Menkes: Subsidi Tarif BPJS Kesehatan Masih Dihitung

Menkes: Subsidi Tarif BPJS Kesehatan Masih Dihitung
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani di Kementerian Kesehatan, Jl. rasuna Said, Jakarta Selatan, 4 Nov. 2019. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Vento Saudale / FER Kamis, 7 November 2019 | 22:44 WIB

Magelang, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) hingga saat ini masih menghitung besaran subsidi yang harus digelontorkan agar tidak ada kenaikan tarif BPJS Kesehatan untuk pasien kelas tiga di rumah sakit. Adapun kenaikan hanya berlaku untuk pasien yang dirawat di kelas satu dan dua.

Baca Juga: Wapres Apresiasi Kolaborasi Lippo Group dan PBNU

"Kami baru upayakan pertemuan dengan beberapa menteri supaya kelas tiga tidak naik, tentu dengan subsidi. Untuk kelas satu dan dua tetap naik, dan kelas tiga akan disubsidi. Kita baru hitung supaya tidak salah," ujar Terawan di sela peresmian RSU Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019).

Terawan memastikan, terkait tunggakan BPJS Kesehatan di banyak rumah sakit, Kemkes tengah mengajukan dana sebesar Rp 9,7 triliun untuk mengurangi defisit.

"Kemarin saya sudah menandatangani sekitar Rp 9,7 triliun untuk mengurangi defisit. Saya sudah mengajukan ke Menteri Keuangan. Sudah saya tandatangani permintaan itu," ujar mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto ini.

Baca Juga: Wapres Percaya Menkes Mampu Kelola Isu Kenaikan BPJS

Meski ada rencana kenaikan, Terawan memastikan rumah sakit tetap akan melayani masyarakat dengan baik. Jika tidak, maka akan ada sanksi yang diberikan.

"Sanksi sosial saja sudah muncul dan hitungannya berat. Sanksi administrasi lebih ringan, tetapi sanksi sosial berat sekali," tandas Terawan.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com