Siloam Hospitals Sukses Melakukan Inovasi Faskes New Normal

Siloam Hospitals Sukses Melakukan Inovasi Faskes New Normal
Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Caroline Riady memotong rambut peserta Hair to Share di MRCCC Siloam Hospitals sebagai wujud berbagi dengan penyintas kanker mendapatkan rambut palsu di Hari Kanker Se-Dunia, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020. (Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah)
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 30 Juni 2020 | 22:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tatanan baru yang dihadapkan saat pandemi Covid-19 mendorong intitusi kesehatan dunia, termasuk Indonesia mewujudkan reformasi sistem di bidang fasilitas kesehatan (faskes). Hal tersebut merupakan upaya untuk menghindari dampak fluktuasi saat terjadinya peningkatan jumlah pasien di rumah sakit.

Wakil Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengatakan, salah satu rumah sakit swasta yang berhasilkan melakukan reformasi dengan inovasi faskes adalah Siloam Hospitals.

Ia mengatakan, Siloam Hospitals berhasil memadukan sistem faskes dengan platform mandiri, sehingga rekam medis pasien tetap bisa terekam dalam faskes yang terhubung langsung ke rumah sakit.

"Pasien di sana mendapat konsultasi dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR),” terang Adib saat webinar MarkPlus Industry Roundtable 20-Healthcare Service Industry, Selasa (30/6/2020).

Menanggapi peryataan Adib, Wakil Presiden Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk, Caroline Riady, membenarkan pihaknya tengah meningkatkan kemudahan layanan dalam menghadirkan pelayanan rawat jalan yang dapat diakses secara daring.

"Dalam kondisi saat ini, pasien memang menginginkan kenyamanan seperti konsultasi di rumah. Kita harus menuju ke sana, mengingat ini permintaan yang tak terbendung. Jadi kita sebagai rumah sakit coba berbaur bagaimana caranya memberikan mutu pelayanan di bawah protokol medis, di bawah payung institusi dan asosiasi. Kita juga berupaya menjangkau pasien lebih mudah dalam masa pandemi ini,” terang Caroline Riady.

Melalui layanan daring, Siloam Hospitals memberikan kemudahan layanan konsultasi virtual dengan dokter umum maupun spesialis. Pasien dapat melakukan video call langsung dengan dokter yang sudah biasa menangani pasien dan tahu riwayat penyakit pasien.

Hasil konsultasi daring pun akan dicatat di rekam medis rumah sakit pasien. Hal tersebut penting untuk memastikan kesinambungan terapi dan pengobatan yang dijalani oleh pasien.

Selain itu, dalam menghadapi pandemi ini Siloam Hospitals juga berupaya mewujudkan clean and safe hospital guna menjamin layanan kesehatan secara maksimal, baik bagi pasien Covid-19 maupun non-Covid-19.

"Ini tantangan rumah sakit sekarang. Di satu sisi kita harus merawat pasien Covid-19 yang banyak sekali dan sangat menular. Jadi kita harus pastikan mereka tertangani dengan baik. Di sisi lain kita harus memastikan terus memberikan pelayanan umum kepada pasien yang lain. Coba bayangkan pasien jantung, kalau tidak di-manage dengan baik dalam tiga bulan, akan sangat berdampak. Jangan sampai kita menyelamatkan pasien Covid-19, tetapi banyak pasien kronis yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan,” kata Caroline Riady.

Apa yang dilakukan Siloam, Caroline Riady mengibaratkan membangun sebuah tembok dalam pabrik, yakni memisahkan yang bersih dan terkontaminasi. Jadi, pihaknya meminta calon pasien mengisi data dan menjalani rapid test.



Sumber: BeritaSatu.com