Nuklir Bisa Jadi Solusi Pengobatan Murah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nuklir Bisa Jadi Solusi Pengobatan Murah

Sabtu, 7 September 2019 | 13:34 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / FMB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Masyarakat masih anti terhadap pemanfaatan nuklir di bidang kesehatan. Padahal, kedokteran nuklir menjadi salah satu opsi bagi pemerintah untuk menyediakan pengobatan murah berkualitas bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI) Eko Purnomo dalam keterangan pers di ajang Indonesia Nuclear Expo (NEXPO) di Royal Ambarrukmo, Jumat (6/9/2019).

Eko Purnomo bahkan menyebut saat ini masyarakat masih rancu menangkap makna kedokteran nuklir. Tak sedikit yang masih menilai disiplin kedokteran tersebut merupakan cabang ilmu kesehatan yang digunakan untuk mengobati orang terpapar radiasi nuklir atau korban kecelakaan nuklir. “Kinerjanya meliputi diagnosa dan pengobatan berbagai jenis penyakit termasuk kanker dan jantung, bukan menangani kecelakaan nuklir,” ungkapnya.

Penggunaan nuklir di bidang kesehatan, lanjut Eko, memberi banyak keuntungan, terutama dalam penanganan penyakit kronis seperti kanker dibanding metode kemoterapi yang berbiaya tinggi.

Eko mencontohkan terapi kanker tiroid melalui metode kemoterapi menghabiskan dana hingga ratusan juta. Namun dengan teknologi nuklir, penanganan kanker tiroid dengan operasi, hanya menghabiskan dana Rp 9 juta.

Bahkan, penanganan kanker dengan teknologi nuklir, yakni ablasi atau suatu metode pengobatan dengan terapi radioaktif, untuk menyusutkan bahkan menghilangkan kelenjar tiroid, juga bisa diterapkan dalam layanan BPJS. Namun sayangnya, sarana prasana penyediaan teknologi kesehatan nuklir di rumah sakit juga terkendala.

Pakar Kedokteran Nuklir Johan Mansyur menambahkan sejak akhir tahun 60-an kedokteran nuklir telah dikembangkan di Indonesia, dan kedokteran nuklir ini menjadi pilihan yang aman, murah dan membuat pasien pengidap kanker nyaman. Dijelaskan, ablasi dalam pengobatan kedokteran nuklir tidak dilakukan dengan cara suntik, seperti halnya kemoterapi, tetapi obat telan.

“Ke depan kami sedang kembangkan untuk pengobatan kanker kelenjar getah bening, prostat dan mungkin nanti payudara dan lainnya,” ungkap Johan.

Eko Purnomo kembali menambahkan, kedokteran nuklir menjadi salah satu opsi bagi pemerintah untuk menyediakan pengobatan murah berkualitas bagi masyarakat. Ia memberikan contoh perbandingan harga pengobatan kanker dengan teknologi nuklir dibandingkan kemoterapi yang mencapai 10 kali lebih murah.

Meski begitu, menurut Dokter Nuklir Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Husein Kartasasmita saat ini Indonesia masih membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kedokteran nuklir. Tercatat baru sekitar 50-an saja dokter spesialis kedokteran nuklir yang ada di Indonesia dan terpusat di kota-kota besar.

Di seluruh Indonesia baru ada beberapa fasilitas kesehatan yang menerapkan kedokteran nuklir yakni RS Adam Malik Medan, RSPAD Gatot Subroto, RSCM, RS Darmais, RS Pusat Pertamina, RS Jantung Harapan Kita, RS Siloam, RS Gading Pluit, RS Abdi Waluyo), RS Hasan Sadikin Bandung, Cancer Center Kopo Santosa, RSUP Dr Sardjito, RS Karyadi, RS Surabaya dan RS Samarinda, RS Bali Mandara dan RS Manado Kandouw.

“Dalam waktu dekat rumah sakit di DIY, Solo, Surabaya, Samarinda, Denpasar, Padang, Aceh, dan Manado juga akan menyediakan sarana pengobatan berbasis nuklir. Kita harap dengan semakin banyak rumah sakit ini akan mengikis stigma buruk tentang nuklir,” jelasnya.

Aplikasi Teknologi Nuklir
Mengusung tema Encouraging Application of Nucelar Science, Technology, Innovation and Human Resources Development Towards Prosperous Indonesia, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI) menggelar Indonesia Nuclear Expo (NEXPO) 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, yang bertujuan mengenalkan aplikasi teknologi nuklir kepada masyarakat.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat yang mengetahui manfaat teknologi nuklir untuk kesejahteraan manusia. "Harapannya banyak masyarakat mengetahui aplikasi iptek nuklir di berbagai bidang, khusunya aplikasi di bidang non energi," ujar Anhar.

Selain itu, penyelenggaraan Indonesia NEXPO 2019 ini, diharapkan BATAN mampu meningkatkan keterlibatan para pemangku kepentingan di berbagai bidang. Keterlibatan ini tercermin dari rangkaian kegiatan yang melibatkan para pemangku kepentingan yang mengikuti Indonesia NEXPO 2019, antara lain aplikasi berkas neutron, radiografi, radiasi untuk polimer, akselerator dan aplikasinya termasuk aplikasi mesin berkas elektron (MBE) untuk mendukung pewarnaan batik dengan bahan alam.

Penanggung jawab kegiatan, Edy Giri Rachman Putra mengatakan, Indonesia NEXPO 2019 merupakan kegiatan yang mengenalkan hasil litbang unggulan BATAN kepada masyarakat.

Menurutnya, teknologi nuklir saat ini telah dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, diantaranya pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan. Khususnya di bidang kedokteran, aplikasi teknologi nuklir dapat dimanfaaatkan untuk pemeriksaaan diagnostik dan terapi yang memiliki keunggulan lebih dibanding pengobatan konvensional.

"Kegiatan ini membahas berbagai aplikasi teknologi nuklir utamanya adalah kedokteran nuklir, peningkatan kualitas SDM nuklir yang profesional, dan menguatkan jalinan kerja sama antara Persatuan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI), BATAN dan (stakeholder) pemangku kepentingan lainnya dalam membangun industri nuklir di Indonesia," tambahnya.

Selain itu, di bidang kimia, tambah Edy Giri, aplikasi iptek nuklir digunakan untuk melakukan analisis unsur, titrasi radiometri, nuclear dating serta analisis radioaktivitas lingkungan. Aplikasi di bidang kimia ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Indonesia NEXPO 2019 menurut Edy Giri menjadi forum yang menarik karena mempertemukan para pakar di bidang nuklir, kedokteran, pertanian, profesional di bidang nuklir serta masyarakat umum dan khususnya generasi muda (komunitas muda nuklir Indonesia).



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Inuki Dorong Pengembangan Layanan Pet Scan

Inuki menggelar webinar ‘Equilibrium Pelayanan Pet Scan di Indonesia' bagi penderita kanker.

KESEHATAN | 6 September 2019

Tekan DBD, Ini Teknologi Canggih dari Batan

Teknik Serangga Mandul yang dikembangkan Batan sejak 2005 mempunyai tingkat keberhasilan sangat tinggi, dengan efektivitas penurunan populasi nyamuk 96,35 %.

KESEHATAN | 6 September 2019

Ini Hitungannya, Kenapa Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik

Biaya kesehatan peserta mandiri kelas III hampir 5 kali lebih besar dari iuran yang diterima.

KESEHATAN | 5 September 2019

YHK Hibahkan 2,6 Hektare Tanah untuk RS Kodam Jaya

Yayasan Harapan Kita (YHK) berkomitmen untuk memperbanyak fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 5 September 2019

Dalam 3 Tahun, Hati Babi Bisa Dicangkokan pada Manusia

Hati babi yang dimodifikasi dapat digunakan untuk transplantasi pada manusia hanya dalam tiga tahun mendatang.

KESEHATAN | 5 September 2019

Bunga Reullia, Cara Mudah Deteksi Boraks dan Formalin

Peneliti FKUI menemukan cara mudah mendeteksi boraks dan formalin dalam makanan.

KESEHATAN | 5 September 2019

Iuran Naik, BPJS Akan Bebas Defisit hingga 2021

Kenaikan iuran ini akan menjaga ekosistem pelayanan JKN-KIS berjalan lancar, karena tidak ada lagi tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit dan perusahaan obat

KESEHATAN | 5 September 2019

Jajanan Anak Sekolah Belum 100% Bebas Boraks dan Formalin

Dampak boraks dan formalin sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan otak anak.

KESEHATAN | 5 September 2019

Penyakit Kanker Habiskan Anggaran BPJS Rp 13,3 Triliun

Biaya pengobatan penyakit kanker menempati posisi ketiga terbesar setelah penyakit jantung dan gagal ginjal.

KESEHATAN | 5 September 2019

Sambut Haornas, 50 Instruktur Kenalkan Senam Neuromove

Latihan Senam Neuromove Sasar 5.000 Orang

KESEHATAN | 4 September 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS