World Toilet Summit 2013 Diselenggarakan di Solo
INDEX

BISNIS-27 532.645 (8.39)   |   COMPOSITE 6373.41 (16.42)   |   DBX 1200.38 (7.1)   |   I-GRADE 185.572 (0.47)   |   IDX30 530.591 (5.91)   |   IDX80 143.3 (0.91)   |   IDXBUMN20 436.746 (-1.39)   |   IDXESGL 146.832 (2.43)   |   IDXG30 145.313 (0.68)   |   IDXHIDIV20 465.476 (6.27)   |   IDXQ30 150.721 (1.92)   |   IDXSMC-COM 298.62 (-4.71)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (-7.37)   |   IDXV30 150.9 (-1.9)   |   INFOBANK15 1063.78 (12.11)   |   Investor33 452.728 (7.92)   |   ISSI 189.451 (-0.24)   |   JII 667.742 (1.11)   |   JII70 234.615 (-0.52)   |   KOMPAS100 1279.35 (7.74)   |   LQ45 988.752 (9.51)   |   MBX 1764.22 (3.66)   |   MNC36 335.71 (4.95)   |   PEFINDO25 340.233 (-1.68)   |   SMInfra18 325.434 (3.65)   |   SRI-KEHATI 386.573 (6.93)   |  

World Toilet Summit 2013 Diselenggarakan di Solo

Selasa, 3 September 2013 | 22:40 WIB
Oleh : Aisya Putrianti / B1

Jakarta - Isu kebersihan menjadi salah satu isu penting dalam masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di negara berkembang. Masalah-masalah seperti sanitasi buruk, lingkungan tercemar, dan perilaku kotor dari masyarakat turut menyeret isu kesehatan suatu negara. Tidak heran, masyarakat yang tidak bersih akan menghasilkan masyarakat yang tidak sehat. Sementara ketika kebutuhan hidup sehat tidak terpenuhi, maka akan berdampak pada produktivitas yang tidak maksimal.

Belum lama ini dalam sebuah survei yang dilakukan UNICEF, Indonesia menempati urutan kedua tertinggi setelah India menjadi negara yang mempraktikkan BAB (buang air besar) sembarangan. Sungguh ironis, cita-cita akan lingkungan yang sehat dan bersih seketika luntur dengan kenyataan di atas. Tak hanya berdampak pada kesehatan dan produktivitas masyarakatnya, namun martabat bangsa juga dipertaruhkan atas predikat yang tidak mengenakkan ini.

Atas kondisi yang memprihatinkan ini, sebuah lembaga swadaya masyarakat berskala global yang menamakan diri sebagai World Toilet Organization (WTO) hadir membawa misi untuk meningkatkan kondisi toilet dan sanitasi di seluruh dunia. Aktvitas-aktivitas yang mereka lakukan berupa seruan kepada masyarakat untuk menyadarkan kepedulian mereka melalui pemberdayaan komunitas lokal. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu anggota WTO dengan mendirikan organisasi sejenis yang dinamakan Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) serta memiliki visi dan misi yang sama dengan WTO.

Pada 2-4 Oktober 2013 mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah acara bertaraf Internasional bertajuk World Toilet Summit 2013 berlokasi di Solo, tepatnya di Hotel Sunan. Acara yang berdiri atas kerja sama WTO dan ATI ini telah diselenggarakan 12 kali di 10 negara anggota World Toilet Organization (WTO) yaitu Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Cina, Irlandia, Rusia, Thailand, India, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan. ATI sendiri memiliki alasan khusus mengapa kota Solo terpilih sebagai tempat diselenggarakannya acara ini.

"Solo dinilai sebagai kota yang paling aktif dalam merespon dan menggiatkan isu-isu sanitasi. Solo memiliki banyak proyek Sanimas atau sanitasi berbasis masyarakat," kata Naning Adiwoso, ketua Asosiasi Toilet Indonesia (WTO).

Tujuan utama acara ini, menurut Naning, adalah mengajak masyarakat untuk menyukseskan penyelenggaraan World Toilet Summit 2013 melalui berbagai macam kegiatan seperti pembelajaran dan praktik mulai dari Summit session (3 hari), Training on Trainers (2 hari), Pameran (4 hari), Program Sosial, serta World Toilet Carnival.

Naning juga menjelaskan bahwa melalui acara ini, ATI mengajak peran serta masyarakat untuk turut menyukseskan penyelenggaan World Toilet Summit 2013.

“Dan dalam tataran yang lebih luas lagi, kami ingin memberdayakan masyarakat dalam peningkatan sanitasi yang lebih baik, guna mengurangi kemiskinan, mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bersih baik di pedesaan maupun perkotaan,” jelas Naning.

Tidak semua kegiatan dilakukan pada 2-4 Oktober, melainkan ada kegiatan yang diadakan dalam bentuk pre event seperti program Training on Trainers pada 30 September – 1 Oktober 2013, dan pelatihan dari pemerintah ke sektor swasta di Indonesia. Tujuan Training on Trainers adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan dalam menjaga produk sanitasi serta memberdayakan masyarakat sekitar. Para peserta akan dilatih dan mendapatkan sertifikat dari World Toilet College, yang didirikan oleh Jack Sim, Chairman of World Toilet Organization (WTO).

Sesi Summit akan berlangsung 3 hari mulai tanggal 2-4 Oktober 2013 dan akan dibuka oleh Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ir. Djoko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum, dan F.X. Hadi Rudyatmo, Walikota Solo. Pembicara yang hadir baik dari pemerintah, swasta, NGO, maupun pelaku sanitasi lainnya. Nama-nama yang akan hadir antara lain Jack Sim selaku Chairman of World Toilet Organization, Naning Adiwoso selaku Chairman of Indonesia Toilet Association, Connie September selaku Human Settlements Republic Of South Africa, Dr. Clara Greed selakuEmerita Professor of Inclusive Urban Planning, University of the West of England, serta beberapa pembicara lainnya dari dalam negeri dan luar negeri.

Selain itu, akan berlangsung pula aktivitas sosial yang turut memeriahkan World Toilet Summit 2013, yaitu Welcome Dinner di Benteng Vasterneberg tanggal 1 Oktober 2013,Cultural Night di Istana Mangkunegaran tanggal 2 Oktober 2013, World Toilet Carnival/Kirab Budaya Mertuturas di sepanjang Jalan Slamet Siyadi tanggal 3 Oktober 2013 pukul 15.00 – 17.00 WIB, serta Project Visit tanggal 4 Oktober 2013.

Pada World Toilet Carnival, semua delegasi diundang untuk bergabung dengan parade toilet tematik sepanjang jalan utama di Surakarta, bersama-sama dengan siswa, dan warga setempat. Kegiatan ini juga akan diisi dengan sosialisasi kebersihan dan kesehatan sanitasi di saat yang unik. Peserta luar negeri disarankan untuk membawa pakaian tradisional sendiri. Karnaval tradisional (Kirab) akan dimeriahkan dengan lagu tema Toilet Summit dan maskot toilet (Mbah Turas), alat musik tradisional dan pertunjukan teater di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

Kegiatan lainnya yaitu penyelenggaraan pameran di Ballroom 1 dan 2 Hotel Sunan Solo, mulai tanggal 1 – 4 Oktober 2013. Pameran ini akan diramaikan oleh sekitar 40 industri sanitasi lokal dan internasional, mulai dari pembersih mesin, pembersih komponen dan aksesoris, sanitary & toiletries, kontraktor sanitasi dan kamar mandi, manajemen tujuan wisata, pengelola pusat perbelanjaan dan bangunan, lembaga pelatihan, serta perusahaan-perusahaan lain yang terkait dengan industri sanitasi dan toilet.

Acara bertabur pembicara kenamaan dan segudang kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Pekerjaan Umum RI, Kementerian Kesehatan, Bappenas, dan Pemerintah Kota Solo tentunya.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RSUD Banten Mulai Layani Pasien

RSUD Banten telah memiliki 39 dokter spesialis, 22 dokter umum, 4 dokter gigi, 164 perawat, 117 bidan serta tenaga lainnya.

KESEHATAN | 3 September 2013

Strategi Pemprov DKI Hentikan Laju Diabetes

Saat ini Jakarta sudah punya banyak Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring dan deteksi dini faktor risiko diabetes.

KESEHATAN | 3 September 2013

Vaksin HPV Cegah Risiko Kanker Serviks

"Vaksin HPV ini tentu aman karena sudah dilemahkan dan dibuat dari cangkang virus, bukan dari inti virusnya."

KESEHATAN | 3 September 2013

Perilaku "Cerdik", Solusi Atasi Diabetes Melitus

CERDIK bermakna Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

KESEHATAN | 3 September 2013

Novo Nordisk-Kemkes Luncurkan “Blueprint for Change” untuk Penanganan Diabetes

Laporan ini membantu kita memahami permasalahan diabetes di Indonesia, tetapi akan mubazir bila tidak disambut dengan aksi nyata bersinergi semua pihak.

KESEHATAN | 3 September 2013

Masih Ada Kasus Gizi Buruk di Jakarta, Pemprov Berdayakan Puskesmas dan Posyandu

"Seluruh Puskesmas di DKI Jakarta ada program penanganan gizi buruk. Diberi makanan dengan kalori yang sudah dihitung selama 90 hari secara gratis," kata Ahok.

KESEHATAN | 3 September 2013

Unsur Penting dalam Menu Sarapan Pagi

Mengonsumsi makanan yang cukup di pagi hari dapat memberi asupan energi yang cukup untuk beraktivitas.

KESEHATAN | 3 September 2013

Konsumsi Jus Buah Setiap Hari Naikkan Risiko Diabetes

Orang yang mengonsumsi satu porsi buah dua kali sepekan, terutama blueberry, anggur, dan apel, risiko mengidap diabetes tipe 2-nya turun hingga 23 persen

KESEHATAN | 3 September 2013

Vaksin Pentavalen Tak Timbulkan Efek Berbahaya

vaksin jenis baru tersebut telah lulus uji BPOM dan IDI.

KESEHATAN | 3 September 2013

Industri Farmasi Tanyakan Sistem Pembayaran SJSN

Obat-obatan itu nanti berada dalam tingkat harga berapa, dan bagaimana cara pembayarannya? Itu masih belum jelas sampai sekarang.

KESEHATAN | 3 September 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS