Logo BeritaSatu

Penebalan Otot Jantung Bawa Kematian di Usia Produktif

Minggu, 21 Juli 2013 | 12:40 WIB
Oleh : Carla Isati Octama / B1

Jakarta - Banyak yang mengira, penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian pertama di Indonesia, rata-rata menyerang orang di usia lanjut. Namun kenyataannya, usia produktif juga rentan terkena penyakit ini, khususnya penebalan otot jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

"Penyakit jantung yang bisa berakibat fatal pada orang-orang yang berusia produktif, terutama yang berusia di bawah 35 tahun, adalah di struktural jantung dengan kelainan otot jantung atau hypertrophic cardiomyopathy. Di sana otot jantung menebal tanpa penyebab, dan ini adalah salah satu penyebab kematian mendadak pada atlet," ujar spesialis jantung Siloam Heart Institute, dr Antono Sutandar SpJP, yang ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Dikatakan Antono, penebalan otot jantung atau hypertrophic cardiomyopathy ini kebanyakan disebabkan karena kelainan genetik. Dalam keadaan ini, otot jantung menebal sehingga membutuhkan aliran darah lebih banyak.

"Kelainan ini manifestasinya terlihat dari ototnya yang tebal. Jantung itu kan kerjanya menyedot dan memompa darah. Kalau otot jantungnya menebal, dia menyedotnya bermasalah. Sesudah berkelamaan melakukan penyedotan darah bermasalah, maka memompanya akan juga bermasalah. Hal ini akan menyebabkan keluhan yang disebut dengan gagal jantung," jelasnya.

Antono menambahkan, penyakit ini biasanya mengincar para atlet. Hal ini menurutnya dikarenakan atlet melakukan kegiatan fisik yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang pada umumnya.

"Atlet melakukan physical activity jauh lebih besar daripada orang biasa. Pada saat mereka melakukan kegiatan di atas rata-rata, terjadi ketidakseimbangan antara supply dan demand aliran darah di jantung. (Selisih) Supply dan demand itulah yang menyebabkan kematian mendadak," katanya pula.

Menurut Antono pula, sekitar 25 hingga 30 persen tanda-tanda penebalan otot jantung mulai terlihat pada usia 15 hingga 30 tahun. Sisanya terjadi di atas usia 30 tahun. Kemungkinan terkena penyakit ini menurutnya adalah antara 1:500 hingga 1:1000 di seluruh penduduk dunia.

"Potensi terkena penduduk di seluruh dunia kurang lebih perbandingannya 1:500 hingga 1:1000. Kalau di Indonesia penduduknya sekitar 250 juta orang, perseribunya berarti sekitar 250 ribu orang yang dapat terkena penebalan otot jantung," ujarnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

DPR Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Puan: Komitmen Selamatkan Bumi

DPR telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan tambahan listrik gedung wakil rakyat.

NEWS | 29 September 2022

Anggaran Shadow Team Bersumber dari Kemendikbudristek

Anggaran shadow team atau tim bayangan Menteri Nadiem Makarim bersumber dari anggaran Kemendikbudristek.

NEWS | 29 September 2022

Febri Diansyah Bela Sambo-Putri, ICW: Langkah yang Gegabah

ICW menyoroti langkah eks Jubir KPK Febri Diansyah yang bergabung dalam tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

NEWS | 29 September 2022

Solusi Dua Negara Israel dan Palestina Harus Terus Disuarakan

Solusi dua negara Israel dan Palestina dengan posisi yang setara harus terus disuarakan, demi terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

NEWS | 29 September 2022

PGRI Dorong Penuntasan Tunjangan Profesi bagi 1,6 Juta Guru

PGRI mendorong pemerintah melalui Kemendikbudristek guna menuntaskan 1,6 juta guru yang belum mendapatkan tunjangan profesi.

NEWS | 29 September 2022

Satgas Berupaya Evakuasi Terduga Teroris DPO MIT Poso

Personel kepolisian berusaha mengevakuasi jasad terduga teroris Askara alias Pak Guru yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur.

NEWS | 29 September 2022

Ibunda Brigadir J Harap Penegak Hukum Bekerja Jujur

Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak berharap penegak hukum bekerja dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.

NEWS | 29 September 2022

Mbah Mijan Sebut Lesti Kejora dan Rizky Billar Jodoh Panjang, Warganet Bereaksi

"Lesti Kejora dan Rizky Billar berjodoh panjang, Mbah doakan yang terbaik," kata Mbah Mijan dalam akun Twitter pribadinya.

NEWS | 29 September 2022

HT Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso

Ketua UmumPerindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dikukuhkan sebagai ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso (Apmiso) Nusantara.

NEWS | 29 September 2022

PGRI Minta UU Guru dan Dosen Dikeluarkan dari RUU Sisdiknas

PB PGRI meminta pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang Guru dan Dosen dari Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

EKONOMI | 15 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings