Atlet Berisiko Alami Kematian Mendadak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Atlet Berisiko Alami Kematian Mendadak

Senin, 22 Juli 2013 | 16:31 WIB
Oleh : Carla Isati Octama / B1

Jakarta – Kematian mendadak yang disebabkan adanya penebalan otot jantung (hypertrophic cardiomyopathy) memang kebanyakan menyerang para atlet, karena kegiatan fisik yang jauh lebih besar ketimbang orang pada umumnya.

Penebalan otot jantung ini kebanyakan disebabkan karena kelainan genetik. Dalam kondisi tersebut, otot jantung menebal sehingga membutuhkan aliran darah lebih banyak. Namun, bila kegiatan fisik dilakukan tidak terlalu berat, maka kemungkinan terkena kematian mendadak akan kecil.

“Kalau santai-santai saja biasanya tidak akan mati mendadak sebelum 35 tahun. Hal ini biasanya kematian mendadak terjadi ketika mereka melakukan olahraga yang diatas rata-rata,” ujar spesialis jantung dari Siloam Heart Institute, dr Antono Sutandar, SpJP saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Ia menambahkan, bahwa kematian mendadak akibat penebalan otot jantung sebenarnya dapat dicegah jika dideteksi lebih dini.

“Penting untuk deteksi dini kelainan otot jantung ini, supaya kita bisa memberi pencegahan agar mereka terhindar dari kematian mendadak. Saat dideteksi dini dan dianggap risiko kematian mendadak cukup tinggi, bisa dicegah dengan pemasangan alat Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD),” jelas Antono.

ICD adalah alat kejut listrik ‘mini’ yang ditanam di tubuh. Tujuannya memberikan kejut listrik bila timbul gangguan irama jantung yang mengancam nyawa yaitu fibrilasi ventrikel.

Alat ini dipasang pada pasien risiko tinggi meninggal mendadak yaitu: pasien yang pernah mengalami henti jantung mendadak atau pingsan mendadak, ada riwayat meninggal mendadak dalam keluarga, pada pemeriksaan ekokardiografi tampak penebalan yang ekstrim dari otot sekat jantung.

Selain itu, Antono juga menyarankan, melakukan skrining untuk mendeteksi penyakit ini. Skrining dilakukan tidak hanya kepada sang pasien tetapi juga keluarganya.

“Kita bisa melakukan skrining untuk orang-orang yang ada penebalan otot jantung. Skriningnya ada dua macam, yakni skrining anggota keluarga yang lain dan orang yang memiliki penebalan otot jantung. Hal ini untuk melihat risiko kematian mendadaknya seberapa tinggi,” jelas Antono panjang lebar.

Selain skrining, bisa pula dilakukan deteksi dengan echo jantung, cardiac MRI dan monitoring irama jantung untuk melihat apakah ada tanda-tanda penebalan otot jantung.

“Kita juga dapat melakukan stress test. Di sini bukan untuk melihat ada penyempitan, namun untuk melihat respons tekanan darah mereka normal atau tidak. Karena pada sebagian orang dengan penebalan otot saat mereka exercise, tekanan darah mereka naik terus turun. Nyatanya saat orang normal, saat exercise tekanan darah pelan-pelan naik terus. Ini merupakan faktor risiko yang bisa mengidentifikasikan pasien-pasien yang berisiko mati mendadak,” tutupnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Minuman Isotonik Tak Dianjurkan saat Sahur dan Berbuka Puasa

Masalahnya, larutan isotonik mengandung gula dan elektrolit terutama garam atau natrium.

KESEHATAN | 22 Juli 2013

Hati-hati Iklan Menyesatkan Selama Ramadan

"Saya melihat bahwa hal ini berhubungan dengan iklan yang menganjurkan konsumsi obat maag yang mengandung antasida untuk pencegahan".

KESEHATAN | 22 Juli 2013

Donor Darah Tidak Batalkan Puasa

"Kami telah berkonsultasi dengan para ulama, mendonorkan darah itu tidak membatalkan puasa."

KESEHATAN | 22 Juli 2013

Penebalan Otot Jantung Bawa Kematian di Usia Produktif

Penebalan otot jantung atau hypertrophic cardiomyopathy ini kebanyakan disebabkan karena kelainan genetik.

KESEHATAN | 21 Juli 2013

Tips Menikmati Puasa Tanpa Lapar dan Haus

Puasa adalah bagian terpenting dari Ramadhan, tapi tidak semua orang mampu menjalankannya.

KESEHATAN | 21 Juli 2013

5 Tips Tidur Selama Bulan Ramadan

Usahakan untuk menggeser jam tidur di malam hari.

KESEHATAN | 21 Juli 2013

Enam Bulan, Bali Catat 33 Ribu Kasus Gigitan Anjing

Rata-rata ada 100-120 kasus gigitan per hari

KESEHATAN | 20 Juli 2013

Studi: Kecanduan Seks Bukan Kelainan, Tapi Kelebihan Libido

Selebriti seperti Tiger Woods, Kanye West, dan Russel Brand - mengklaim bahwa mereka mengidap kecanduan seks

KESEHATAN | 20 Juli 2013

Waspadai Dehidrasi Ketika Anak Berpuasa

Tirta mewanti-wanti orang tua agar memperhatikan gejala-gejala dehidrasi pada anak seperti bibir kering, lama tidak buang air kecil, urin pekat, dan sakit kepal

KESEHATAN | 20 Juli 2013

Siloam Heart Institute, Kualitas Internasional Harga Terjangkau

"Kami mulai melayani peserta Askes."

KESEHATAN | 19 Juli 2013


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS