Apotek di Jambi Diminta Tarik Ranitidin

Apotek di Jambi Diminta Tarik Ranitidin
Ilustrasi Sakit Mag. ( Foto: Istimewa )
Radesman Saragih / FMB Selasa, 8 Oktober 2019 | 10:40 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi meminta distributor obat dan apotik di Jambi menarik seluruh jenis obat tukak lambung yang mengandung ranitidin. Obat sakit lambung tersebut tidak bisa lagi diperjualbelikan karena disinyalir mengandung zat yang bisa memicu kanker.

“Kami sudah turun ke lapangan melakukan penarikan obat sakit lambing jenis ranitidin. Selain itu kami sudah mengeluarkan surat edaran agar distributor obat dan apotek tidak lagi menjual ranitidin. Seluruh apoteker dan dokter di Jambi juga sudah diimbau mengenai bahaya obat sakit lambung atau maag jenis ranitidin tersebut,”kata Kepala Seksi (Kasi) Penindakan BPOM Provinsi Jambi, Rahmat Hidayat di Jambi, Selasa (8/10/2019).

Dijelaskan, ranitidin termasuk obat sakit lambung maag yang tidak diperjualbelikan secara bebas. Obat tersebut hanya dijual di rumah sakit dan apotek tertentu dengan resep dokter karena termasuk obat keras.

Tetapi berdasarkan studi global, lanjut Rahmat Hidayat, obat tersebut masuk kategori berbahaya, sehingga tidak bisa lagi diperjualbelikan. "Penggunaan obat jenis ranitidin dalam waktu lama menimbulkan reaksi kimia yang dapat membahayakan tubuh. Karena itu obat tersebut harus ditarik dari peredaran,"ujarnya

Menurut Rahmat Hidayat, pihaknya akan terus memantau peredaran obat ranitidin di apotek-apotek, rumah sakit dan toko-toko obat. Selain itu BPOM Jambi juga memeriksa distributor obat tersebut. Pihak distributor obat ranitidin di Jambi masih melakukan penarikan obat tersebut dari toko-toko obat dan apotek hingga beberapa hari mendatang.

Dijelaskan, obat-obat yang mengandung ranitidin yang dilarang beredar, yakni Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/ml, Zantac Cairan Injeksi 25 mg/ml, Rinadin Sirup 75 mg/5ml, Indoran Cairan Injeksi 25 mh/ml, dan Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/ml. [141]



Sumber: Suara Pembaruan