BPJSK Berikan Penghargaan untuk Faskes Terbaik

BPJSK Berikan Penghargaan untuk Faskes Terbaik
Pihak BPJS Kesehatan menjelaskan mengenai sejumlah rumah sakit yang akan habis masa akreditasinya di Kantor BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Mei 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta Barus )
Dina Manafe / IDS Rabu, 14 Agustus 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - BPJS Kesehatan (BPJSK) akan memberikan penghargaan untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit (RS) yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pemberian BPJSK Award ini akan digelar besok, Kamis (15/8) di Kantor Pusat BPJSK, Jakarta.

Kepala Humas BPJSK, M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, saat ini tim juri eksekutif yang diketuai oleh Nafsiah Mboi sudah memegang nama-nama FKTP dan RS terbaik yang memiliki komitmen tinggi memberikan pelayanan optimal bagi peserta JKN-KIS. Tim juri ini melibatkan segala unsur yang terkait JKN-KIS, di antaranya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian Kesehatan (Kemkes), asosiasi konsumen, asosiasi profesi, asosiasi fasilitas kesehatan. Dengan juri dari berbagai profesi ini, menurut Iqbal, akan dijamin objektivitasnya dari berbagai aspek.

Iqbal menambahkan, juri untuk FKTP diketuai oleh Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf dan didukung oleh tim dari Kemkes Bidang Pelayanan Kesehatan Primer, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan sejumlah organisasi profesi kesehatan. Sedangkan tim juri RS diketuai oleh Nafsiah Mboi dan didukung oleh tim dari Kemkes Bidang Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ketua YLKI Tulus Abadi, Persatuan Seluruh Rumah Sakit Indonesia, dan Asosiasi Dinas Kesehatan.

Di tingkat FKTP, penghargaan akan diberikan kepada masing-masing satu FKTP terbaik dari lima kategori, yaitu kategori puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan apotek Program Rujuk Balik (PRB). Sementara di tingkat RS, penghargaan akan diberikan kepada empat rumah sakit dari masing-masing kelas rumah sakit, yakni rumah sakit kelas A, B, C, dan D.

“Dari 23.102 FKTP, 2.406 RS, dan 1.264 apotek diseleksi dari tahapan kantor cabang, kantor kedeputian wilayah, hingga tingkat nasional. Selain itu, tim juri juga melakukan survei langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riil di fasilitas kesehatan,” kata Iqbal di Jakarta, Rabu (13/8).

Ketua Juri Eksekutif, Nafsiah Mboi mengatakan, BPJSK Award diharapkan akan mendorong faskes lainnya untuk makin optimal memberikan layanan kesehatan khususnya di era JKN-KIS. Nafsiah memberikan apresiasi atas perubahan yang ditunjukkan faskes setelah lima tahun program JKN-KIS berjalan.

Kehadiran program ini, lanjut Nafsiah, telah mendorong faskes untuk lebih memperhatikan mutu dan kualitas layanan. Tantangannya, mutu dan kualitas ini juga dapat dijaga bukan hanya saat akreditasi. Selain itu, program ini juga harus dapat dirasakan di seluruh Indonesia, bukan hanya di Pulau Jawa.

“Semoga dengan BPJSK Award dapat mendorong faskes dan juga pemerintah daerah merealisasikan hal tersebut," kata Nafsiah Mboi.



Sumber: Suara Pembaruan