Penanganan Cepat dan Tepat Bayi Prematur Meminimalkan Dampak Negatif
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penanganan Cepat dan Tepat Bayi Prematur Meminimalkan Dampak Negatif

Rabu, 10 September 2014 | 16:04 WIB
Oleh : Indah Handayani / B1

Jakarta - Bayi kelahiran prematur memiliki risiko tinggi yang perlu diwaspadai. Dengan minimnya pengetahuan dan informasi, penanganan dan perawatan bayi prematur kadang menjadi kurang optimal. Padahal penanganan bayi prematur memerlukan ketelitian dan perhatian yang serius dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.

Saat ini tingkat kejadian persalinan prematur pada ibu hamil cukup tinggi. Setiap tahun di dunia, sekitar 15 juta bayi terlahir prematur, sedangkan di Indonesia satu dari enam kelahiran bayi mengalami prematur. Bahkan berdasarkan data WHO pada November 2013, di Indonesia dari 100 bayi yang lahir, 15,5 bayi mengalami kelahiran prematur.

Spesialis Anak RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, dr Esther H Situmeang SpA menjelaskan, bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu atau kurang dari 259 hari dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Bayi prematur dapat diklasifikasikan menurut berat badan. Pertama, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Kedua, Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) dengan berat lahir kurang dari 1500 gram dan ketiga, Berat Badan Lahir Ekstrim Rendah (BBLER) dengan berat lahir kurang dari 1000 gram.

Lebih lanjut, dr Esther menjelaskan, bayi yang lahir prematur, berisiko 10 kali lebih tinggi untuk meninggal daripada bayi yang lahir cukup bulan. Semakin kurang berat lahir bayi, semakin tinggi pula risikonya. Seperti adanya komplikasi kesehatan, seperti gangguan pernafasan, gangguan otak, jantung, gangguan saluran cerna, kuning, dan rentan terhadap infeksi.

"Sedangkan komplikasi jangka panjang seperti penyakit paru-paru kronis, gangguan penglihatan, pendengaran, cerebral palsy (lumpuh otak) dan gangguan tumbuh kembang lainnya," ungkap dr Esther saat ditemui di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (10/9).

Dr Esther menambahkan, penanganan bayi prematur sangat rumit dan kompleks, karena memiliki risiko yang bisa terjadi dalam awal kehidupan bayi. Penanganan dan perawatan bayi prematur memerlukan ketelitian dan perhatian serius, sehingga dibutuhkan keterampilan, pengetahuan dan kesabaran. "Dengan penanganan yang tepat diharapkan dapat mengurangi dampak jangka panjang pada bayi prematur," ujar dia.

Sedangkan, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr Herman Trisdiantono SpOG mengatakan, penyebab persalinan prematur dapat digolongkan menjadi tiga yaitu akibat adanya komplikasi persalinan seperti kelainan rahim/leher rahim, infeksi pada ibu, pre-eklamsi, eklamsi, plasenta previa, riwayat persalinan prematur, obesitas, jantung, hipertensi, anemia, asma, dan lainnya.

Kedua, Epidemilogi kehamilan di usia kurang dari 18 tahun dan lebih dari 40 tahun, kehamilan yang tidak diinginkan, malnutrisi pada ibu, merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, dan obat-obatan terlarang serta stres yang berlebihan. Terakhir, tidak diketahui penyebabnya.

"Selalu melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, agar kondisi kesehatan ibu dan bayi selalu termonitor dan dapat dideteksi sedini mungkin jika ada kelainan. Kelahiran prematur tidak seluruhnya dapat dicegah tetapi dengan parenting consulting, angka kejadian prematuritas dapat ditekan," jelas dia.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Omni Hospital Pulomas Hadirkan Pusat Kemoterapi

Omni Hospital Pulomas menghadirkan fasilitas Chemo Center atau Pusat Kemoterapi.

KESEHATAN | 10 September 2014

Inilah Penyebab Terjadinya Penyakit Jiwa Skizofrenia

Selain faktor genetik, kondisi pra-kelahiran juga memberi kontribusi terhadap terjadinya skizofrenia.

KESEHATAN | 9 September 2014

Obat Herbal Indonesia Mulai Dilirik Pasar Global

Perlu adanya peningkatan produksi obat herbal dalam negeri untuk memenuhi permintaan pasar.

KESEHATAN | 9 September 2014

Kenali Gejala Awal Penyakit Jiwa Skizofrenia

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa berat, termasuk skizofrenia, mencapai 1-2 orang dari 1.000 warga di Indonesia.

KESEHATAN | 9 September 2014

Dokter Umum di Puskesmas Harus Bisa Tangani Pasien Skizofrenia

Dikhawatirkan kasus pemasungan semakin banyak.

KESEHATAN | 9 September 2014

8 Hal yang Patut Anda Ketahui tentang Gigitan Nyamuk

Ada 3.500 jenis nyamuk di dunia.

KESEHATAN | 9 September 2014

Omni Hospital Pulomas Hadirkan "Chemo Center"

Pasien juga diberi sesi konsultasi dengan ahli kanker Jepang.

KESEHATAN | 9 September 2014

Presiden Resmikan Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSCM

Prioritas terhadap bidang kesehatan ini harus menjadi program penting bagi pemimpin Indonesia selanjutnya.

KESEHATAN | 9 September 2014

Sanksi Menanti Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan yang Lakukan Kecurangan

"Kami mengantisipasi kemungkinan indikasi fraud itu terjadi," kata Menkes.

KESEHATAN | 9 September 2014

3 Jemaah Haji Sakit Dikirim ke BPHI Makkah

Ketiganya termasuk resiko tinggi karena usianya di atas 50 tahun.

KESEHATAN | 9 September 2014


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS