RS Kemitraan Syubbanul Wathon Magelang Patut Dicontoh Daerah Lain

RS Kemitraan Syubbanul Wathon Magelang Patut Dicontoh Daerah Lain
Pendiri (fouder) Lippo Grup Mochtar Riady, bersama Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar, dan Ketua Yayasan Syubbanul Wathon dan Pengasuh Pesantren API Salafi Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori meninjau Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon, Tegalrejo, Magelang, Rabu, 6 NOvember 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Kamis, 7 November 2019 | 07:44 WIB

Magelang, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengapresiasi pembangunan rumah sakit kemitraan Siloam Hospital dan Nahdlatul Ulama Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Ia pun berharap rumah sakit ini dapat menjadi percontohan atau pilot project dapat diterapkan di daerah-daerah lain.

Berkaca pengalaman Mendes Halim yang pernah juga mendirikan rumah sakit. RSU Syubbanul Wathon sudah sangat baik dalam fasilitas dan tenaga ahli dalam bidang kesehatan. Ia melihat, pembangunan dan pengelolaan rumah sakit ini perlu ditiru di daerah-daerah lain.

"Ini suatu model yang perlu di-kloning di daerah-daerah lain. Dari sisi fasilitas dan pengelolan sudah sangat baik," papar Halim usai meninjau, Rabu (6/11/2019).

Baca JugaRS Kemitraan Siloam Hospitals dengan NU Siap Layani Masyarakat Magelang

Kata dia, dengan berdirinya RSU Syubbanul Wathon di Magelang, tentunya menjadi keuntungan bagi masyarakat sekitar dan pemerintah. Dengan demikian, pemerintah diuntungkan dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang baik dalam bidang kesehatan sesuai visi dan misi Presiden Joko Widodo.

"Visi dan misi Presiden Jokowi ke depan adalah penguatan SDM. Kesehatan merupakan salah satu penguatan dalam mempersiapkan SDM dan tentunya pemerintah harus mensuport," katanya.

Ke depan, pemerintah harus merencanakan model rumah sakit kemitraan ini di berbagai daerah. Tentunya dengan pihak swata-swasta lain. Sehingga Indonesia ke depan, mendapatkan penguatan SDM dalam bidang kesehatan.

RSU Syubbanul Wathon dibangun di atas lahan seluas 4.800 meter persegi, dengan total luas bangunan 6.000 meter persegi yang terdiri dari tiga lantai. Selain menghadirkan peralatan modern, RSU Syubbanul Wathon akan dilayani lebih kurang 60 dokter, perawat, dan tenaga medis profesional lainnya.

RSU Syubbanul Wathon juga menyerap tenaga kerja lokal yang akan dilengkapi pelatihan intensif untuk memenuhi kebutuhan sumber daya operasional di rumah sakit tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com