Reckitt Benckiser Dukung Kemkes Gencarkan Edukasi Kesehatan

Reckitt Benckiser Dukung Kemkes Gencarkan Edukasi Kesehatan
GM Reckitt Benkiser Indonesia Srinivasan Appan, didampingi Direktur Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan Riskiyana, dan Sekjen Kemkes Oscar Primadi, menandatangani MoU untuk mendukung program kesehatan, di Jakarta, Kamis (11/7/2019). ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 11 Juli 2019 | 16:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan consumer goods berskala global bidang kesehatan dan perawatan rumah, PT Reckitt Benckiser dan Kementerian Kesehatan (Kemkes) melakukan penandatanganan kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait edukasi aspek kesehatan di Indonesia.

"Reckitt Benckiser Indonesia mendukung Kemkes untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk memberi layanan melalui berbagai produk kesehatan, dan nutrisi, yang terbaik lewat misi Keluarga Sehat, Indonesia Kuat" ujar General Manager Reckitt Benckiser Indonesia, Srinivasan Appan kepada media, di sela-sela Acara Puncak Acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia, di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Srinivasan menjelaskan, saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terkait kesehatan dan kebersihan masih rendah, terutama di daerah. Karena itu, perusahaan melakukan berbagai aktivitas untuk membangun kesadaran seputar praktik kebersihan di berbagai kalangan. "Ini menjadi bukti, kami memiliki perhatian yang sama dengan Kemkes, kami berharap kerja sama awal ini dapat terus ditingkatkan," tegas Srinivasan Appan.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular naik dibandingkan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Hasil Riskesdas juga menyebutkan proporsi kurangnya aktivitas fisik naik dari 26,1 persen menjadi 33,5 persen. Hal lainnya yang menyumbang meningkatnya penyakit tidak menular adalah proporsi konsumsi buah dan sayur yang kurang pada penduduk yakni sebesar 95,5 persen.

Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemkes Anung Sugihantono, mengapresiasi dukungan berbagai pihak untuk terus mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan. Terlebih kata dia, persoalan di masyarakat saat ini masih besarnya indikasi fenomena pola hidup tidak sehat. “Sejumlah hal yang melekat pada sebagian besar keseharian masyarakat kita adalah pola makan buruk, asupan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok," tegas Anung Sugihantono.

Untuk itu, ia berharap kolaborasi dengan dunia usaha dapat terus ditingkatkan terkait program edukasi gizi kesehatan masyarakat. “Kemkes terbuka kepada semua pihak untuk bersinergi dalam berbagai kegiatan secara inklusif,” ucap Anung Sugihantono.

Ia menambahkan, saat ini yang dibutuhkan adalah program yang punya effect suistain berkelanjutan. "Tidak hanya jangka pendek dengan kegiatan insidental dan event saja, namun bagaimana melakukan penggulangan secara berkala melalui sosialisasi dan edukasi gizi dan pola hidup sehat," kata Anung Sugihantono.



Sumber: BeritaSatu.com