Utilisasi Obat Kronis Diprediksi Meningkat Tajam Saat BPJS
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (3.49)   |   COMPOSITE 6258.75 (33.25)   |   DBX 1361.34 (0.42)   |   I-GRADE 179.18 (1.41)   |   IDX30 502.509 (3.5)   |   IDX80 134.874 (0.99)   |   IDXBUMN20 393.542 (2.29)   |   IDXESGL 138.721 (1.04)   |   IDXG30 140.869 (0.73)   |   IDXHIDIV20 444.908 (3.39)   |   IDXQ30 144.657 (0.96)   |   IDXSMC-COM 296.3 (1.57)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (4.05)   |   IDXV30 132.413 (2.15)   |   INFOBANK15 1051.36 (5.92)   |   Investor33 433.839 (2.98)   |   ISSI 179.41 (1.13)   |   JII 608.801 (4.3)   |   JII70 214.954 (1.52)   |   KOMPAS100 1205.85 (8.78)   |   LQ45 941.363 (6.94)   |   MBX 1692.14 (10.5)   |   MNC36 321.868 (2.02)   |   PEFINDO25 321.871 (0.09)   |   SMInfra18 304.318 (4.08)   |   SRI-KEHATI 368.746 (2.68)   |  

Utilisasi Obat Kronis Diprediksi Meningkat Tajam Saat BPJS

Jumat, 22 Maret 2013 | 08:05 WIB
Oleh : Dina Manafe / B1

Jakarta - Utilisasi atau pemanfaatan obat-obat kronis diperkirakan akan meningkat tajam saat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dilaksanakan per 1 Januari 2014 mendatang. Dengan demikian, kebutuhan akan meningkat, sehingga mendorong peningkatan produksi obat juga naik lebih besar.

Ketua Gabungan Perusahaan Farmasi (GP Farmasi) Johannes Setijono mengatakan, utilisasi obat-obat untuk penyakit kronis atau yang lebih serius seperti kanker, stroke, diabetes, jantung dan sejenisnya, akan meningkat. Tidak seperti penyakit ringan, misalnya batuk, pilek, demam, yang tanpa adanya sistem jaminan sosial pun semua orang mampu membeli.

"Karena relatif mahal, mereka yang tadinya tidak mampu beli, dengan adanya BPJS jadi mampu. Karena itu, kebutuhan akan obat-obat ini pasti akan meningkat tajam," kata Johannes, di sela-sela pameran niaga industri farmasi "Convention on Pharmaceutical Ingredients Southeast Asia (CPhl SEA)", di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, yang berlangsung sepanjang 20-22 Maret ini.

Johannes mengatakan, perusahaan farmasi sedang mempersiapkan diri untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memaksimalkan pabrik yang ada, dalam rangka mendukung Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) 2014. Selain itu, kebutuhan akan obat di dalam negeri akan meningkat, khususnya obat generik, seiring dengan meningkatnya jumlah pasien miskin dan tidak mampu yang akan berobat melalui sistem ini.

Saat ini, jumlah orang miskin dan tidak mampu yang ditanggung pemerintah melalui skema Jamkesmas meningkat dari 76,4 juta jiwa tahun 2012, menjadi 86,4 juta jiwa di 2013. Ditargetkan jumlah ini akan bertambah menjadi 97,6 juta jiwa, atau 40% masyarakat Indonesia dengan tingkat kesejahteraan terendah, di dalam BPJS Kesehatan. Mereka tergolong sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung oleh pemerintah, yang saat ini disepakati besarannya adalah Rp15.500 per orang per bulan.

"Dengan meningkatnya kebutuhan obat, utilisasi pabrik perusahaan farmasi juga akan meningkat. Sekarang ini baru 50% dari total kapasitas produksi. Dengan adanya SJSN, investasi meningkat dan utilisasi bisa mencapai 100%," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Indofarma, Bambang Solihin mengatakan, kapasitas produksi akan meningkat tiga kali lipat pada saat BPJS dilaksanakan. Namun, belum bisa dipastikan komposisi obat yang akan mengalami kenaikan besar, karena masih menunggu daftar kebutuhan obat untuk BPJS yang tercantum di dalam electronic catalog (e-Catalog).

"Untuk investasi dananya, kita sudah siapkan. Tetapi komposisi obatnya masih menunggu e-Catalog. Kita ngintipnya dari sana, karena pembelinya adalah Kementerian Kesehatan (Kemkes). Seharusnya sudah mulai akhir Maret ini," katanya.

Untuk mengontrol harga obat di pasaran menjelang BPJS, terutama terkait dengan pengadaan pemerintah, Kemkes sendiri telah meluncurkan e-Catalog obat generik baru-baru ini. E-Catalog obat generik ini merupakan sistem informasi elektronik yang memuat informasi seputar daftar nama obat, jenis, spesifikasi teknis, harga satuan kecil, serta pabrik penyedia.

Menkes Nafsiah Mboi mengatakan, harga yang tercantum dalam e-Catalog adalah harga satuan terkecil, di mana sudah termasuk pajak dan biaya distribusi. Pengadaan obat generik yang sudah termuat dalam e-Catalog dilaksanakan melalui mekanisme e-purchasing, serta bersifat penunjukan langsung oleh satuan kerja. Melalui e-Catalog ini, diharapkan proses pengadaan obat generik di sektor pemerintah lebih transparan, akuntabel, efektif dan efisien.

"Selain dapat meminimalisir penyimpangan, juga memudahkan pemerintah untuk leluasa dalam memilih obat yang dibutuhkan. Selanjutnya, bagi dinas atau rumah sakit yang ingin melaksanakan pengadaan obat generik, juga tinggal memilih saja, karena harga dan spesifikasinya sudah jelas," kata Menkes.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Fasilitas Pasien Kanker Baru Terpenuhi 15 Persen

Di Indonesia, kasus kanker yang paling banyak dialami oleh kalangan menengah ke bawah adalah kanker serviks.

KESEHATAN | 21 Maret 2013

Pola Hidup Sehat Bisa Mencegah Kanker Sejak Dini

Timbulnya kanker bisa dicegah dengan pola hidup yang sehat

KESEHATAN | 21 Maret 2013

Pengobatan Alternatif Tidak Bisa Mengobati Kanker

Banyaknya orang yang takut ke dokter membuat dokter kesulitan.

 

KESEHATAN | 21 Maret 2013

6 Makanan untuk Pembentukan Otot

Protein adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu upaya pembentukan otot --dibarengi olahraga yang tepat.

KESEHATAN | 21 Maret 2013

Lelaki yang Punya Anak di Usia Tua Berpeluang Punya Cucu Autis

Tetapi mereka menduga kecenderungan itu berkaitan dengan mutasi yang terjadi pada sel sperma yang terjadi seiring waktu

KESEHATAN | 21 Maret 2013

Penyandang Epilepsi Bisa Bebas Terapi

Asalkan si penyandang epilepsi sudah bebas dari bangkitan dan hasil EEG-nya pun normal.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Over Protektif Orangtua Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak Penyandang Epilepsi

Padahal depresi justru akan semakin meningkatkan risiko bangkitan epilepsi bagi penyandangnya.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Tinggi, Tingkat Depresi Penyandang Epilepsi

Faktor yang berperan dalam terjadinya epilepsi ialah perawatan ibu hamil, keadaan saat melahirkan, trauma lahir, kekurangan gizi dan penyakit infeksi.

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Melihat Rokok di Pajangan Bisa Mendorong Perokok untuk Membeli

Pemicu visual punya porsi besar dalam hal kecanduan

KESEHATAN | 20 Maret 2013

Dokter India: Kanker Cara Efektif Hentikan Perokok

Biasanya orang berhenti merokok kalau terkena kanker

KESEHATAN | 20 Maret 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS