Jam Tidur Cukup, Tingkat Kenakalan Remaja Bisa Berkurang
Logo BeritaSatu

Jam Tidur Cukup, Tingkat Kenakalan Remaja Bisa Berkurang

Selasa, 30 Juli 2013 | 15:04 WIB
Oleh : Firman Fernando / B1

Jakarta - Tawuran, corat-coret fasilitas umum, bolos sekolah, dan semacamnya adalah suatu bentuk kenakalan remaja yang biasa ditemui di kota besar, khususnya Jakarta. Banyak ahli yang mencoba menjabarkan faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja remaja saat ini, diantaranya kurangnya kasih sayang orang tua dan pengawasan dari orang tua. Faktor lainnya disebabkan juga oleh pergaulan dengan teman yang tidak sebaya, peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif, tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah, dasar-dasar agama yang kurang, dan tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya.

Di samping beberapa faktor yang dijabarkan tersebut, masih ada satu hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh masyarakat pada umumnya, yaitu kurangnya jam tidur anak akibat jam masuk sekolah yang terlalu cepat sehingga jam biologis anak atau remaja menjadi tidak terpenuhi. Dr. Andreas Prasadja, seorang dokter spesialis tidur dan pakar tidur mengatakan bahwa kualitas tidur masyarakat Indonesia masih sangat buruk, terutama anak-anak sekolah.

"Paradigma yang masih melekat di Indonesia bahwa tidur adalah satu bentuk kemalasan itulah yang menyebabkan kualitas tidur masyarakat menjadi sangat buruk, selain itu jam masuk sekolah anak terlalu dini, padahal seorang anak atau remaja memiliki jam biologis sendiri atau dengan kata lain jam main dan seharusnya sekolah memperhatikan hal tersebut," ujar Dr. Andreas kepada beritasatu.com disela kesibukannya di RS Mitra Kemayoran, Jakarta pada Selasa (30/7).

"Kualitas tidur yang buruk jelas akan berdampak cukup besar terhadap kondisi anak dengan komponen utamanya jam biologis anak dan kita harus menyesuaikan jam biologis anak dengan waktu sekolah, seperti penelitian di Amerika yang meyatakan bahwa dengan memundurkan waktu sekolah anak dari yang biasanya jam tujuh atau jam delapan pagi menjadi jam setengah sembilan akan berdampak pada kualitas tidur yang lebih baik, prestasi belajar meningkat, dan yang mencengangkan adalah tingkat kenakalan remaja berkurang," tambah Dr. Andreas.

Menurut pakar tidur pertama di Indonesia ini, penyesuaian jam main atau jam biologis anak dengan jam waktu masuk sekolah ternyata berdampak yang besar seperti yang Amerika Serikat lakukan dan memajukan jam sekolah ini tidak serta merta akan berdampak serius dengan wacana penyeragaman jam di Indonesia. Selain itu, yang harus diperhatikan bahwa pola hidup yang sehat, khususnya di ibu kota seperti Jakarta bukan persoalan pola makan, komposisi makanan, dan waktu olahraga saja, yang lebih penting lagi adalah kualitas tidur apalagi saat puasa dan menjelang lebaran saat ini.

"Sejauh ini saya tidak melihat penyeragaman waktu di Indonesia sebagai sebuah threat atau ancaman untuk ide memundurkan jam sekolah karena yang kita sesuaikan bukan dengan waktu di Indonesia, tetapi dengan jam biologis anak sehingga produktifitas dan kreatifitas anak dapat meningkat," tegas Dr. Andreas.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pusat Studi Biofarmaka IPB Rintis Obat Herbal dan Jamu

Besarnya potensi bahan baku herbal dan jamu di Indonesia memerlukan lembaga khusus untuk melakukan pengembangan riset dan teknologi.

KESEHATAN | 30 Juli 2013

Profesi Unik, Dokter Spesialis Tidur di Indonesia

"Kualitas manusia diukur dari tidurnya".

KESEHATAN | 30 Juli 2013

Kantuk Bukan Untuk Dicegah, Tapi Diatasi

"Pada intinya, kantuk itu bukan untuk diatasi, tetapi dicegah dan cara satu-satunya adalah tidur."

KESEHATAN | 29 Juli 2013

Handuk Harus Dicuci 3 Hari Sekali

Ternyata, masih banyak masyarakat yang belum peduli terhadap kebersihan handuknya dan pemakaian tehadap handuk yang baik.

KESEHATAN | 28 Juli 2013

Menyendiri Bisa Tingkatkan Produktivitas

Memanjakan diri sendiri, tak hanya membuat pikiran jadi tenang, tapi ide-ide kreatif pun akan bermunculan.

KESEHATAN | 28 Juli 2013

Terlalu Banyak Akses Jejaring Sosial Bisa Memicu Depresi

Beberapa ahli menyebutnya sebagai "depresi Facebook".

KESEHATAN | 28 Juli 2013

Lagi, Warga Arab Saudi Meninggal Akibat Koronavirus MERS

Dari 89 orang di dunia yang terjangkit MERS, 68 di antaranya berada di Arab Saudi

KESEHATAN | 28 Juli 2013

BPOM Imbau Komunitas Sekolah Aktif Perangi Jajanan Tak Sehat

“Anak-anak masuk dari sekolah dasar, kalau mulai sejak dini hidup sehat dan bersih, hingga dewasa akan terus hidup sehat dan bersih, entry point-nya di sini"

KESEHATAN | 27 Juli 2013

5 Fakta Penting Tentang Pil Diet

Selain dinilai tak efektif, mengonsumsi pil diet secara terus-menerus malah bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

KESEHATAN | 27 Juli 2013

Kaum Perempuan Jepang, Manusia dengan Peluang Hidup Paling Lama di Dunia

Penyebabnya antara lain karena mereka punya pola makan sehat, gaya hidup yang aktif, dan sistem kesehatan yang bagus

KESEHATAN | 25 Juli 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS