Dalam 3 Tahun, Hati Babi Bisa Dicangkokan pada Manusia

Dalam 3 Tahun, Hati Babi Bisa Dicangkokan pada Manusia
Para ilmuwan menggendong babi kloning pertama yang sukses lahir tahun 2006 di Harbin, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok. ( Foto: EyePressNews / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 5 September 2019 | 21:28 WIB

London, Beritasatu.com- Hati babi yang dimodifikasi dapat digunakan untuk transplantasi pada manusia hanya dalam tiga tahun mendatang. Seperti dilaporkan BBC, baru-baru ini, terobosan tersebut diungkapkan ahli bedah perintis yang melakukan transplantasi pertama di Inggris sejak 40 tahun lalu.

Berbicara pada hari peringatan operasi terobosan, Sir Terence English mengatakan anak didiknya yang berhasil melakukan transplantasi tahun 1979 akan mencoba mengganti ginjal manusia dengan ginjal babi akhir tahun 2019.

Pakar percaya terobosan ini bisa menjadi dasar untuk transplantasi organ hewan yang lebih rumit ke dalam tubuh manusia - satu proses yang disebut "xenotransplantasi".

“Jika hasil xenotransplantasi memuaskan dengan ginjal babi pada manusia, maka kemungkinan jantung akan digunakan berefek baik pada manusia dalam beberapa tahun. Jika transplantasi bekerja dengan ginjal, itu akan bekerja dengan hati. Itu akan mengubah masalah,” papar pria berusia 87 tahun itu kepada Sunday Telegraph.

Hati babi memiliki anatomi yang mirip dengan manusia, sehingga bisa digunakan sebagai model untuk mengembangkan perawatan baru. Harapan untuk perawatan serangan jantung yang berhasil dimunculkan pada Mei setelah terapi genetik menunjukkan harapan pada babi.

Gagal jantung dianggap sebagai pandemi global, dengan sedikitnya 26 juta orang terdampak di seluruh dunia. Diharapkan, penggunaan hati babi dapat membantu merevolusi cara dokter memerangi penyakit ini.

Satu tim peneliti internasional, termasuk ilmuwan Inggris, menemukan bahwa pengiriman sepotong kecil materi genetik yang disebut microRNA-199 ke jantung yang rusak bisa menyebabkan sel-sel beregenerasi.

Infark miokard, yang disebabkan oleh penyumbatan tiba-tiba dari salah satu arteri koroner, adalah alasan utama kondisi gagal jantung. Korban sering dibiarkan dengan kerusakan struktural permanen pada hati mereka.

Diperkirakan 900.000 orang di Inggris hidup dengan penyakit jantung, dan jutaan lainnya memiliki tekanan darah tinggi, faktor risiko lain dalam serangan jantung.

“Satu perawatan yang membantu jantung memperbaiki dirinya sendiri setelah serangan jantung adalah cawan suci bagi para ahli jantung. Penelitian ini secara meyakinkan menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa terobosan ini mungkin benar-benar layak dan bukan hanya mimpi angan-angan,” kata ketua kardiologi British Heart Foundation, Ajay Shah.

Meskipun demikian, masih ada banyak kendala sebelum terapi genetik dapat diuji pada pasien serangan jantung manusia. Sebagian besar babi yang dirawat mati setelah perawatan karena microRNA-199 terus diekspresikan dengan cara yang tidak terkendali.



Sumber: Suara Pembaruan