PT CKD OTTO Pharmaceuticals Cikarang Produksi 10 Obat Kanker

PT CKD OTTO Pharmaceuticals Cikarang Produksi 10 Obat Kanker
Menteri Kesehatan Nila Moeloek (tengah) meresmikan pabrik dan obat onkologi berlabel halal, CKD OTTO Pharma, di Kawasan Industri Delta Silicon 3, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 9 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo/Emral )
Mikael Niman / CAH Selasa, 9 Juli 2019 | 19:17 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎PT CKD OTTO Pharma dalam waktu dekat ini akan memproduksi obat kanker hingga 10 jenis obat suntikan. Tiga jenis obat di antaranya telah diproduksi dan dipasarkan, lima jenis obat lainnya masih menunggu perizinan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dijadwalkan akhir Juli ini sudah beres. Sedangkan, dua jenis obat lainnya, akan diproduksi pada tahun depan.

Ketersediaan obat kanker di dalam negeri, masih bergantung pasokan obat ‎dari negara lain. Dengan begitu, Indonesia masih bergantung stok obat kanker impor dan tentunya dengan biaya distribusi yang lebih mahal.

Kehadiran CKD OTTO Pharma di Delta Silicon 3 Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, akan mengisi 30 persen pasar obat kanker di dalam negeri. CKD OTTO Pharma menargetkan untuk menguasai 30 persen pangsa pasar obat kanker di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

"Kami memiliki sertifikat produk halal pertama di Indonesia, produk kami memiliki diproduksi menggunakan alat modern sehingga menghasilkan produk yang berkualitas baik. Dengan begitu, kami mampu menguasai pangsa pasar 30 persen," kata Presiden Direktur PT CKD OTTO Pharma, Baik In Hyun, saat peresmian pabrik, Selasa (9/7/2019).

‎Selain itu, kata dia, kehadiran CKD OTTO Pharma akan menjadi fasilitas di Indonesia sebagai basis produksi obat kanker untuk target pasar di negara Timur Tengah & Afrika Utara (MENA) serta Eropa termasuk sepuluh negara ASEAN‎.

Pabrik yang terdiri dua lantai dengan luas lahan mencapai 12.588 meter persegi, masih menyisakan lahan kosong yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik tahap kedua. "Kami memiliki tanah yang bisa dibangun gedung baru untuk mengembangkan jenis obat kanker lainnya‎. Saat ini, belum ada (jadwal) pembangunan gedung baru," tuturnya.

‎Terdata, ada sebanyak 16 apoteker dan 30 pegawai pabrik yang keseluruhannya merupakan pekerja asal WNI. ‎Hanya tiga orang pekerja asal Korea Selatan.

Adapun jenis obat kanker yang diproduksi antara lain‎ Gemcitobine, Paclitaxel, Oxaliplatin (sudah siap beredar), Docetaxel, Doxonbicine, Epirubicin dan sebagainya



Sumber: Suara Pembaruan