Fasilitas Pasien Kanker Baru Terpenuhi 15 Persen
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (6.4)   |   COMPOSITE 6241.8 (38.85)   |   DBX 1333.51 (-11.75)   |   I-GRADE 179.858 (1.55)   |   IDX30 503.524 (6.48)   |   IDX80 135.789 (1.43)   |   IDXBUMN20 398.467 (4.21)   |   IDXESGL 139.553 (1.63)   |   IDXG30 143.497 (1.39)   |   IDXHIDIV20 443.737 (6.32)   |   IDXQ30 144.387 (1.91)   |   IDXSMC-COM 295.459 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (2.46)   |   IDXV30 133.969 (1.4)   |   INFOBANK15 1035.98 (21.34)   |   Investor33 433.033 (6.15)   |   ISSI 183.362 (-0.67)   |   JII 631.454 (-3.31)   |   JII70 222.641 (-1.06)   |   KOMPAS100 1216.23 (9.67)   |   LQ45 944.747 (11.61)   |   MBX 1692.89 (14.94)   |   MNC36 320.866 (4.14)   |   PEFINDO25 330.28 (-2.3)   |   SMInfra18 307.272 (3.59)   |   SRI-KEHATI 367.359 (5.66)   |  

Fasilitas Pasien Kanker Baru Terpenuhi 15 Persen

Kamis, 21 Maret 2013 | 22:07 WIB
Oleh : Yohannie Linggasari / B1

Jakarta – Departemen Kesehatan Republik Indonesia memperkirakan prevalensi penderita kanker di Indonesia mencapai 4,3 per 1.000 penduduk. Pada tahun 2030, diperkirakan akan ada sebanyak 17.000.000 kematian akibat kanker. Sebanyak 70 persen merupakan penderita di negara berkembang.

“Potensi terjadinya penyakit kanker lebih tinggi pada orang berusia lanjut,” terang Kepala Departemen Radioterapi Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Soehartati Gondhowiardjo.

Pada orang di usia 30 tahun, sebanyak 25 dari 100.000 orang terkena kanker. Jumlah itu meningkat menjadi 98 orang dari 100.000 pada rentang usia 45-50 tahun. Sementara di atas 50 tahun menjadi 470 dari 100.000 orang.

Di Indonesia, kasus kanker yang paling banyak dialami oleh kalangan menengah ke bawah adalah kanker serviks. Sedangkan untuk kalangan menengah ke atas, kasus yang paling banyak adalah kanker payudara. Untuk anak-anak, kasus kanker mata dan leukemia masih mendominasi.

“Namun, jumlah pasien kanker laki-laki dan perempuan jumlahnya hampir seimbang,” terang Soehartati saat diwawancara di RSCM Jakarta pada Kamis (21/3).

Soehartati berpendapat, secara kualitas, tenaga medis di Indonesia sudah kredibel dalam menangani kanker. Namun, sayangnya, fasilitas untuk pasien kanker masih belum terpenuhi dengan baik.

“Di Indonesia, fasilitas untuk pasien kanker baru memenuhi 15 persen dari yang seharusnya,” terangnya.

Ia mengkritik minimnya fasilitas untuk pasien kanker di daerah luar Jawa. “Meskipun jumlah pasien kanker sedikit di provinsi tertentu, bukan berarti ia tidak perlu dilayani,” keluhnya.

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pola Hidup Sehat Bisa Mencegah Kanker Sejak Dini

Timbulnya kanker bisa dicegah dengan pola hidup yang sehat

KESEHATAN | 21 Maret 2013

Pengobatan Alternatif Tidak Bisa Mengobati Kanker

Banyaknya orang yang takut ke dokter membuat dokter kesulitan.

 

KESEHATAN | 21 Maret 2013

6 Makanan untuk Pembentukan Otot

Protein adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu upaya pembentukan otot --dibarengi olahraga yang tepat.

KESEHATAN | 21 Maret 2013

Lelaki yang Punya Anak di Usia Tua Berpeluang Punya Cucu Autis

Tetapi mereka menduga kecenderungan itu berkaitan dengan mutasi yang terjadi pada sel sperma yang terjadi seiring waktu

KESEHATAN | 21 Maret 2013

Penyandang Epilepsi Bisa Bebas Terapi

Asalkan si penyandang epilepsi sudah bebas dari bangkitan dan hasil EEG-nya pun normal.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Over Protektif Orangtua Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak Penyandang Epilepsi

Padahal depresi justru akan semakin meningkatkan risiko bangkitan epilepsi bagi penyandangnya.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Tinggi, Tingkat Depresi Penyandang Epilepsi

Faktor yang berperan dalam terjadinya epilepsi ialah perawatan ibu hamil, keadaan saat melahirkan, trauma lahir, kekurangan gizi dan penyakit infeksi.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Melihat Rokok di Pajangan Bisa Mendorong Perokok untuk Membeli

Pemicu visual punya porsi besar dalam hal kecanduan

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Dokter India: Kanker Cara Efektif Hentikan Perokok

Biasanya orang berhenti merokok kalau terkena kanker

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Komnas Tembakau: Nikotin "Raja" Zat Adiktif

Nikotin dalam rokok bisa membuat seseorang terjebak dengan zat adiktif lainnya.

KESEHATAN | 19 Maret 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS