Penyakit Kanker Habiskan Anggaran BPJS Rp 13,3 Triliun

Penyakit Kanker Habiskan Anggaran BPJS Rp 13,3 Triliun
Petugas melayani warga di Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Matraman, Jakarta. ( Foto: ANTARA FOTO / Aditya Pradana Putra )
Dina Manafe / FMB Kamis, 5 September 2019 | 14:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kanker merupakan salah penyakit katastropik dengan penyerapan biaya terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Berdasarkan data BPJS Kesehatan, biaya pengobatan penyakit kanker menyerap anggaran hingga Rp 13,3 triliun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Iqbal Anas Ma’ruf, mengatakan, biaya pengobatan penyakit kanker menempati posisi ketiga terbesar setelah penyakit jantung dan gagal ginjal. Menghabiskan 17 persen dari total biaya katastropik selama lima tahun terakhir (2014-2018) sebesar Rp 78,3 triliun.

“Ini seperti dua sisi mata uang bagi kami. Di satu sisi, makin banyak masyarakat yang tertolong karena dapat mengakses layanan kesehatan untuk pengobatan kanker. Namun di sisi lain, beban biaya pelayanan kesehatan dari tahun ke tahun terus bertambah. Ini yang jadi tugas besar kita semua, bagaimana agar bisa mengendalikan angka penderita katastropik, termasuk kanker,” kata Iqbal di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Iqbal mengatakan, kanker adalah salah satu jenis penyakit yang jarang terdeteksi. Biasanya, penyakit ini baru diketahui setelah mencapai stadium lanjutan. Karena itu, BPJS Kesehatan secara aktif mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga rutin, istirahat cukup, dan menjadi peserta JKN-KIS selagi masih sehat.

Jika sudah jadi peserta, pastikan iurannya dibayarkan setiap bulan agar status kepesertaannya senantiasa aktif karena tidak ada yang tahu kapan seseorang jatuh sakit. Faktanya masih banyak peserta yang hanya bayar iuran saat membutuhkan layanan kesehatan, tetapi setelah sembuh berhenti bayar iuran.

Kehadiran JKN-KIS pun menjadi harapan baru bagi anak-anak penyandang kanker. Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Ira Soelistyo, mengatakan, pengobatan kanker pada anak dapat berpengaruh terhadap kestabilan finansial keluarga karena tingginya biaya pengobatan. Dengan JKN-KIS, anak-anak penyandang kanker bisa memperoleh akses layanan kesehatan tanpa khawatir terbebani masalah biaya.

Meski demikian, lanjut Ira, kadang ada biaya yang tidak terduga dan kebutuhannya mendesak. Untuk itu, YKAKI menyediakan bantuan biaya pengobatan atau tindakan medis yang dibutuhkan anak-anak penyandang kanker. YKAKI juga menyediakan rumah singgah bernama Rumah Kita bagi anak penderita kanker dan keluarga atau pendampingnya selama pengobatan di Jakarta.

YKAKI juga memiliki fasilitas Sekolahku, sebuah layanan belajar mengajar gratis yang didukung tenaga profesional bagi anak-anak penyandang kanker yang sedang menjalai proses pengobatan atau perawatan di rumah sakit maupun yang tinggal sementara di Rumah Kita. 



Sumber: Suara Pembaruan