Konsumsi Obat Generik di Indonesia Capai 70%
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Konsumsi Obat Generik di Indonesia Capai 70%

Senin, 12 Mei 2014 | 10:09 WIB
Oleh : Dina Manafe / FAB

Jakarta - Konsumsi obat generik di Tanah Air terus meningkat. Saat ini penggunaan Obat Generik Berlogo (OGB) di Indonesia telah mencapai 60-70 persen.

Tingginya penggunaan obat generik di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini karena kesadaran dan kepercayaan masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, tentang obat generik yang semakin membaik. Selain itu pemerintah memang membuat program untuk penggunaan obat generik bagi pasien peserta JKN.

Pada dasarnya pembuatan dan sistem registrasi obat generik dan obat generik dengan nama dagang sama dengan obat non generik. Demikian juga dengan mutu, khasiat, manfaatnya dan keamanan yang sama.

“Di Indonesia nama obat generik dan dagang dibedakan, padahal di luar negeri penyebutan keduanya tetap sama, yaitu generik,” kata Linda Maura Sitanggang, Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes), di Jakarta, Senin (12/5).

Linda mengatakan, secara kualitas OGB tidak berbeda dengan yang bermerek. Obat bermerek dipromosikan produsennya, sehingga harganya jauh lebih mahal. Sedangkan OGB hanya menjual zat aktifnya dan ditentukan pemerintah, sehingga lebih murah.

Di pasaran, perbedaaan harga obat generik dengan nama dagang dan OGB sangat signifikan. Selisihnya bisa mencapai 50-200 persen. Sayangnya, belum semua masyarakat menyadari dan memahami hal ini.

Linda mengatakan, semakin meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap OGB, maka nilai jual juga meningkat. Tahun 2013 nilai OGB mencapai 9 persen dari Rp 52 triliun nilai pasar di Indonesia, dengan volume mencapai 40 persen. Ditargetkan penggunaan OGB meningkat dua kali lipat di era JKN ini.

Pemerintah sendiri menganggarkan dana alokasi khusus sebesar Rp 1,3 triliun untuk pembelian OGB bagi faskes tingkat pertama, yaitu puskesmas, klinik dan dokter praktek swasta. Pemerintah masih membelikan obat untuk sejumlah faskes tingkat pertama, mengingat besaran kapitasi dinilai masih rendah.

“Jika kapitasinya semakin besar, anggaran pembelian OGB juga mengecil. Pembelian obat akan diambil dari kapitasi,” kata Linda.

Dana alokasi khusus ini tidak diberikan untuk sekitar 50 kabupaten/kota yang dianggap mandiri. Di antaranya, DKI Jakarta, yang membeli obat dan fasilitas kesehatan dari APBD.

Sebelumnya, penggunaan obat generik yang diresepkan rumah sakit/dokter kepada pasien JKN ternyata dikeluhkan Gubernur Riau, H Annas Maamun, saat melakukan kunjungan ke RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. Soal kualitas obat ini juga dikeluhkan sejumlah pihak, terutama peserta pengalihan dari PT Jamsostek dan PNS dari pantauan BPJS Watch di
lapangan.

Annas meminta RSUD tersebut tidak lagi meresepkan obat generik, melainkan obat canggih, seperti dari Jerman atau Amerika Serikat. Obat canggih yang dimaksud lebih ampuh, sehingga masa pengobatan atau kesembuhan jauh lebih cepat.

"Kenapa harus obat generik, kan kita tetap beli, kenapa tak beli yang bagus saja? Walaupun agak mahal, yang penting ampuh. Jangan sakit batuk kering obatnya OBH, batuk berdahak OBH juga. Masyarakat kita ini butuh obat yang sesuai dengan penyakitnya sehingga, siapa pun yang berobat benar-benar merasakan sehat," kata Annas baru-baru ini.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiga Pasien Diduga MERS-CoV di Kalteng

Setelah umroh, ketiganya mengalami flu, batuk,mual-mual, panas tinggi lebih dari 38 derajat celcius.

KESEHATAN | 12 Mei 2014

Jumlah Pasien Diduga MERS-CoV Bertambah

Mereka yang dirawat merupakan jemaah yang baru pulang umroh.

KESEHATAN | 12 Mei 2014

Bersama Istri, Dino Patti Djalal Sambangi Anak Penderita Kanker

Dino dan istrinya Rosa bersama komunitas Taufan membawakan susu, boneka, dan mainan untuk anak bagi penderita kanker.

KESEHATAN | 11 Mei 2014

Sulbar Anggarkan Alat Kedokteran Rp 2,6 Miliar

Alokasi anggaran itu untuk memaksimalkan pelayanan medis di rumah sakit Sulbar kepada masyarakat.

KESEHATAN | 11 Mei 2014

Mentarimorfosa, SDF Satu Dasawarsa

"Seperti SDF yang bagaikan mentari yang menyinari dengan kasih sayang agar orang-orang yang didampingi SDF bermetamorfosa untuk lebih baik," ungkap Dian Sjafri.

KESEHATAN | 11 Mei 2014

Dino Patti Djalal: Hukum Berat Pelaku Kejahatan Seksual Anak

Kalau perlu kurungan seumur hidup.

KESEHATAN | 10 Mei 2014

Infeksi MERS Mengkhawatirkan, WHO Akan Adakan Pertemuan Darurat

Kasus MERS terakhir dilaporkan Jumat (9/5), tujuh orang meninggal.

KESEHATAN | 10 Mei 2014

Departemen Kesehatan Arab Saudi: MERS, Hindari Orang Terinfeksi dan Umrah Selama Periode Ini

"Sekitar 50 persen dari penderita MERS terinfeksi melalui kontak dengan pasien MERS lainnya."

KESEHATAN | 10 Mei 2014

Menkes: Belum Ada Larangan ke Timur Tengah

"Masyarakat Indonesia masih diperbolehkan melakukan perjalanan ke Timur Tengah."

KESEHATAN | 10 Mei 2014

Olahraga Pada Wanita 30 Tahun Mengurangi Risiko Panyakit Jantung Hingga 50%

Aktivitas fisik dianjurkan selama 150 menit seminggu.

KESEHATAN | 10 Mei 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS