Lelaki yang Punya Anak di Usia Tua Berpeluang Punya Cucu Autis
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.9)   |   COMPOSITE 6359.21 (21.51)   |   DBX 1342.2 (21.04)   |   I-GRADE 184.288 (0.47)   |   IDX30 516.126 (0.91)   |   IDX80 138.807 (-0.02)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.01)   |   IDXESGL 142.044 (0.29)   |   IDXG30 145.076 (0.7)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.86)   |   IDXQ30 147.857 (0.54)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.85)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.44)   |   IDXV30 136.649 (-0.69)   |   INFOBANK15 1071.96 (6.83)   |   Investor33 444.599 (1.06)   |   ISSI 184.85 (-0.57)   |   JII 633.797 (-1.97)   |   JII70 223.435 (-0.8)   |   KOMPAS100 1241.07 (0.19)   |   LQ45 967.658 (1.45)   |   MBX 1728.33 (2.21)   |   MNC36 329.04 (1.03)   |   PEFINDO25 326.697 (1.37)   |   SMInfra18 315.108 (-1.34)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.88)   |  

Lelaki yang Punya Anak di Usia Tua Berpeluang Punya Cucu Autis

Kamis, 21 Maret 2013 | 06:52 WIB
Oleh : Liberty Jemadu / B1

London - Lelaki yang baru mempunyai anak ketika memasuki usia tua akan lebih berpeluang mempunyai cucu dengan autisme, demikian hasil sebuah studi terbaru sejumlah ilmuwan di Australia, Inggris, dan Swedia.

Penelitian itu menunjukkan bahwa lelaki yang baru mempunyai puteri ketika dia berusia 50 tahun ke atas, punya peluang 1,79 kali lebih besar ketimbang lelaki dengan usia 20 dan 24, untuk mempunyai cucu yang mengidap autisme.

"Ini tidak berarti bahwa Anda tidak boleh mempunyai anak ketika Anda lahir ketika ayah Anda sudah berusia tua, karena meski risikonya memang meningkat tetapi tetap saja kecil," kata Avi Reichenberg psikiater dari King's College, London, Inggris, yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Penelitian ini sendiri menganalisis data dari 5.936 orang dengan autisme dan 30.923 orang sehat di Swedia sejak tahun 1932. Hasilnya dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association edisi Rabu (20/3).

Dalam studi itu para peneliti menganalisis faktor usia reproduksi - dan sejumlah diagnosis kejiwaan lain - dari kakek tiap individu yang diteliti.

"Studi ini menunjukkan bahwa...faktor-faktor risiko autisme bisa dibangun melalui beberapa generasi," terang Ema Frans peneliti dari Swedia.

Tetapi para peneliti mengakui mereka belum mengetahui apa hubungan antara usia ayah dan kakek yang lebih tua terhadap anak atau cucu dengan autisme. Tetapi mereka menduga kecenderungan itu berkaitan dengan mutasi yang terjadi pada sel sperma yang terjadi seiring waktu.

Sumber: Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penyandang Epilepsi Bisa Bebas Terapi

Asalkan si penyandang epilepsi sudah bebas dari bangkitan dan hasil EEG-nya pun normal.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Over Protektif Orangtua Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak Penyandang Epilepsi

Padahal depresi justru akan semakin meningkatkan risiko bangkitan epilepsi bagi penyandangnya.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Tinggi, Tingkat Depresi Penyandang Epilepsi

Faktor yang berperan dalam terjadinya epilepsi ialah perawatan ibu hamil, keadaan saat melahirkan, trauma lahir, kekurangan gizi dan penyakit infeksi.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Melihat Rokok di Pajangan Bisa Mendorong Perokok untuk Membeli

Pemicu visual punya porsi besar dalam hal kecanduan

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Dokter India: Kanker Cara Efektif Hentikan Perokok

Biasanya orang berhenti merokok kalau terkena kanker

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Komnas Tembakau: Nikotin "Raja" Zat Adiktif

Nikotin dalam rokok bisa membuat seseorang terjebak dengan zat adiktif lainnya.

KESEHATAN | 19 Maret 2013

Gagal Ginjal Paling Banyak Ditanggung Jamkesmas

Untuk rawat jalan terbanyak adalah gagal ginjal dan thalassemia, sedangkan rawat inap terbanyak juga gagal ginjal dan operasi caesar.

KESEHATAN | 19 Maret 2013

Studi: Bekerja di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker

Bekerja di malam hari mengganggu irama kerja tubuh yang memicu pertumbuhan sel normal menjadi abnormal.

KESEHATAN | 19 Maret 2013

Rokok Sejahterakan Rakyat hanya Mitos

"Sebanyak 85% saham perusahaan rokok dimiliki asing. Keuntungannya terbang ke luar negeri, sementara di Indonesia kita mati-matian membiayai orang yang sakit karena rokok."

KESEHATAN | 18 Maret 2013

Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Desak RUU Tembakau Dibatalkan

RRU Tembakau dinilai hanya berusaha melindungi industri rokok, namun tidak memedulikan dampak kesehatan dan ekonomi masyarakat.

KESEHATAN | 18 Maret 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS