Care for Captain

Peduli Keselamatan Kerja Demi Keluarga

Peduli Keselamatan Kerja Demi Keluarga
Pengemudi truk tanki pembawa bahan bakar Shell. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 10 Juli 2019 | 10:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak orang mungkin tidak menyadari betapa besar perjuangan dan tantangan para pengemudi truk dan risiko yang mereka hadapi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Kondisi jalan yang tak menentu, serta berbagai tantangan lain (seperti kemacetan, cuaca buruk) yang seringkali hadir tanpa diduga.

Perjuangan mereka tak hanya itu, mereka pun harus merelakan untuk hidup berjauhan dengan keluarga, karena hampir sebagian besar waktunya dihabiskan di jalan. Di sisi lain, keluarga di rumah seringkali dihinggapi rasa cemas memikirkan keselamatan 'sang pencari nafkah'.

Pentingnya peran keluarga disadari betul oleh perusahaan minyak dan gas kelas dunia, Shell. Perusahaan yang memiliki sejarah panjang di Indonesia ini, menempatkan kesehatan, keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama dalam setiap aktifitas bisnisnya.

Presiden Direktur & Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi, mengatakan, telah menjadi komitmen Shell dalam menempatkan Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan sebagai prioritas utama dalam menjalankan kegiatan bisnis dimanapun.

"Shell berkomitmen untuk menjalankan kegiatan bisnisnya dengan aman tanpa insiden yang menyebabkan kecelakaan kerja hingga kematian yang dapat merugikan karyawan, termasuk mitra kerja dan para pelanggan. Bagi Shell, kondisi kerja dan kehidupan yang baik membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman dan lebih produktif serta kualitas hidup yang lebih baik," kata Darwin, di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Pengemudi truk tanki BBM, merupakan mitra Shell yang juga mendapatkan perhatian dalam hal kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja. Mereka rata-rata adalah seorang kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab dan harus memastikan keluarganya dapat hidup dengan baik dan tercukupi.

Untuk itu sejak tahun 2017, Shell Indonesia memulai program yang diberi nama 'Care for Captain'. Program ini merupakan bagian dari kampanye Shell global yang diberi nama 'Care for People' yang diperkenalkan pada tahun 2016.

'Captain' adalah sebutan bagi para pengemudi truk tangki di perusahaan Shell di Indonesia yang jumlahnya mencapai 70 orang. Kata 'captain' diambil dari analogi pilot pesawat terbang yang diharapkan dapat membawa seluruh penumpang tiba dengan selamat di tempat tujuan. Hal ini juga dimaksudkan sebagai penghargaan atas peran mereka yang sangat penting dan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan produk BBM Shell sampai ke tempat tujuan dengan selamat.

Seperti halnya pilot, pekerjaan sebagai pengemudi truk tangki memiliki risiko besar. Sedikit saja kesalahan bisa menempatkan pengemudi dan lingkungan dalam potensi bahaya. Sadar akan hal ini, semua 'captain' Shell dituntut memiliki keterampilan dan perilaku mengemudi yang baik, serta harus memastikan kondisi truk yang dikendarai dalam keadaan terbaik.

"Untuk mendukung hal ini, Shell secara konsisten memberikan pelatihan mengenai keterampilan dan melakukan audit terhadap perilaku mengemudi para pengemudi truk tanki BBM," kata Darwin.

Seorang 'Captain' Shell dapat menempuh jarak mencapai rata-rata 2.000 kilometer (km) setiap bulannya. Oleh karena itu, seorang 'captain' Shell tidak hanya dituntut memiliki keterampilan dan perilaku mengemudi yang baik, namun juga harus dipastikan selalu dalam kondisi kesehatan yang prima. Shell secara berkala memberikan penyuluhan kepada 'captain' mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat, pengetahuan tentang berbagai penyakit seperti jantung, diabetes, kolesterol dan sebagainya.

Pengetahuan penting lain yang harus dipahami dan dijalankan pengemudi truk tanki BBM adalah pentingnya tidur atau istirahat yang berkualitas. Karena istirahat yang tidak mencukupi dari segi kualitas maupun kuantitas, akan menyebabkan kondisi fatigue atau kelelahan saat bekerja yang dapat berujung pada kondisi-kondisi yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan. Pengendara yang mengalami kelelahan memiliki risiko berpuluh kali lipat lebih besar daripada orang yang tidak lelah.

"Shell pun melakukan pembatasan waktu mengemudi yang sangat ketat bagi para 'captain' dan menerapkan aturan bahwa setelah mengemudi selama 4 jam, pengendara diwajibkan beristirahat minimal 15 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Dari sisi fasilitas, kepedulian ditunjukkan dengan menyediakan tempat istirahat atau mess yang layak untuk beristirahat," jelas Darwin.

Shell tak hanya memberikan pemahaman tentang pola hidup sehat kepada 'captain' namun juga kepada keluarganya. Tentu saja, program ini tidak akan maksimal apabila tidak melibatkan keluarga sebagai pendukung. Di luar aktivitas yang melelahkan dalam perjalanan sehari-hari, para 'captain' juga bertindak sebagai pemimpin keluarga, pencari nafkah dan harus memastikan keamanan dan kenyamanan keluarganya.

"Oleh karena itu, program 'Care for Captain' ini juga dirancang dengan melibatkan keluarga, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh anggota keluarga. Anak dan istri harus merasa yakin bahwa sang ayah bekerja dengan baik dan akan kembali ke rumah dengan selamat," pungkas Darwin.



Sumber: BeritaSatu.com