Terapi Gelombang Kejut, Terobosan Baru Penyembuhan Tendinitis
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Terapi Gelombang Kejut, Terobosan Baru Penyembuhan Tendinitis

Rabu, 24 Juli 2013 | 04:47 WIB
Oleh : Aisya Putrianti Icha / YUD

Jakarta - Pernahkan Anda saat bangun tidur, ketika memijakkan kaki ke lantai tiba-tiba daerah di sekitar tumit Anda terasa sangat nyeri dan sakit. Atau bagi para wanita yang sering menenteng tas lengan yang isinya barang berat, tiba-tiba Anda merasa daerah di sekitar sikut terasa nyeri.

Hati-hati, mungkin Anda mengalami gejala peradangan tendon yang dalam dunia medis disebut Tendinitis.

Tetapi apakah Anda sendiri tahu apa itu tendon? Tendon merupakan struktur dalam tubuh yang elastis namun kuat yang menghubungkan otot dengan tulang.

Gerakan-gerakan tubuh seperti berjalan, mengangkat, melompat, dan bentuk gerakan lainnya terjadi karena jasa otot rangka yang menggerakkan sendi. Jadi ketika otot ini mengalami kontraksi, tulang akan tertarik yang menghasilkan gerakan-gerakan tersebut. Nah, struktur yang memindahkan kekuatan kontraksi otot ke tulang inilah yang disebut dengan tendon.

Tetapi apa jadinya jika tendon-tendon tersebut mengalami peradangan?
Biasanya kasus yang umum ditemukan sebagai penyebab tendinitis adalah akibat olahraga yang berlebihan atau gerakan yang berulang-ulang.

Hal ini kerap terjadi pada orang yang memasuki usia pertengahan (30-50 tahun) dikarenakan pada usia tersebut tendon menjadi lebih peka terhadap cedera. Namun, tendinitis juga dapat dialami oleh yang masih muda, salah satu penyebab umumnya karena olahraga berlebihan serta tanpa pemanasan.

Seperti ilustrasi yang telah digambarkan di atas, gejala tendinitis ditandai dengan rasa nyeri dan pembengkakan pada area tubuh seperti bahu (Supra Pinatus), pergelangan tangan (De Quervain’s Tenosynovitis), siku (Golfer’s Synd/Tennis Elbow), lutut (Patellar Tendinitis) dan tumit (Achilles Tendinitis) ketika diraba atau digerakkan.

Kemudian selubung sendi juga akan membengkak dan muncul suara gemertak yang bisa didengar melalui stetoskop ketika sendi digerakkan. Rasa nyeri yang dirasakan pada siku ketika ditekuk, juga salah satu akibat tendinitis di atas otot biseps pada lengan.

Ada berbagai cara penyembuhan yang bisa dilakukan. Jika nyeri tendon dirasa tidak terlalu mengganggu, dalam arti pengobatan konvensional seperti istirahat, kompres, dan terapi fisik dapat mengurangi rasa sakit, maka Anda hanya menderita tendinitis akut.

Tetapi tendinitis perlu mendapat penanganan serius ketika rasa nyeri tersebut tidak menghilang setelah satu bulan yang mengakibatkan terhalangnya aktivitas sehari-hari, bahkan tidak dapat digerakkan sama sekali.

Itu artinya peradangan tendon sudah kronis dan perlu dilakukan pembedahan atau operasi untuk memperbaikinya.

Beberapa orang terlanjur alergi mendengar kata operasi, yang membuat mereka lebih memilih penyembuhan secara konvensional.

Masalahnya, terkadang rasa nyeri yang tak tertahankan membuat penderita membutuhkan pereda rasa sakit, salah satunya suntik kortikosteroid. Tetapi suntikan ini juga ada resikonya, yaitu jika disuntikkan secara terus-menerus memungkinkan terjadinya robekan tendon dan bahkan merusak.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, ada alternatif lain berupa terobosan penyembuhan yang didukung oleh teknologi canggih yaitu Terapi Gelombang Kejut Radial atau Radial Shock Wave Teraphy (RSWT).

Gelombang kejut yang dihasilkan merupakan suatu stresor mekanik berupa kejutan bertekanan tinggi yang ditransmisikan melalui jaringan pada daerah yang sakit.

Pada intinya RSWT bersifat merangsang atau menstimulasi aktivitas metabolik yang dapat menghambat rasa nyeri serta melancarkan peredaran darah.

Sebagai perbandingan dengan pengobatan konvensional, RSWT memiliki beberapa keuntungan antara lainnya jauh lebih cepat dan efektif, mengurangi efek samping akibat pemberian obat oral dan suntikan kortikosteroid yang berulang, serta meminimalkan tindakan bedah atau operasi.

“Target kami setidaknya pasien harus menjalani empat sampai enam kali terapi dengan selang satu atau dua minggu sejak terakhir melakukan terapi, kata Dr. Laura Djuriantina, Sp. KFR, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Pondok Indah-Pondok Indah.

"Biasanya, dalam waktu dua minggu banyak pasien mengaku sakitnya berkurang 80 persen. Tetapi kalau ingin benar-benar sembuh, ya target kami empat sampai enam kali terapi, itu artinya masa penyembuhan bisa memakan waktu paling lama tiga sampai enam bulan.”

Lebih lanjut Dr. Laura menyatakan tidak ada efek samping yang berarti ketika menjalani terapi ini kecuali perasaan tidak nyaman sesaat sesudah terapi, tetapi itupun hanya berlangsung sebentar dan akan hilang beberapa jam setelah terapi dilakukan.

“Sama sekali tidak ada injeksi cairan atau zat yang masuk ke dalam tubuh. Ini murni gelombang kejut yang berasal dari kumpulan tekanan udara yang ‘ditembakkan’ ke area tubuh yang sakit," jelas Laura.

"Jadi ini menjelaskan mengapa terapi gelombang kejut tidak ada efek samping. Kalaupun ada, paling kulit yang agak memerah dan sedikit rasa tidak nyaman pada area tubuh yang diberi gelombang kejut. Tetapi itupun dalam beberapa jam saja sudah hilang.”

Namun perlu diketahui, ada beberapa pengecualian bagi pengidap penyakit serius yang tidak dianjurkan untuk menjalani terapi ini. Pengecualian tersebut ditujukkan pada orang yang mengalami pengentalan darah, ibu hamil, serta pengidap kanker, kencing manis, dan kolesterol.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perempuan Ini Habiskan Rp 200 Juta untuk Senyum yang Sempurna

Simbian Chua, sekarang bisa berbangga karena telah memiliki senyum yang dianggapnya paling sempurna.

KESEHATAN | 23 Juli 2013

Peduli Tumbuh Kembang Anak, Sarihusada Raih Anugerah Pelangi

Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang mengedepankan dan peduli kepada anak.

KESEHATAN | 23 Juli 2013

Makanan Manis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar

Makanan manis seperti minuman ringan, kue dan keripik dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar.

KESEHATAN | 23 Juli 2013

Peneliti Indonesia: Enzim Nanas Mampu Bantu Penyembuhan Luka Diabetes

Pemberian bromelain topikal memiliki efek penyembuhan pada tikus dengan perlukaan DM.

KESEHATAN | 23 Juli 2013

Daging Mahal, Masyarakat Dianjurkan Konsumi Ikan

Anjuran tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan.

KESEHATAN | 23 Juli 2013

"Dokter Kecil" Jadi Penggerak Hidup Bersih dan Sehat

Dokter Kecil juga merupakan salah satu ujung tombak keberhasilan dalam meningkatkan kesehatan siswa pada anak tingkat sekolah dasar.

KESEHATAN | 22 Juli 2013

Kampanye Armpits4August Ajak Perempuan Tumbuhkan Bulu Ketiak

Kampanye Armpits4August ini juga ditujukan untuk melawan pandangan negatif terhadap perempuan berbulu

KESEHATAN | 22 Juli 2013

Atlet Berisiko Alami Kematian Mendadak

Kematian mendadak yang disebabkan adanya penebalan otot jantung bisa terjadi, karena kegiatan fisik atlet jauh lebih besar ketimbang orang biasa.

KESEHATAN | 22 Juli 2013

Minuman Isotonik Tak Dianjurkan saat Sahur dan Berbuka Puasa

Masalahnya, larutan isotonik mengandung gula dan elektrolit terutama garam atau natrium.

KESEHATAN | 22 Juli 2013

Hati-hati Iklan Menyesatkan Selama Ramadan

"Saya melihat bahwa hal ini berhubungan dengan iklan yang menganjurkan konsumsi obat maag yang mengandung antasida untuk pencegahan".

KESEHATAN | 22 Juli 2013


TAG POPULER

# Bumi Cikarang Makmur


# Lockdown Lokal


# Ebrahim Raisi


# Varian Delta


# India



TERKINI

Waspada, Angka Kematian Covid-19 di Jakarta Naik 251 Persen dalam Sepekan Terakhir

MEGAPOLITAN | 10 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS