Tangani Strok, Siloam Hospitals Denpasar Terapkan DSA

Tangani Strok, Siloam Hospitals Denpasar Terapkan DSA
dr. Kumara Tini, SpS, FINS, FINA, dari Siloam Hospitals Denpasar menjelaskan peran dari teknologi Digital Substaction Angiography (SDA) dalam menangani penyakit strok. ( Foto: Ist )
Hendro D Situmorang / FMB Sabtu, 21 September 2019 | 13:08 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Sebagai rumah sakit swasta yang selalu mengutamakan pelayanan untuk pasien, Siloam Hospitals Denpasar Bali kini telah menyediakan pelayanan Digital Substaction Angiography (SDA). Teknologi ini cara untuk mengambil gambar arteri,vena dan organ tubuh menggunakan peralatan x-ray yang terkomputerisasi secara kompleks. Teknik DSA juga bisa diterapkan sebagai tindakan kuratif pada pasien strok terutama pasien yang baru saja (golden time) mengalami serangan strok penyumbatan.

Pada DSA konvensional, untuk menggambar pembuluh otak, cairan kontras disemprotkan melalui pembuluh leher sebagai pembuluh terdekat. Film yang digunakan pun berlapis-lapis.

Dokter Kumara Tini, SpS, FINS, FINA, dari Siloam Hospitals Denpasar mengatakan kini dengan teknologi terbaru dan sistem digital yang terkomputerisasi, DSA bisa mendeteksi abnormalitas pada pembuluh darah secara lebih jelas dan terukur, serta penggunaan cairan kontras seminimal mungkin. Kemajuan paling signifikan dibandingkan sistem konvensional yakni penggunaan kateter (selang kecil dengan diameter lebih kecil dari 2mm) melalui pembuluh kaki (femoral).

"Selain lebih nyaman, prosedur yang dikenal sebagai Trans Femoral Cerebral Angiography (TFCA) ini juga lebih aman bagi pasien karena pembuluh leher (carotis) memiliki sensitivitas yang vital bagi lancarnya darah dari dan menuju otak. Jadi dengan tindakan invasif seminimal mungkin, hasil yang dicapai pun lebih baik", ungkap dr. Kumara Tini, dalam keterangannya kepada Beritasatu.com Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya tujuan DSA ada dua, yaitu diagnostik untuk mendeteksi kelainan pembuluh darah, vaskularisasi tumor dan lainnya. Pasien hanya perlu melakukan persiapan berupa puasa empat jam, pengecekan HB dan leukosit, fungsi ginjal dan hati. Pasien dengan diabetes mellitus sebaiknya menghentikan pemakaian obat sehari sebelum tindakan DSA.

Tujuan kedua yakni terapeutik sebagai tindakan pengobatan abnormalitas pada pembuluh darah, dengan cara memasukkan obat, alat, maupun implan pada pembuluh yang dituju. DSA juga digunakan sebagai terapi pelengkap sebelum menjalani operasi.

"Risiko tindakan DSA kini jauh lebih kecil dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh sebelum teknologi ini berkembang, di mana pasien harus menjalani operasi vital, seperti pembukaan tengkorak yang juga dapat mengakibatkan infeksi. Kini risiko yang ada hanyalah kemungkinan pergesekan pembuluh dengan kateter,atau robeknya pembuluh darah. DSA kini jauh lebih minim risiko," terang dia.

Menurut dr. I Wayan Sutarga, MPHM, selaku Dewan Pengawas Siloam Hospitals Bali, pelayanan DSA yang disediakan oleh Siloam Hospitals Bali meliputi semua type pasien baik pasien umum, pasien asuransi baik asuransi pemerintah maupun swasta Teknik DSA itu sendiri dilakukan oleh dokter spesialis saraf intervensi yang telah berpengalaman di bidangnya.

Siloam Hospitals Bali merupakan rumah sakit yang terletak secara strategis di jalan sunset road No 818, Kuta Badung. Siloam Hospitals Bali merupakan rumah sakit modern dengan berbagai macam pelayanan klinis yang komprehensif dan memiliki beberapa pusat unggulan seperti jantung, ortopedi, gawat darurat, pencernaan, urologi, anak,dan saraf. Siloam Hospitals Bali juga telah terakreditasi Joint Commission International (JCI) pada tahun 2017 dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan predikat Paripurna. 



Sumber: Suara Pembaruan