Mayoritas Penderita Hepatitis Usia Produktif
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mayoritas Penderita Hepatitis Usia Produktif

Rabu, 4 September 2013 | 01:24 WIB
Oleh : FER

Jakarta - Presiden Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Rino A. Gani menyatakan, penderita hepatitis C di Indonesia sebagian besar adalah golongan usia produktif atau kelompok usia di atas 15 tahun.

"Data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2007 tercatat 2,05 persen dari total penduduk Indonesia yang usianya di atas 15 tahun, menderita hepatitis C," kata Rino di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta Selatan, Selasa (3/9).

Rino menjelaskan bahwa 2,05 persen tersebut setara dengan tiga juta orang Indonesia dari kelompok usia produktif. Tingginya penderita hepatitis C pada usia produktif, kata dia, tentu akan mempengaruhi perekonomian negara.

"Oleh sebab itu, kami mentargetkan agar lima tahun mendatang angka ini bisa ditekan hingga mencapai 0,5 persen," kata Rino.

Lebih lanjut Rino menjelaskan bahwa hepatitis-C adalah penyakit yang menyerang fungsi hati dan banyak disebabkan akibat gaya hidup seperti konsumsi minuman keras.

Selain itu orang yang gemar ditato, tindik tubuh, harus transfusi darah berkala, bahkan pengguna jarum suntik lain seperti pemadat, merupakan kelompok yang berisiko tinggi menderita hepatitis-C, kata Rino.

Penyakit hepatitis C memiliki peluang untuk disembuhkan hingga 95 persen dengan menggunakan anti-virus yang tepat dan mendapat perawatan serta pengobatan yang tepat pula.

"Namun sangat disayangkan, karena sebagian besar penderita hepatitis tidak menyadari kalau mereka menderita penyakit ini," jelas Rino. Hal itu disebabkan karena hepatitis tidak memiliki gejala yang spesifik pada stadium awal penyakit ini diderita.

Ada pun gejala seperti mudah lelah, mual, sakit perut, dan lemas, adalah gejala umum yang tidak spesifik mengacu pada hepatitis.

"Kalau gejala seperti kulit dan mata kuning, hingga mencapai infeksi hati, sirosis bahkan kanker hati, itu biasanya terlihat bila hepatits sudah akut," kata Rino.

Sumber: ANT


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Waspada, Hepatitis Tak Miliki Gejala Spesifik

Gejala penyakit ini baru akan muncul setelah menjadi semakin parah atau sekitar sepuluh tahun kemudian.

KESEHATAN | 3 September 2013

World Toilet Summit 2013 Diselenggarakan di Solo

Indonesia menjadi negara kedua terbanyak praktik BAB sembarangan setelah India.

KESEHATAN | 3 September 2013

RSUD Banten Mulai Layani Pasien

RSUD Banten telah memiliki 39 dokter spesialis, 22 dokter umum, 4 dokter gigi, 164 perawat, 117 bidan serta tenaga lainnya.

KESEHATAN | 3 September 2013

Strategi Pemprov DKI Hentikan Laju Diabetes

Saat ini Jakarta sudah punya banyak Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring dan deteksi dini faktor risiko diabetes.

KESEHATAN | 3 September 2013

Vaksin HPV Cegah Risiko Kanker Serviks

"Vaksin HPV ini tentu aman karena sudah dilemahkan dan dibuat dari cangkang virus, bukan dari inti virusnya."

KESEHATAN | 3 September 2013

Perilaku "Cerdik", Solusi Atasi Diabetes Melitus

CERDIK bermakna Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

KESEHATAN | 3 September 2013

Novo Nordisk-Kemkes Luncurkan “Blueprint for Change” untuk Penanganan Diabetes

Laporan ini membantu kita memahami permasalahan diabetes di Indonesia, tetapi akan mubazir bila tidak disambut dengan aksi nyata bersinergi semua pihak.

KESEHATAN | 3 September 2013

Masih Ada Kasus Gizi Buruk di Jakarta, Pemprov Berdayakan Puskesmas dan Posyandu

"Seluruh Puskesmas di DKI Jakarta ada program penanganan gizi buruk. Diberi makanan dengan kalori yang sudah dihitung selama 90 hari secara gratis," kata Ahok.

KESEHATAN | 3 September 2013

Unsur Penting dalam Menu Sarapan Pagi

Mengonsumsi makanan yang cukup di pagi hari dapat memberi asupan energi yang cukup untuk beraktivitas.

KESEHATAN | 3 September 2013

Konsumsi Jus Buah Setiap Hari Naikkan Risiko Diabetes

Orang yang mengonsumsi satu porsi buah dua kali sepekan, terutama blueberry, anggur, dan apel, risiko mengidap diabetes tipe 2-nya turun hingga 23 persen

KESEHATAN | 3 September 2013


TAG POPULER

# Drakor


# Tol Semarang-Demak


# Vaksinasi Covid-19


# Wisma Atlet Kemayoran


# Delfina Azi



TERKINI

Presiden Minta Relawan Seknas Jokowi Tak Buru-buru Tentukan Sikap Soal Pilpres 2024

POLITIK | 7 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS