Sebagian Besar Kasus Covid-19 di Indonesia Muncul di Bulan Juni

Sebagian Besar Kasus Covid-19 di Indonesia Muncul di Bulan Juni
Petugas berpakaian APD lengkap melayani pasien yang secara mandiri melakukan Swab Tes drive thru di Halaman parkir RS Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Heru Andriyanto / HA Selasa, 30 Juni 2020 | 22:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Bulan Juni adalah periode paling berat dalam wabah Covid-19 di Indonesia, di mana hampir 30.000 kasus baru terkonfirmasi atau lebih dari separuh total jumlah kasus yang ada sekarang.

Tepatnya, sepanjang bulan ini tercatat ada 29.914 kasus baru. Angka ini melonjak tajam sebesar 82,94% dibandingkan bulan Mei yang tercatat sebanyak 16.352 kasus.

Secara keseluruhan sejak munculnya kasus Covid-19 pertama pada 2 Maret lalu, jumlah kasus di Indonesia mencapai 56.385, menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Artinya, jumlah kasus di bulan Juni saja sudah mencakup 53% dari keseluruhan kasus secara nasional.

Jatim vs Jakarta
Penyebab utama lonjakan kasus di bulan Juni adalah munculnya Jawa Timur sebagai episentrum baru wabah ini.

Pada pertengahan Mei, Jatim melewati Jawa Barat untuk berada di posisi kedua provinsi dengan jumlah kasus terbanyak setelah Jakarta.

Saat itu, Jatim masih terpaut 3.600 kasus lebih dari Jakarta. Pada awal Juni, jarak itu terpangkas menjadi sekitar 2.500 kasus.

Dan kemudian, pada 26 Juni Jatim menyalip jumlah kasus Covid-19 di Jakarta, yaitu 10.901 berbanding 10.796. Pada Selasa (30/6/2020), Jatim tercatat memiliki 712 kasus lebih banyak dari Jakarta.

Kronologi ini menggambarkan betapa cepatnya penyebaran penyakit Covid-19 di provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu, mengingat Jakarta yang disalip juga masih berjuang keras mendatarkan kurva.

Di Jakarta sendiri penyebaran Covid-19 tidak dalam tahap melambat. Kasus harian di sebagian besar bulan Juni di Jakarta mencapai tiga digit -- hanya enam kali kasus harian di ibu kota bisa ditekan ke dua digit.

Menurut data yang dihimpun redaksi, sepanjang bulan Juni rata-rata kasus harian di Jatim adalah 243, sementara Jakarta 136.

Peningkatan Jumlah Tes
Faktor lain adalah peningkatan kapasitas uji diagnostik di Indonesia, yang tentu saja berkontribusi pada penambahan jumlah kasus.

Sejak 27 Mei, jumlah tes harian sudah secara konsisten melewati 10.000, sehingga kemudian targetnya dinaikkan dua kali lipat.

Dengan peningkatan kapasitas ini, maka jumlah pengidap Covid-19 termasuk mereka yang tanpa gejala makin banyak terjaring.

Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang paling agresif melakukan tes sehingga penambahan kasus di sana ikut melonjak.



Sumber: BeritaSatu.com