Terungkap, Trik Restoran Cepat Saji Agar Pelanggannya Selalu Datang

Terungkap, Trik Restoran Cepat Saji Agar Pelanggannya Selalu Datang
Burger merupakan salah satu makanan rendah serat yang bisa memicu stres. ( Foto: Visualphotos )
Nessy Febrinastri / FAB Minggu, 19 Januari 2014 | 10:00 WIB

Sebuah laporan yang diterbitkan pekan ini, lagi-lagi mengungkapkan tentang buruknya dampak restoran cepat saji bila dikonsumsi terus-menerus. Salah satu dampak buruk yang dimaksud adalah obesitas (kelebihan berat badan), yang telah menyerbu warga negara-negara di hampir seluruh dunia.

Ada banyak cara yang dilakukan industri makanan cepat saji untuk menarik minat orang. Berikut beberapa hal yang dilansir BuzzFeed, termasuk bagaimana mereka menjalankan sistem pemasarannya,

Ingin Bersosialisasi
Sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh Brian Wansink dari University of Illinois, Amerika Serikat menyatakan
ketika datang ke restoran junkfood, orang memutuskan untuk menyantapnya karena memang lapar, ingin berdiskusi dengan teman sambil menyantap sesuatu, atau hanya karena ingin memberi "sesuatu" kepada teman walaupun mereka tidak lapar. Tapi sebagian besar dari mereka, menurut Wansink datang hanya untuk melewatkan waktu dengan teman-teman.

Bau yang Mengundang
Aroma restoran dapat mempengaruhi orang untuk mencicipi makanan yang disajikan, walau sebenarnya belum merasa lapar. Mereka juga lebih senang antre di depan kasir sambil memilih makanan yang ingin disantapnya daripada menerima pelayanan di meja. Sementara sedang antre, pelanggan juga bisa memperhatikan menu makanan yang sedang dinikmati pelanggan lain, sehingga menambah selera. Musik restoran cepat saji juga dapat mempengaruhi berapa banyak kita makan. Mendengar musik lembut mendorong pengunjung untuk tinggal di restoran lebih lama dan makan lebih banyak. Oleh karena itu, lagu-lagu slow dan pop lebih dipilih restoran cepat saji daripada jenis rock.

Nyaman
Restoran cepat saji telah membuat berbagai kemudahan bagi pelanggannya, mulai dari drive-through, sehingga Anda tidak harus meninggalkan kenyamanan mobil Anda untuk dilayani, hingga memberikan kotak pembungkus yang bisa memungkinkan pelanggan untuk langsung menyantapnya, tanpa perlu bingung mana sendok dan garpunya. Bahkan sekarang tersedia ukuran ember besar yang bisa memungkinkan makanan ini disantap begitu saja, di mana saja beserta seluruh keluarga.

Variasi Makanan Besar
Wansink menyimpulkan orang cenderung akan makan dan makan lagi jika di piringnya masih ada makanan. Artinya, makanan di restoran cepat saji memang selalu memberikan ukuran yang "menyenangkan", ayam goreng yang besar, french fries double size, hingga burger yang normalnya bisa dimakan tiga orang. Perilaku yang berbeda tentu akan terjadi jika makanan yang disajikan hanya pas untuk perut normal. Pelanggan tak perlu berlama-lama berada di restoran cepat saji. Begitu perut kenyang, ia akan pergi.

Jadi kesimpulannya, apa saja yang dilakukan restoran junkfood untuk memanggil pelanggannya?
- Gambar makanan yang menggoda, membuat orang untuk ingin menyantapnya walau mereka tidak lapar
- Bau yang menarik, yang disalurkan di seluruh restoran, sehingga menambah nafsu makan
- Melayani makanan dalam satu wadah besar, agar orang semakin tertarik menyantapnya bersama teman (atau bahkan buat dirinya sendiri)

Sumber: Dailymail.co.uk