Orang dengan Skizofrenia Bisa Pulih Sepenuhnya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Orang dengan Skizofrenia Bisa Pulih Sepenuhnya

Rabu, 10 September 2014 | 16:41 WIB
Oleh : Dina Manafe / B1

Jakarta - Gangguan jiwa skizofrenia sering kali berlangsung kronis dengan gejala utama berupa gangguan proses berpikir. Gangguannya berupa pembicaraan kurang bisa dimengerti, isi pikiran yang tidak sesuai realita disertai gangguan persepsi pancaindera, yaitu halusinasi, tingkah laku aneh, seperti berbicara atau tertawa sendiri.

Gangguan jiwa ini kerap muncul di usia produktif, remaja dan dewasa muda, yaitu 15-25 tahun. Karenanya, perlu mengenali gejala dan dilakukan terapi sedini mungkin, guna meningkatkan probabilitas pemulihan sempurna (recovery). Sebab, pulih utuh bukan lagi hal mustahil bagi penyandang gangguan jiwa skizofrenia. Sayangnya, konsep recovery ini belum dianggap. Padahal, sangat diperlukan untuk kehidupan Orang Dengan Skizofrenia (ODS) dalam jangka panjang.

“Prevalensi ODS di Indonesia akan terus bertambah dan semakin membebani penderitanya, keluarga maupun masyarakat bila mereka tidak mencapai pemulihan sempurna. Karena menunda waktu mereka untuk kembali produktif di masyarakat,” kata Ketua Seksi Skizofrenia Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Ayu Agung Kusumawardhani, pada workshop media, di Jakarta, Selasa (9/9).

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Kesehatan, PDSKJI, Komunitas Peduli Skizofrenia (KPSI) dan Johnson and Johnson ini sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) yang jatuh pada Rabu, 10 Oktober 2014.

Menurut Ayu, rangkaian recovery ini dimulai dari terapi dengan obat-obatan. Setelah obat tersebut bekerja dengan baik dan mendapat respons dari penderita, kondisi tersebut dipertahankan. Kemudian dilanjutkan dengan mengembalikan fungsi kognitif penderita, hingga mencapai pemulihan sempurna.

“Sekarang tujuan kami adalah ODS mencapai recovery, itulah tujuan akhir dari pengobatan. Bila pasien berhasil kembali ke fungsi seperti semula, dia akan independen, tidak tergantung pada orang lain dan melaksanakan kegiatan sehari-hari tanpa harus diawasi serta mencapai sosial interaksi yang baik,” ucap Ayu.

Menurutnya, seorang ODS baru dikatakan recovery bila ia mengalami proses pemulihan dan fungsi kognitifnya kembali normal selama dua tahun. Recovery ini, dijelaskan Ayu, sangat penting agar ODS tidak bolak balik ke rumah sakit. Sebab, sekali masuk rumah sakit akan terjadi kekambuhan gangguan otak dan kondisinya bakal jauh lebih berat.

Kepatuhan Minum Obat
“Ini yang harus dihindari. Kami dorong agar ODS yang sudah sembuh kembali ke komunitasnya dan bekerja untuk diri sendiiri. Dan keluarga adalah faktor penentu ODS mencapai pemulihan sempurna dan kepatuhannya minum obat,” kata Ayu.

Sayangnya, karena minimnya pengetahuan tentang penanganan gangguan kejiwaan, keluarga kerap membawa ODS kepada pengobatan yang tidak tepat. Akibatnya gangguannya semakin parah dan berat ketika dibawa ke dokter atau psikiater. Pengobatannya pun terlambat dan menelan biaya yang lebih besar. Padahal dengan terapi yang cepat dan tepat, orang dengan skizofrenia sebetulnya dapat hidup produktif.

Ayu menjelaskan, gejala psikotik awal skizofrenia dapat menyebabkan ODS kesulitan berinteraksi serta menarik diri dari aktivitas sehari-hari dan dunia luar. Hal ini tentunya mengganggu produktivitas dan kapasitas bekerja serta bersosialisasi di masyarakat.

Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi gangguan jiwa berat, termasuk skizofrenia, mencapai 1,7 per mil atau 1-2 orang dari 1.000 warga di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebagian besar belum mendapat pengobatan yang tepat, sehingga mengakibatkan kondisi ODS masih sulit diterima kembali di masyarakat.

Oleh karenanya, menurut Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemkes, dr Eka Viora, selain upaya pengadaan obat-obatan yang menyeluruh ke pelosok daerah, ODS berhak diperlakukan secara manusiawi dan tanpa pasung. Ini merupakan perintah UU Kesehatan Jiwa yang disahkan baru-baru ini.

“Dengan UU Kesehatan Jiwa diharapkan penanganan gangguan kejiwaan terutama skizofrenia lebih komprehensif dan terintegrasi mulai dari edukasi, terapi, dan dukungan psikologis bagi ODS agar dapat produktif kembali di masyarakat,” kata Eka.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

DBD Masih Tinggi, Pemkot Jakarta Utara Sosialisasikan Pencegahan

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara sendiri merilis angka DBD dari awal tahun sampai bulan Agustus mencapai 915 kasus.

KESEHATAN | 10 September 2014

Penanganan Cepat dan Tepat Bayi Prematur Meminimalkan Dampak Negatif

Dengan minimnya pengetahuan dan informasi, penanganan dan perawatan bayi prematur kadang menjadi kurang optimal.

KESEHATAN | 10 September 2014

Omni Hospital Pulomas Hadirkan Pusat Kemoterapi

Omni Hospital Pulomas menghadirkan fasilitas Chemo Center atau Pusat Kemoterapi.

KESEHATAN | 10 September 2014

Inilah Penyebab Terjadinya Penyakit Jiwa Skizofrenia

Selain faktor genetik, kondisi pra-kelahiran juga memberi kontribusi terhadap terjadinya skizofrenia.

KESEHATAN | 9 September 2014

Obat Herbal Indonesia Mulai Dilirik Pasar Global

Perlu adanya peningkatan produksi obat herbal dalam negeri untuk memenuhi permintaan pasar.

KESEHATAN | 9 September 2014

Kenali Gejala Awal Penyakit Jiwa Skizofrenia

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa berat, termasuk skizofrenia, mencapai 1-2 orang dari 1.000 warga di Indonesia.

KESEHATAN | 9 September 2014

Dokter Umum di Puskesmas Harus Bisa Tangani Pasien Skizofrenia

Dikhawatirkan kasus pemasungan semakin banyak.

KESEHATAN | 9 September 2014

8 Hal yang Patut Anda Ketahui tentang Gigitan Nyamuk

Ada 3.500 jenis nyamuk di dunia.

KESEHATAN | 9 September 2014

Omni Hospital Pulomas Hadirkan "Chemo Center"

Pasien juga diberi sesi konsultasi dengan ahli kanker Jepang.

KESEHATAN | 9 September 2014

Presiden Resmikan Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSCM

Prioritas terhadap bidang kesehatan ini harus menjadi program penting bagi pemimpin Indonesia selanjutnya.

KESEHATAN | 9 September 2014


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS