korea Selatan yang memiliki kekuatan penjualan di seluruh dunia. Melalui slogan "Better Life Through Better Medicine", CKD Pharma berkomitmen memberikan akses bagi pasien untuk mendapatkan obat kanker berkualitas tinggi.

CKD Pharma menggandeng OTTO Pharmaceutical, anak usaha dari MENSA Group sebagai partner lokal di Indonesia. OTTO Pharma merupakan perusahaan farmasi lokal dan salah satu yang terbesar di Indonesia. Dengan kesamaan visi dan komitmen dalam meningkatkan kualitas produk farmasi, CKD Pharma dan OTTO Pharma bersinergi melalui PT CKD OTTO Pharmaceutical (CKD OTTO Pharma) pada 2015.

CKD OTTO Pharma fokus kepada produk obat onkologi berupa injeksi dalam bentuk cair dan bubuk. CKD OTTO Pharma telah mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada September 2018. Di tahun yang sama, CKD OTTO Pharma memperoleh sertifikat manufaktur untuk obat-obatan dari Kementerian Kesehatan.

"Februari 2019, CKD OTTO Pharma telah menerima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menjadikan kami perusahaan farmasi pertama untuk produk onkologi dengan sertifikasi halal di Indonesia," kata Presiden Direktur PT CKD OTTO Pharma, Baik In Hyun,

CKD OTTO Pharma mulai membangun fasilitas produksi sediaan onkologi di Cikarang Selatan sejak 2016 dan diresmikan hari ini. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Chang Beom Kim, Kepala Badan POM Penny K Lukito, Chairman CKD Pharma Jang Han Rhee, CEO Mensa Group Jimmy Sudharta serta jajaran Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan direksi PT CKD OTTO Pharma.

Fasilitas baru ini telah memenuhi pedoman EU-GMP (standarisasi Eropa) dan memiliki kapasitas produksi tahunan 1,6 juta vial, terdiri dua lantai seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi sebesar USD 30 juta.

Fasilitas ini menggunakan sistem produksi dan manajemen dari Chong Kun Dang termasuk untuk obat anti-kanker utama yang diproduksi oleh Chong Kun Dang seperti Oxaliplatin, Gemcitabine, dan Docetaxel juga akan diproduksi dan didistribusikan secara lokal.

"CKD OTTO Pharma menargetkan untuk menguasai 30% pangsa pasar obat anti kanker di Indonesia dalam lima tahun ke depan dan menjadikan fasilitas di Indonesia sebagai basis produksi untuk target pasar di Timur Tengah & Afrika Utara (MENA) serta Eropa termasuk sepuluh negara ASEAN," terang Baik In Hyun.

Saat ini, Indonesia adalah negara dengan populasi terpadat keempat di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa. Pangsa pasar farmasi Indonesia mencapai sekitar 7,9 triliun Won (USD 7,2 miliar) pada 2018 dan diperkirakan akan mencapai sekitar 13 triliun Won (USD 11,9) pada tahun 2023.

Chong Kun Dang Pharmaceutical Corp (CKD Pharm) masuk ke Indonesia melalui kerja sama dengan PT OTTO Pharmaceutical, bagian dari Mensa Group dengan mendirikan PT CKD OTTO Pharma yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon 3, Lippo Cikarang. CKD OTTO Pharma fokus pada penyediaan produk onkologi. 



Sumber: Suara Pembaruan