Masih Ada Kasus Gizi Buruk di Jakarta, Pemprov Berdayakan Puskesmas dan Posyandu
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Masih Ada Kasus Gizi Buruk di Jakarta, Pemprov Berdayakan Puskesmas dan Posyandu

Selasa, 3 September 2013 | 11:10 WIB
Oleh : Fana Suparman / B1

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengoptimalkan peran Puskesmas dan Posyandu untuk menelusuri dan memantau pemenuhan gizi setiap bayi yang ada di Jakarta hingga tingkat RT dan RW. Langkah ini untuk memastikan tidak ada lagi bayi yang mengalami gizi buruk seperti yang dialami seorang bayi berusia tujuh bulan bernama Dewi Asih.

"Saya sudah minta seluruh jajaran Puskesmas untuk melakukan sweeping terhadap seluruh balita," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (2/9).

Ditambahkan pria yang akrab disapa Ahok ini, jika ada bayi yang terindikasi mengalami gizi buruk harus langsung mendapatkan penanganan khusus yang sudah terdapat di seluruh puskesmas di DKI. Dengan program ini, setiap pasien yang teridentifikasi mengalami gejala kekurangan gizi dapat diberi asupan makanan dengan kalori yang sudah diperhitungkan secara gratis selama 90 hari.

"Seluruh Puskesmas di DKI Jakarta ada program penanganan gizi buruk. Diberi makanan dengan kalori yang sudah dihitung selama 90 hari secara gratis," katanya.

Ahok menuturkan, Dewi mengalami gizi buruk karena tidak pernah dibawa ke Posyandu untuk memeriksa asupan gizinya oleh kedua orangtuanya, Zaenuri (35) dan Mardianah (33). Kondisi ini biasa terjadi di lingkungan masyarakat dengan mobilitas tinggi. Akibatnya, Puskesmas ataupun tim pemerhati kesehatan tidak dapat memantau secara rutin.

"Penderita gizi buruk tersebut punya penyakit bronchopneumonia (semacam penyakit paru-paru), jadi bukan kurang gizi murni," katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Yudhita Endah mengatakan setelah ditelusuri oleh dokter Puskesmas Kelurahan Cijantung, bronchopneumonia yang diderita oleh Dewi berkaitan dengan gizi buruk yang dialaminya. Yudhita menyayangkan tindakan orangtua yang tidak pernah membawa Dewi ke Posyandu untuk menimbang berat badan sekaligus mengontrol kesehatan sang bayi.

"Padahal, jarak rumah dengan Posyandu hanya memakan waktu sekitar lima menit," kata Yudhita.

Akibat tidak pernah dibawa ke Posyandu, Dewi tidak pernah mendapat pemberian makanan tambahan (PMT).

Dikatakan Yudhita, selama ini, orangtua Dewi hanya memberikan susu, air tajin (air nasi), dan pisang. Tak hanya itu, berdasar informasi dari masyarakat di sekitar lingkungan rumahnya, orangtua Dewi diketahui kerap menolak kader Posyandu yang datang untuk melihat kondisi Dewi.

"Kalau kader Posyandu datang dan mau lihat kondisi anaknya, si orang tua juga tidak pernah mengizinkan dengan alasan anaknya baik-baik saja," terang Yudhita.

Lebih jauh, Yudhita mengatakan, setelah dirawat di RSUD Pasar Rebo, tim pemerhati Puskesmas akan terus memantau terhadap kondisi kesehatannya.

Ditemui di Ruang Perawatan Anak, Ruang Mawar No 602, Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Ibu bayi Dewi Asih, Mardianah mengakui hanya dua kali membawa anaknya ke Posyandu di dekat rumahnya. Dia mengaku takut dimarahi petugas Posyandu karena dirinya tidak mampu memberikan asupan gizi kepada anaknya dengan baik.

"Tadi saja ketemu petugas Puskesmas, saya diomeli lagi," katanya.

Selain itu, Mardianah juga mengaku dirinya sering menolak petugas dari Puskesmas maupun Kader Posyandu untuk memeriksa anaknya. "Anak saya baik-baik saja ngapain diperiksa?" ungkapnya.

Mardianah menuturkan, gizi buruk yang dialami Dewi bermula dari batuk selama seminggu. Kondisi ini mulai terjadi setelah sang bayi sering tidur di lantai beralas karpet.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Unsur Penting dalam Menu Sarapan Pagi

Mengonsumsi makanan yang cukup di pagi hari dapat memberi asupan energi yang cukup untuk beraktivitas.

KESEHATAN | 3 September 2013

Konsumsi Jus Buah Setiap Hari Naikkan Risiko Diabetes

Orang yang mengonsumsi satu porsi buah dua kali sepekan, terutama blueberry, anggur, dan apel, risiko mengidap diabetes tipe 2-nya turun hingga 23 persen

KESEHATAN | 3 September 2013

Vaksin Pentavalen Tak Timbulkan Efek Berbahaya

vaksin jenis baru tersebut telah lulus uji BPOM dan IDI.

KESEHATAN | 3 September 2013

Industri Farmasi Tanyakan Sistem Pembayaran SJSN

Obat-obatan itu nanti berada dalam tingkat harga berapa, dan bagaimana cara pembayarannya? Itu masih belum jelas sampai sekarang.

KESEHATAN | 3 September 2013

Raisa Atasi Scoliosis dengan Pilates

Raisa mengaku, rajin melakukan pilates untuk membantu mengoreksi scoliosis-nya.

KESEHATAN | 3 September 2013

Survei: Belanja Kesehatan dan Kemiskinan Pemda Mengecewakan

Belanja terbanyak dalam bidang kesehatan dilakukan provinsi Bangka Belitung dan itupun hanya sekitar Rp 170.000,- per orang setiap tahun.

KESEHATAN | 2 September 2013

Periksa Gigi Gratis di Bulan Kesehatan Gigi Nasional

BKGN 2013 akan dilaksanakan selama tiga bulan mulai 12 September hingga 20 November di beberapa universitas di Jakarta dan kota-kota lain.

KESEHATAN | 2 September 2013

Masih Ada Bayi Gizi Buruk di Jakarta

"Tiap hari kami hanya makan dari beras raskin dengan lauk tahu dan tempe. Bisa makan saja sudah syukur, bagaimana mau beli susu atau buah," katanya.

KESEHATAN | 2 September 2013

Siasat Biologis Agar Mudah Bangun Pagi

Sinar matahari berperan sangat besar untuk bangun pagi lebih mudah.

KESEHATAN | 2 September 2013

Lima Langkah Mudah untuk Tidur Nyenyak

Supaya tidur Anda lebih nyenyak, ada baiknya mengikuti tips ini.

KESEHATAN | 2 September 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS